Connect with us

Lampung Selatan

Anggota DPRD Agus Sartono Kunjungi Korban Pencabulan di Sidomulyo, Siap Kawal Kasus hingga Tuntas

Published

on

Anggota DPRD Agus Sartono Kunjungi Korban Pencabulan di Sidomulyo, Siap Kawal Kasus hingga Tunta

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan– Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Agus Sartono dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), mengunjungi seorang anak perempuan korban dugaan pencabulan di Dusun Cukuh Mutun, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kamis (9/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Agus didampingi Kepala Desa Suak, Juli Wahyudin, dan memberikan dukungan moral serta bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan empati.

“Saya sudah datang ke rumah keluarga korban dan melihat langsung kondisinya. Ini bagian dari tanggung jawab kami terhadap masyarakat,” ujar Agus.

Ia menegaskan akan mengawal proses hukum hingga tuntas agar pelaku mendapat hukuman yang setimpal. Menurutnya, tindakan kejahatan terhadap anak tidak hanya melukai korban, tetapi juga merusak masa depan generasi muda.

Agus juga meminta masyarakat untuk tidak takut melapor jika mengetahui atau menjadi korban kejahatan serupa. “Kami di DPRD Lampung Selatan siap membantu warga yang membutuhkan perlindungan hukum,” katanya.

Mantan Wakil Ketua I DPRD Lamsel periode 2019–2024 itu menambahkan, dirinya siap memberikan bantuan pendidikan bagi korban apabila ingin melanjutkan sekolah di pondok pesantren.

Sementara itu, Iwan, ayah korban, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Agus Sartono. “Kami merasa sangat diayomi. Semoga proses hukum bisa berjalan cepat dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal,” ungkapnya.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan sosial di Lampung Selatan yang memerlukan perhatian serius dalam perlindungan anak dan penegakan hukum yang berkeadilan.(**)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending