Connect with us

Lampung Selatan

Anggota DPRDSuhar Pujianto Sosialisasikan Nilai Pancasila dan Serap Aspirasi Warga Sukamaju

Published

on

Anggota DPRDSuhar Pujianto Sosialisasikan Nilai Pancasila dan Serap Aspirasi Warga Sukamaju

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan — Anggota Komisi II DPRD Lampung Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan, Suhar Pujianto, melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di RT 02/06 Dusun Sukajadi, Desa Sukamaju, Kecamatan Sidomulyo, Minggu (14/09/2025). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sukamaju, Junaidi, S.Pd, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Suhar Pujianto menyampaikan bahwa kegiatan IPWK bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila serta menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

“IPWK ini menjadi sarana bagi kami untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan,” ujar Suhar.

Selain memberikan pemahaman ideologi, ia juga menampung berbagai usulan warga, di antaranya permintaan penambahan tiang dan daya listrik serta program bedah rumah. “Semua aspirasi akan kami perjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan,” tambahnya.

Sementara itu, Kades Sukamaju Junaidi mengapresiasi kunjungan tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian DPRD terhadap desa kami,” ucapnya.

Narasumber IPWK, Agie Reynaldi, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini berlandaskan Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 dan Permendagri Nomor 84 Tahun 2022 tentang pendidikan wawasan kebangsaan. (***)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending