Connect with us

Lampung Selatan

Ada ciri Di Kaos Penemuan Mayat, Silahkan Hubungi Hotline Polda Lampung

Published

on

ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Polda Lampung masih melakukan penyelidikan dan memberikan perkembangan penemuan 4 (empat) Mayat Anonim laki laki dipinggir pantai  wilayah Lampung, Minggu, (17/09/23).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik, menyampaikan hasil dari penyelidikan polda Lampung dari 4 (empat) mayat yang ditemukan dari salah satu mayat, di pinggir pantai Dusun Sukarame Desa Bakauheni Kec Bakauheni Lampung Selatan, dengan Ciri- ciri jenis kelamin laki laki, tidak ada kepala, tangan, kaki dalam keadaan tidak utuh lagi atau rusak dan mengenakan kaos warna putih, Kaos bertuliskan *MAMAE ZAHRA, MIMIE ATTAR* dan terdapat gambar kapal nelayan dengan merek *SINAR INTAN*, celana kain training warna biru, celana dalam boxer merek NIKE, TB 165 cm, Perkiraan waktu kematian dua sampai empat minggu.

Kombes Umi, menghimbau bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarga dengan ciri ciri  tersebut agar dapat menghubungi layanan Polri melalui Polres Lampung Selatan Wa : 089607670077 dan Telp : 0727-322110, Polres Tanggamus Wa : 0821-7786-1115, Ditreskrimum Polda Lampung Wa : 0821-7874-8202.  Dan bagi masyarakat yang mengenal mayat anonim yang ditemukan di pinggir Pantai Lampung juga dapat membantu memberikan Informasi kepada pihak Kepolisian.

KABID HUMAS POLDA LAMPUNG

Kombes Pol Umi Fadilah Astutik.,S.Sos.,S.Ik.,M.Si

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif ‎

Published

on

By

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif

 

Ungkapselatan.com, ‎Lampung Selatan — Ketua Investigasi Ormas Gerakan Masyarakat Lokal (GML) Lampung, Indawan N.S., menanggapi dugaan kegiatan pembangunan fiktif di Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Ia menilai persoalan tersebut harus segera ditindaklanjuti karena berkaitan dengan penggunaan anggaran pembangunan desa tahun 2024 yang hingga kini diduga belum direalisasikan.

‎Indawan mengatakan, adanya temuan dari inspektorat seharusnya menjadi dasar untuk melakukan tindakan tegas terhadap pihak terkait. Menurutnya, jika kegiatan pembangunan telah dilaporkan dalam administrasi namun fisiknya belum ada hingga tahun 2026, maka kondisi itu patut dipertanyakan.

 

‎“Kalau memang sudah menjadi temuan inspektorat, seharusnya ada tindakan tegas. Karena anggaran pembangunan itu tahun 2024, tetapi sampai sekarang belum dilaksanakan. Ini diduga sudah menyimpang dan merugikan masyarakat,” ujar Indawan, Kamis (28/5/2026).

 

‎Ia juga menilai kepala desa memiliki tanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Menurutnya, pembangunan yang belum terealisasi berpotensi menghambat kepentingan masyarakat yang membutuhkan infrastruktur tersebut.

 

‎Dugaan proyek fiktif itu sebelumnya mencuat setelah tim media melakukan penelusuran di lapangan. Kepala Dusun 4 Blora, Desa sukamulya, Sudiman, mengaku hanya mengetahui adanya pembangunan gorong-gorong pada tahun 2024.

 

‎“Yang saya tahu cuma pembangunan gorong-gorong. Waktu itu TPK-nya Pak Susanto,” kata Sudiman.

 

‎Keterangan itu diperkuat oleh Susanto selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sekaligus Kasi Kesra Desa Sukamulya. Ia menyebut pembangunan rabat beton dan drainase yang direncanakan pada tahun 2024 hingga kini belum terlaksana dan menjadi temuan inspektorat.

 

‎Menurut Susanto, kepala desa telah berjanji akan merealisasikan pembangunan tersebut sebelum masa jabatannya berakhir. Ia juga mengaku selama menjadi TPK hanya menjalankan administrasi dan pengawasan pekerjaan, sementara pengelolaan anggaran dilakukan langsung oleh kepala desa.

 

‎Sementara itu, Sekretaris Desa Sukamulya, Ahmad Dederasim, membenarkan adanya kegiatan yang telah dilaporkan namun belum direalisasikan. Ia menjelaskan, rencana pembangunan awal berupa pengerasan jalan kemudian diubah menjadi rabat beton atas permintaan masyarakat, namun hingga kini fisiknya belum ada.

 

‎Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sukamulya belum memberikan klarifikasi. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi melalui kunjungan langsung maupun pesan WhatsApp tidak ada respon.(Tim)

Continue Reading

Trending