Connect with us

Lampung Selatan

Anggota DPRD Farizal Purba Mengajak Masyarakat Mengawasi Proses Pembangunan Jalan Raden Awas

Published

on

Anggota DPRD Farizal Purba Mengajak Masyarakat Mengawasi Proses Pembangunan Jalan Raden Awas

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, daerah pemilihan (dapil) 7, Farizal Purba, menyampaikan Apresiasi atas terealisasinya pembangunan lanjutan Jalan Raden Awas yang telah lama dinantikan masyarakat.Rabu, (22 Oktober 2025)

Farizal purba mengatakan, pembangunan jalan tersebut menggunakan pagu anggaran sebesar Rp750 juta dan merupakan usulan masyarakat sejak tahun 2022. “Alhamdulillah, penantian panjang masyarakat akhirnya terwujud. Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan, Bapak Radityo Egi Pratama, dan Wakil Bupati, Bapak Saiful Anwar, yang telah merealisasikan apa yang menjadi isukan dan harapan warga,” ujar Farizal,

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur dan memperlancar aktivitas masyarakat.

Selain mengucapkan terima kasih, Farizal juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun.

“Mari bersama-sama kita rawat jalan ini. Kalau ada siring yang tersumbat, segera dibersihkan. Jangan biarkan sampah menumpuk karena bisa menyebabkan air menggenang. Kalau air menggenang, jalan akan cepat rusak, dan yang rugi juga kita semua,” pesannya.

Menurut Farizal, partisipasi masyarakat sangat penting agar pembangunan yang sudah direalisasikan bisa bertahan lama dan memberikan manfaat besar bagi warga sekitar.

Di tempat terpisah Salah satu Warga Desa Tanjuangan Kecamatan katibung Rahman Bangga akan Adanya Anggota DPRD Dapil 7 yang sudah mengawal usulan dan harapan masyarakat sehingga jalan raden awas di bangun Tahun 2025

” Terima kasih kepada pemerintah Daerah yang telah menganggarkan pembangunan jalan Raden awas mengingat jalan tersebut bukan hanya akses anak sekolah melainkan jalan untuk mengangkut hasil pertanian, kami juga bangga kepada Anggota DPRD yang telah mengwal aspirasi masyarakat katibung, ” Pungkasnya

(Joe)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending