Connect with us

Lampung Selatan

Pimpin Apel Mingguan, Sekda Thamrin Ingatkan ASN dan Masyarakat Akan Dampak Kemarau

Published

on

ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan Thamrin, S.Sos., MM memimpin apel mingguan yang di gelar di Lapangan Korpri, Kalianda, Komplek Pemkab setempat, Senin (9/10/2023).

Menyampaikan amanat Bupati Lampung Selatan, Sekda Thamrin kembali menenkankan pentingnya kedisipilinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THLS) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara pemerintahan daerah.

“Ini (disiplin) sangat ditekankan untuk diterapkan dan tidak boleh diabaikan. Kedisiplinan ini penting untuk dilaksanakan sebagai bentuk kedisiplinan saudara dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan,” kata Thamrin dalam Arahnya.

Selain itu, Thamrin juga mengimbau kepada seluruh peserta apel khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk tetap waspada terhadap potensi dampak kemarau yang bisa sangat merugikan kita semua. Mengingat musim kemarau saat ini yang belum berakhir.

“Dampak dari kemarau panjang salah satunya membuat maraknya masyarakat terkena penyakit ISPA karena banyaknya debu. Saya kira kita semua bisa memproteksi diri dan keluarga dengan memakai masker ketika keluar rumah untuk meminimalisir penyakit,” imbuh Thamrin.

Thamrin menjelaskan, curah hujan yang minimal dan suhu yang tinggi dapat menyebabkan sejumlah masalah serius, termasuk krisis air bersih, kebakaran hutan, dan kelangkaan pangan.

Oleh karena itu, Thamrin mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena hal tersebut dapat memicu kebakaran yang dapat merusak hutan dan pemukiman warga.

“Selain itu, selalu berhati-hati dan jangan membuang sampah sembarangan atau membuang puntung rokok di lahan-lahan kering. Karena tentunya hal tersebut akan dapat memicu terjadinya kebakaran,” kata Thamrin. (Rahmat/Kominfo )

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending