Connect with us

Lampung Selatan

Deden Alindo Anggota DPRD Hadiri Acara Musrembang Kecamatan Bakauheni Desa Hatta

Published

on

Deden Alindo Anggota DPRD Hadiri Acara Musrembang Kecamatan Bakauheni Desa Hatt

Jurnalline.com, KALIANDA – Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan fraksi Perindo Deden Alindo dan Anggota DPRD fraksi PDI P H. Sadide, menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bakauheni di Desa Hatta, Rabu (24/1/2024).

Pantauan media ini, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto setelah membuka musrenbangcam Bakauheni tersebut menyampaikan, bahwa di Kecamatan Bakauheni ini banyak potensi potensi yang dimiliki Kecamatan Bakauheni, dalam pembangunan daerah bukan hanya infrastruktur saja, tetapi pembangunan sumber daya manusia (SDM), untuk pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu diperlukan adanya pemberdayaan sumber daya manusia demi kemajuan peningkatan ekonomi.

“Insya Alloh Bakauheni kedepannya di Kabupaten Lampung Selatan ini akan menjadi Kota Metropolitan. Oleh sebab itu, sedini mungkin kita siapkan generasi muda agar mampu untuk menghadapi perkembangan kemajuan supaya kita tidak jadi penonton di wilayah kecamatan Bakauheni,” unhkapnya.

Dirinya menekankan kepada para pemangku kepentingan agar di era metropolitan perlu adanya swasembada pendidikan, sekolah agar tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan anggaran APBN APBD saja, untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat kita harus berinovasi dan kreatif,” ungkap Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto. ( ** )

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending