Connect with us

Lampung Selatan

Oplah 1.070 Ha dan Alsintan Disorot, Anggaran Distan Lamsel Rp28,2 Miliar Diduga Perlu Diaudit

Published

on

Oplah 1.070 Ha dan Alsintan Disorot, Anggaran Distan Lamsel Rp28,2 Miliar Diduga Perlu Diaudit

‎

Ungkapselatan.com, ‎Lampung Selatan – ‎Pengelolaan anggaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2025 semakin menjadi sorotan.

‎Berdasarkan dokumen resmi Perubahan RKPD Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025, anggaran Dinas TPHBun semula mencapai Rp28.536.336.108, kemudian berubah menjadi Rp28.209.209.767.

‎Di tengah besarnya anggaran tersebut, sejumlah program dan bantuan pertanian juga tercatat dalam volume besar, di antaranya:

‎Optimasi Lahan (Oplah) sekitar 1.070 hektare;

‎4 unit traktor, 3 unit alat tanam padi, 29 unit pompa air, Benih jagung untuk sekitar 5.000 hektare, Benih jagung tumpang sari sekitar 202 hektare, 6 unit corn sheller,

‎Serta bantuan alsintan lainnya.

‎Data Kementerian Pertanian melalui BRMP Lampung mengonfirmasi luas Oplah Lampung Selatan mencapai 1.070 hektare, yang saat itu dijelaskan langsung oleh Kabid PSP Nyoman Umardana.

‎Tim media menduga perlu dilakukan penelusuran menyeluruh terhadap nilai masing-masing kegiatan, sumber APBN dan APBD, CPCL, BAST, kelompok penerima, volume pekerjaan serta keberadaan fisik bantuan di lapangan.

‎Saat dikonfirmasi, Kabid PSP Nyoman Umardana, S.P., M.M. tidak memberikan penjelasan substantif mengenai rincian anggaran tersebut dan mengarahkan hak jawab kepada Kepala Dinas, dengan alasan kegiatan yang dipertanyakan merupakan kegiatan dinas dan tidak seluruhnya berada di bidangnya.

‎Sementara Kepala Dinas TPHBun Lampung Selatan, Mugiyono, S.P., M.M., hingga rilis ini disusun belum memberikan jawaban atas substansi konfirmasi yang disampaikan tim media.

‎Kondisi tersebut memunculkan desakan agar Kejaksaan Negeri Lampung Selatan dan Kejaksaan Tinggi Lampung melakukan penelaahan terhadap pengelolaan program tersebut apabila ditemukan indikasi pelanggaran. Selain itu, BPKP maupun Inspektorat didorong melakukan audit untuk mencocokkan anggaran Rp28,2 miliar dengan realisasi program, penerima bantuan dan kondisi fisik di lapangan(Tim)

‎

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Desa Bumi Asih Kecamatan Palas Sangat Layak Menjadi Juara Lomba Desa HELAU Tahun 2026

Published

on

By

Desa Bumi Asih Kecamatan Palas Sangat Layak Menjadi Juara Lomba Desa HELAU Tahun 2026

Ungkapselatan.com, Palas – Program unggulan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, yakni Lomba Desa Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul (HELAU) kini memasuki babak paling krusial.

Dari total 260 peserta yang terdiri dari 256 Desa dan 4 Kelurahan se-Kabupaten Lampung Selatan, telah dilakukan penilaian tahap pertama dan mengerucut menjadi 40 besar, dan kini mengerucut lagi menjadi 10 besar final. Dan pada tahap final ini, tim penilai akan menentukan 5 besar terbaik atau best of the best tingkat Kabupaten.

Kabar membanggakan dan mengharumkan nama Kecamatan Palas datang dari Desa Bumi Asih, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.

Desa Bumi Asih berhasil lolos dan masuk dalam 10 besar final, dan berhak mengikuti babak verifikasi lapangan untuk memperebutkan 5 besar terbaik tingkat Kabupaten Lampung Selatan.

Hari ini, Tim Penilai Lomba Desa HELAU Kabupaten Lampung Selatan turun langsung ke Desa Bumi Asih untuk melakukan penilaian verifikasi lapangan Tahap II. Kedatangan tim disambut meriah dengan semangat gotong royong warga yang luar biasa.

Fokus penilaian kali ini adalah pada aspek HIJAU. Dan inilah yang membuat tim penilai benar-benar terpukau dan terkagum-kagum.

Konsep HELAU sendiri memiliki lima indikator utama. Aspek Hijau menitikberatkan pada kelestarian dan penghijauan lingkungan desa. Dan Desa Bumi Asih membuktikan bahwa HIJAU bukan sekadar dokumen, tapi budaya yang hidup di masyarakat.

Pantauan di lapangan, sepanjang jalan lingkungan, halaman rumah warga, hingga kantor desa, Desa Bumi Asih disulap menjadi hamparan keindahan yang sangat memukau.

Seperti terlihat dalam foto yang diterima redaksi, hamparan bunga Marigold kuning keemasan dan bunga kertas warna-warni tumbuh subur dan tertata rapi di sepanjang drainase dan jalan desa. Hijau dengan keindahan, sangat memukau, bersih, asri dan tertata. Inilah bukti nyata bahwa warga Bumi Asih benar-benar menjaga kelestarian lingkungan.

Tidak hanya bunga, aspek HIJAU yang UNGGUL dan PRODUKTIF juga terlihat dari potensi alam desa. Warga bersama-sama memanen buah Lontar / Buah Lontar (Siwalan) yang melimpah, hasil dari kebun desa yang lestari. Buah-buahan yang tertata rapi di atas terpal, dikelilingi anak-anak dan ibu-ibu PKK yang penuh canda tawa, menjadi pemandangan Lestari dan Unggul yang sesungguhnya. Ini adalah perpaduan sempurna antara Hijau, Elok, Lestari dan Unggul.

Salah satu Tim verifikasi yang melihat langsung dan berbisik mengaku terpukau.”Wahhh!! Desa Bumi Asih ini hijau nya hidup, bukan settingan. Bunga nya dimana-mana, bersih, warganya kompak. Ini nilai plus plus untuk HELAU,” bisik salahsatu tim verifikasi di lapangan.

Sesuai arahan Bupati Radityo Egi Pratama, Lomba Desa HELAU bukan sekadar kompetisi seremonial, melainkan gerakan kolektif yang mendorong pembangunan desa berbasis kreativitas dan partisipasi masyarakat dengan hadiah pembangunan infrastruktur bagi desa pemenang.

Kepala Desa Bumi Asih Poniran Optimis Juara

Kepala Desa Bumi Asih, Poniran, saat dikonfirmasi mengaku sangat optimis desanya akan menjadi juara dan masuk 5 besar, bahkan juara 1 tingkat Kabupaten Lampung Selatan.

Menurutnya, capaian masuk 10 besar ini bukan kerja kepala desa semata, melainkan buah dari kekompakan seluruh warga.

“Alhamdulillah dari 260 desa dan kelurahan kita bisa masuk 10 besar. Saya optimis Desa Bumi Asih akan menjadi juara. Ini semua berkat gotong royong, guyub rukun warga masyarakat. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, RT, Kadus, BPD, Karang Taruna, ibu-ibu PKK yang telah bahu membahu mensukseskan HELAU ini,” tegas Poniran dengan penuh semangat, meniru semangat yang sama saat desanya berhasil masuk final.

Di bawah kepemimpinan Poniran, Desa Bumi Asih memang terlihat berbenah total. Aspek Hijau dengan penataan lingkungan yang wahhh, Elok dengan kebersihan dan keindahan desa yang memukau, Lestari dengan pelestarian budaya, Aman dengan kerukunan warga, dan Unggul dengan pemberdayaan UMKM dan potensi buah lontar serta bunga hias ditampilkan maksimal.

Dengan modal HIJAU yang sangat memukau dan kekompakan warga, Desa Bumi Asih Kecamatan Palas sangat layak untuk menjadi juara Lomba Desa HELAU Tahun 2026 dan mendapatkan hadiah infrastruktur dari Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. ( * )

Continue Reading

Trending