Connect with us

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Puluhan Siswa SMA Negeri 1 Sragi Ikuti Sekolah Jurnalistik

Published

on

By

Puluhan Siswa SMA Negeri 1 Sragi Ikuti Sekolah Jurnalistik

Ungkapselatan.com, Sragi – Ikatan Wartawan Online (IWO) Pengurus Daerah (PD) Lampung Selatan (Lamsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan generasi muda di bidang literasi media. Melalui program IWO Go To School, IWO Lamsel menggelar Sekolah Jurnalis IWO bagi Peserta Didik di  SMA Negeri 1 Sragi, Rabu (07/10/2026).
‎
‎Kegiatan yang berlangsung di salah satu ruang kelas SMAN 1 Sragi, Jl. Lapangan Jati RT.01 RW.01, Desa Mandalasari, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan ini, diikuti puluhan siswa-siswi dengan penuh antusias.
‎
‎Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Daerah IWO Lampung Selatan, Sior Aka Prayudi, selaku penanggung jawab program. Bertindak sebagai pemateri utama, Yoan Doni.
‎
‎Sementara dari pihak sekolah, Kepala Sekolah SMAN 1 Sragi, Zaelani, S.Pd., M.Pd, yang berhalangan hadir, diwakili oleh Waka Kesiswaan, Puji Hartono, S.Pd.,Gr.yang sekaligus membuka acara secara resmi.
‎
‎Terlihat suasana kelas sudah di hadiri oleh puluhan siswa dengan seragam batik khas SMAN 1 Sragi duduk rapi menghadap ke depan. Di depan kelas terbentang spanduk besar bertuliskan “Sekolah Jurnalis IWO Bagi Peserta Didik SMA Negeri 1 Sragi, Rabu, 7 Oktober 2026″. Di meja pemateri, Ketua IWO Lamsel Sior Aka Prayudi dan pemateri Yoan Doni tampak memberikan materi di depan layar interaktif.
‎
‎Dalam sambutannya mewakili Kepala Sekolah, Wakabid Kesiswaan Puji Hartono, S.Pd.,Gr.menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ikatan Wartawan Online Lampung Selatan yang telah memilih SMAN 1 Sragi sebagai lokasi Sekolah Jurnalis.
‎
‎”Kami mewakili Kepala Sekolah Bapak Zaelani, S.Pd., M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada IWO Lampung Selatan. Di era digital seperti ini, siswa tidak hanya dituntut pintar secara akademik, tapi harus cerdas bermedia, cerdas menyaring informasi, dan tidak mudah termakan hoax. Sekolah Jurnalis IWO ini sangat penting untuk membekali mereka,” ujar Puji Hartono.
‎
‎Ia berharap, ilmu jurnalistik yang didapat bisa diterapkan siswa dalam kegiatan sekolah, seperti mengelola mading, media sosial OSIS, hingga menulis berita kegiatan sekolah.
‎
‎Sementara itu, Ketua PD IWO Lamsel, Sior Aka Prayudi, dalam sambutannya menjelaskan tujuan dari program Sekolah Jurnalis IWO.
‎
‎Menurutnya, IWO tidak hanya berfokus pada pemberitaan, tapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi jurnalistik kepada generasi muda.
‎
‎”IWO Go To School ini adalah program rutin kami. Kami ingin mencetak jurnalis-jurnalis muda dari tingkat SMA yang tidak hanya bisa menulis berita, tapi juga paham etika jurnalistik, paham UU ITE, dan paham bagaimana melawan berita bohong (hoax). SMAN 1 Sragi ini potensinya luar biasa,” tegas Sior Aka Prayudi.
‎
‎Pada sesi materi inti, pemateri Yoan Doni membekali siswa dengan materi dasar jurnalistik yang mudah dipahami. Mulai dari pengenalan apa itu berita, perbedaan berita dan opini, teknik menulis berita dengan rumus 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How), teknik wawancara, hingga etika dalam mengambil foto dan video untuk berita.
‎
‎Para siswa terlihat sangat antusias, aktif mencatat dan banyak yang bertanya saat sesi tanya jawab dibuka. Beberapa siswa bahkan langsung mencoba praktik menulis berita singkat tentang kegiatan tersebut.
‎
‎Kegiatan Sekolah Jurnalis IWO di SMAN 1 Sragi ini diakhiri dengan foto bersama antara pengurus IWO Lamsel, pihak sekolah, dan seluruh peserta didik.
‎
‎Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan SMAN 1 Sragi dapat memiliki kader-kader jurnalis muda yang mampu membawa nama baik sekolah melalui karya-karya jurnalistik yang positif, akurat, dan terpercaya.
(**)

Continue Reading

Trending