Connect with us

Lampung Selatan

Suhadirin Anggota DPRD Mengelar Sosialisasi Pembinaan Idiologi Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan

Published

on

Suhadirin Anggota DPRD Mengelar Sosialisasi Pembinaan Idiologi Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Suhadirin anggota fraksi Nasdem DPRD Lampung Selatan menggelar sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di daerah pemilihan(Dapil 1) Kalianda-Rajabasa.

Sosialisasi pembinaan IPWK ini berlangsung di Rt: 01 / LK: 04 Kelurahan Way Lubuk Kalianda Lampung Selatan, Jum’at sore (14/3/2025) .

Ratusan orang peserta hadir pada acara sosialisasi ini diantaranya Lurah Way Lubuk, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, kepala lingkungan, ketua RT dan para undangan.

Meski tengah berpuasa, warga Kelurahan Way Lubuk Kalianda Lampung Selatan antusias menyimak sosialisasi pembinaan IPWK yang dilakukan oleh anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Nasdem. Acara makin meriah ketika anggota komisi II DPRD Lamsel ini membuat kuis berhadiah.

Kegiatan ini memiliki landasan hukum yakni Permendagri 71 tahun 2012 tentang pedoman pendidikan wawasan kebangsaan pasal 1 Ayat: Pertama, Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa indonesia tentang diri dan lingkungannya mengutamakan persatuan Dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah yang dilandasi pancasila, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kedua, Permendagri 84 Tahun 2022 tentang pedoman penyusunan APBD 2025.

Ketiga, Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan nomor 9 tahun 2022 tentang APBD Kabupaten Lampung Selatan tahun anggaran 2025. Keempat, peraturan bupati (Perbub) Kabupaten Lampung Selatan nomor 83 tahun 2022 tentang penjabaran APBD Kabupaten Lampung Selatan tahun anggaran 2025.

Supana Spd sebagai pemateri pada sosialisasi IPWK ini menyebutkan Ideologi pancasila adalah kumpulan nilai dan norma yang menjadi landasan keyakinan dan cara berpikir untuk mencapai tujuan berdasarkan lima sila.

Mantan Kepala SDN Palembapang Kalianda ini menjelaskan fungsi pancasila adalah sebagai ideologi negara yakni menyatukan bangsa indonesia, memperkokoh dan memelihara kesatuan dan serta persatuan. Membimbing dan mengarahkan bangsa indonesia dalam mencapai tujuan bernegara.

Pancasila juga berfungsi memberi kemauan guna memelihara dan mengembangkan identitas bangsa indonesia.

Menerangi serta mewujudkan keadaan, kritis terhadap adanya upaya dalam mewujudkan cita-cita dalam pancasila. Pancasila Sebagai pedoman dalam kehidupan bangsa indonesia upaya menjaga keutuhan dan memperbaiki kehidupan bangsa indonesia.

“Peranan pancasila itu sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, filsafat bangsa, kepribadian bangsa. Peranan pancasila sebagai ideologi nasional. Pancasila juga sebagai sumber dari segala sumber hukum dan pancasila juga berperan sebagai tujuan negara, “jelas Pak Usup sapaan akrabnya.

Wawasan kebangsaan, kata Pak Usup, adalah cara pandang bangsa Indonesia dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi jati diri bangsa dan kesadaran terhadap sistem nasional yang bersumber dari pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa dan negara demi mencapai masyarakat yang aman, adil, makmur dan sejahtera. Hakekat wawasan kebangsaan adalah keutuhan nasional

Asas wawasan kebangsaan terdiri dari kepentingan/tujuan yang sama, solidaritas, keadilan, kerjasama, kejujuran, kesetiaan terhadap kesepakatan.

Makna wawasan kebangsaan, lanjut Pak Usup, mengamanatkan kepada semua warga negara untuk menempatkan persatuan, kesatuan dan kepentingan bangsa diatas kepentingan diri sendiri atau kelompok tertentu sehingga dapat mempertahankan keutuhan NKRI berdasarkan bhineka tunggal ika agar terwujudkan bangsa yang maju, sejahtera serta sejajar bangsa lain. Wawasan kebangsaan harus selalu berlandaskan pancasila, yaitu sebagai ideologi bangsa Indonesia serta berhasil menjalankan misi itu ditengah kehidupan tata negara di dunia.

Nilai-nilai Wawasan kebangsaan : menghargai harkat serta juga martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Mencintai tanah air serta bangsa. Demokrasi serta kedaulatan rakyat. Tekad bersama seluruh warga negara mewujudkan Indonesia yang bebas. Merdeka serta bersatu. Masyarakat yang adil dan Makmur serta kesetiakawanan sosial.

“Saya ambil contoh yang ada di Lampung yakni marga legun. Marga legun adalah sebuat potret kelompok adat yang tengah/sedang merawat, menjaga, berkelanjutan budaya yang menjadi identitas kelompok adatnya. Itu masih terasa. Ada istilah Nemui Nyimah yang artinya sikap ramah tamah dan murah hati. Di daerah kita ini menjadi kebanggaan tersendiri. Ada lagi, istilah Nengah Nyappokh maknanya adalah sikap toleran antar sesama dan mudah berbaur dalam masyarakat. Itu menandakan nilai-nilai pancasila yakni rasa persatuan. Itu salah satu contoh yang kami ambil dari marga legun,” pungkasnya.

Kemudian, Plt Lurah Way Lubuk Heru Junaidi ucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran anggota DPRD Lamsel, Suhadirin yang menggelar sosialisasi pembinaan IPWK di daerahnya.

Ia berharap, anggota DPRD Lamsel Suhadirin dapat memfasilitasi baik dari segi pembangunan maupun hal lainnya.

“Terima Kasih kepada bapak Suhadirin telah hadir di lingkungan Way Lubuk. Semoga apa yang akan disampaikan nanti bisa bermanfaat bahi warga kami. Kedepannya, bapak Suhadiri bisa memfasilitasi baik dari segi pembangunan dan hal lainnya, “ungkapnya.

Sementara, Suhadirin ucapkan terima kasih pada hadirin yang telah menyempatkan waktu untuk hadir pada giat sosialisai Pembinaan IPWK ini. Menurut pria yang akrab disapa Bang Ujang ini bahwa warga Kelurahan Way Lubuk adalah orang-orang baik yang pancasilais. Bang Ujang mengingatkan warga setempat untuk saling menghormati agar tercipta harmonisasi di masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak ibu semua. Saya titip pada bapak ibu semua, agar saling menghormati pada tetangga, lingkungan, saudara, kerabat dan teman. Alasannya kenapa? Karena saling menghormati itu merupakan sebuah nilai. Nilai dari pancasila ke dua. Saya yakin Warga Way Lubuk ini sangat pancasilais, “kata Bang Ujang.

 

Penulis : Anesmi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Khenzi Gunawan Bocah Hanyut di Way Pisang Ditemukan Setelah 4 Hari Pencarian ‎

Published

on

By

Khenzi Bocah Hanyut di Way Pisang Ditemukan Setelah 4 Hari Pencarian

Ungkapselatan.com, ‎ Lampung Selatan ‎– Upaya pencarian terhadap Khenzi Gunawan (7), bocah yang hanyut terbawa arus Sungai Way Pisang di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dilakukan pencarian intensif selama empat hari oleh tim gabungan dan masyarakat, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 11.35 WIB.

 

‎Jenazah Khenzi ditemukan di antara tumpukan sampah dan rumpun bambu yang tersangkut pada jembatan beton roboh di Dusun 01, Desa Palas Aji. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari area pencarian yang selama ini menjadi fokus tim gabungan.

 

‎Fendi, warga Dusun Muara Badas, Desa Bangunan, yang turut terlibat dalam pencarian, mengaku sempat menyentuh bagian tubuh korban saat melakukan penyisiran di dasar sungai.

 

‎”Iya benar, saya sempat menyentuh bagian tubuhnya di antara tumpukan sampah di dalam air. Setelah itu saya sampaikan kepada warga yang lain agar titik tersebut dibersihkan dari tumpukan sampah,” ujar Fendi.

 

‎Warga kemudian bergotong royong membersihkan tumpukan sampah yang sudah cukup padat menggunakan peralatan seadanya. Setelah area tersebut terbuka, Amin Syahroni atau yang akrab disapa Alex mencoba menyelam untuk memastikan keberadaan korban.

 

‎Saat kembali ke permukaan, Alex membenarkan bahwa ia telah menemukan jasad korban. Namun proses evakuasi sempat mengalami kendala karena posisi tubuh korban terjepit di antara rumpun bambu yang tersangkut pada jembatan roboh.

 

‎”Saya sudah memegang bagian tubuhnya, namun sulit mengeluarkannya karena posisinya terjepit. Saya minta bantuan satu orang lagi untuk mengangkatnya,” kata Alex.

 

‎Dengan bantuan rekannya, Alex akhirnya berhasil mengevakuasi jasad Khenzi dari lokasi tersebut. Jenazah kemudian diterima oleh Iskandar dan dibawa ke tepi sungai sebelum selanjutnya diantar ke rumah duka menggunakan sepeda motor oleh Kepala Desa Palas Aji, Herri Susanto, bersama petugas pemadam kebakaran.

‎Kepala Desa Palas Aji, Herri Susanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian, mulai dari masyarakat, tim Basarnas, Damkar, anggota Polsek, Koramil, Satpol PP, hingga Banser NU.

 

‎”Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Desa Palas Aji kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu siang dan malam dalam pencarian anak kami. Alhamdulillah korban akhirnya berhasil ditemukan. Kami juga turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga,” ujar Herri Susanto.

 

‎Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur dan masyarakat setempat resmi berakhir. Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Desa Palas Aji yang sejak hari pertama terus mengikuti perkembangan pencarian.(Joe).

Continue Reading

Trending