Connect with us

Lampung Selatan

Diduga Lecehkan Seorang Gadis, LBH Sabu-Sel Selaku Kuasa Hukum Kades Palas Bangunan Turut Angkat Bicara

Published

on

Diduga Lecehkan Seorang Gadis, LBH Sabu-Sel Selaku Kuasa Hukum Kades Palas Bangunan Turut Angkat Bicara

Ungkapselatan. com, Lampung Selatan – Adanya dugaan pelecehan terhadap DS seorang gadis asal Kabupaten Tanggamus oleh oknum Kades Palas Bangunan Isnaini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sai Bumi Selatan (Sabu-Sel) selaku kuasa hukum turut angkat bicara.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Ketua LBH Sabu-Sel Hasanuddin, S.H melalui Wakil Divisi Advokasi & Konsultasi Fernando, S.H menyatakan, permasalahan ini di serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum dan proses permasalahannya masih panjang.

“Terbukti atau tidaknya persoalan ini perkara masih dalam proses, kita tidak bisa menerka-nerka, apakah betul betul klien kita ini melakukan sebagaimana yang dituduhkan kepadanya,” ujarnya.

Wakil Divisi Advokasi dan Konsultasi LBH Sabu-Sel itu juga meminta kepada masyarakat desa bangunan untuk bersabar menunggu proses hukum yang tengah berlangsung.

“Intinya Persoalan ini masih dalam proses hukum. Negara kita megara hukum, saya berharap masyarakat tidak terprovokasi karena ini tahun politik, khawatirnya dikait-kaitkan, karena tidak menutup kemungkinan dalam persoalan ini ditumpangi, istilahnya ada penumpang gelap yang bisa memprovokasi, membuat hasut,” tutupnya. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending