Connect with us

Lampung Selatan

Mantap, Minggu Depan Pembangunan Ruas Jalan Bumi daya – Trimo Mukti Akan Di Mulai 

Published

on

Mantap, Minggu Depan Pembangunan Ruas Jalan Bumi daya – Trimo Mukti Akan Di Mulai

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Cek Jalan Di 5 Desa antara Lain Desa Bumi Daya, Desa Bumi Asih, Desa Bumirestu, Desa Pulau Jaya dan Desa Bumi Asri Yang Tembus Desa Trimo Mukti Kecamatan Candipuro Oleh Pihak Pekerjaan Umum (PU), Pihak Rekanan Didampingi Uspika Palas Sebagai Persiapan Pengaspalan dan Rabat Beton,Pada Senin (29/9 2025).

 

Pemerintah Daerah Dan Pihak rekanan telah mengagendakan kegiatan cek Jalan di 5 Desa Tersebut . Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengukuran yang akurat sebagai persiapan proses pengaspalan jalan Dan Rabat Beton di 5 Desa .

 

Jalan di 5 Desa Tersebut merupakan salah satu akses vital bagi masyarakat setempat sekaligus Jalan Yang Tembus antar Kecamatan . Namun, kondisi jalan saat ini telah mengalami berbagai kerusakan dan memerlukan perbaikan mendesak.

 

Dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) berencana untuk melakukan pengaspalan jalan tersebut.

 

Tujuan Kegiatan:

1. Menentukan luas area yang akan diaspal dan Rabat Beton.

 

2. Mengidentifikasi titik-titik kerusakan utama yang memerlukan perbaikan sebelum proses pengaspalan dan Rabat Beton dilakukan.

 

3. Memastikan ketinggian permukaan jalan yang optimal untuk memberikan hasil pengaspalan yang baik dan tahan lama.

 

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) , Hasan Menjelaskan, “Kami melakukan Survey Lapangan cek Kontruksinya Sebelum Pembangunan Dimulai , Untuk Pembangunan Jalan Desa Bumi Asri Tembus Trimo Mukti akan Di Rabat Beton Kita sudah Menentukan Rancangan pengerjaannya, untuk Rabat Beton Dengan Volume Tebal : 15 Cm / 20 Cm , Lebar : 3 Meter hingga 3,5 Meter, Untuk Pagu Anggaran Sendiri keseluruhan Sebesar 12 Milyar, ” Jelas Hasan.

 

Ali perwakilan dari pihak rekanan CV. Adi jaya perkasa mengatakan akan segera di mulai di kerjaan

 

” InsyaAllah minggu depan akan kami mulai pengerjaannya, nanti kita jadwalkan matrialnya hari apa turun baru alat nya supaya sekali jalan, jangan mengulang ulang, kita punya rencana sendiri nanti kita beritahukan ke konsulatan dan ppk, ” Ujar nya

 

Marsono selaku Kepala Desa Bumi Asri , Saat diwawancarai Awak Media Mengatakan, ” Kami atas nama masyarakat Sangat Mendukung Dan senang Adanya Akan dibangunnya Jalan Aspal juga Rabat Beton tembus Desa Trimo Mukti, Semoga Pembangunannya Bagus dan Kuat juga Pengawasan Dari Media Sangat diperlukan”, kata Marsono.

 

Lebih lanjut Marsono Ucapkan, ” Banyak Terima Kasih Kepada Pemerintah Daerah Lampung Selatan, terutama Bapak Bupati Radityo Egi Pratama Yang Bagaimana Akan direalisasikannya Pembangunan Jalan Desa Bumi Daya Tembus Trimo Mukti, Dan Semoga Dengan adanya Pembangunan Jalan tersebut Untuk mobilisasi Pertanian bisa maju Dan Bisa mengurangi ongkos Transportasi bisa murah stabil, “ungkap Marsono.

 

Masih ditempat Yang Sama Kepala Desa Pulau Jaya Roliyah , Turut Mengucapkan Terima Kasih Kepada Bapak Bupati dan Uspika Palas ” Yang bagaimana telah membantu Pembangunan Jalan Didesa Pulau Jaya Walau Hanya Sepanjang 300 Meter , kami Berharap Kepada Bapak Bupati Sekiranya untuk tahun kedepan Ya jangan Hanya segitu yang dibangun kami pihak Desa akan Mengajukan Proposal untuk tahun 2026, sebagaimana di Desa Pulau Jaya Mengusulkan Pembangunan Jalan sepanjang 1,7 KM dari titik Nol Tanggul Persawahan , ” Ungkap Roliyah. ( joe)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending