Connect with us

Lampung Selatan

Silaturahmi dengan Bupati, Kepala Kantor Imigrasi Siap Bersinergi Bersama Pemkab Lampung Selatan  

Published

on

Silaturahmi dengan Bupati, Kepala Kantor Imigrasi Siap Bersinergi Bersama Pemkab Lampung Selatan

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kalianda yang baru, Canon Tumpal Luhut Simarmata, menyatakan siap bersinergi dalam membangun Lampung Selatan.

Hal itu disampaikan Canon Tumpal Luhut Simarmata saat bersilaturahmi bersama Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, di ruang kerja bupati setempat, Kamis (5/9/2024).

“Sebagai kepala kantor yang baru, tentu saya berharap untuk dapat berkolaborasi bersama pemerintah daerah dalam membangun Lampung Selatan yang lebih maju,” ujar Canon Tumpal.

Menurutnya, melalui sinergi, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kalianda akan dapat meningkatkan performa dalam pelayanan, sehingga berdampak pada kenaikan kelas kantor imigrasinya.

“Untuk itu, kami benar-benar membutuhkan dukungan juga kolaborasi dari pemerintah kabupaten, agar kita dapat meningkatkan kualitas kantor imigrasi ini,” kata Canon Tumpal Luhut Simarmata.

Sementara, Nanang Ermanto menyambut hangat niat baik yang dibawa oleh Kepala Kantor Imigrasi tersebut. Nanang mengatakan, sinergi dan kolaborasi antarlembaga memang harus terus diperkuat.

“Tentunya, dukungan itu akan kami berikan, dan kami pun percaya, jika melalui kolaborasi ini kita dapat bersama-sama membawa kemajuan bagi Lampung Selatan,” ucap Nanang Ermanto. (Saman/kmf)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending