Connect with us

Lampung Selatan

Debat Calon Bupati Lam-sel 2024 bisa menjadi salah satu refrensi untuk masyarakat dalam menentukan pilihan.

Published

on

Debat Calon Bupati Lam-sel 2024 bisa menjadisalah satu refrensi untuk masyarakat dalammenentukan pilihan.

 

Ungkapselatan.com, Taman Baru, penengahan, 22 Oktober 2024

Debat publik calon Bupati Lampung Selatan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 20 Oktober 2024 mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan masyarakat. Dalam debat tersebut, seluruh kandidat secara terbuka memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka di hadapan panelis serta masyarakat Lampung Selatan yang menyaksikan langsung maupun melalui siaran media.

Salah satu pemuda di Desa Taman Baru Kec. Penengahan, Doni Afandi S.E, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan debat ini yang dinilainya berjalan lancar dan memberikan pencerahan kepada publik. “Debat ini berhasil menampilkan perbedaan pandangan dari masing-masing calon terkait isu-isu strategis seperti pembangunan infrastruktur, Pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini memberikan referensi bagi masyarakat dalam menentukan pilihan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Doni Afandi, juga menyoroti kemampuan komunikasi dari masing-masing calon. “Terlihat Salah satu calon tampak sangat percaya diri dan mampu menyampaikan program mereka dengan jelas. Ini penting karena pemimpin yang baik harus mampu menjelaskan kebijakan mereka kepada masyarakat, dan harus berdasarkan data dan fakta, serta sesuai dengan apa yang dibutuhkn masyarakat”

Jika momentum dan agenda kegiatan dialog terbuka seperti ini terus diciptakan saya optimis Masyarakat akan menilai secara rasional terhadap kandidat calon bupati lampung selatan. “Dari debat ini, kita jadi lebih paham siapa yang paling siap memimpin daerah kita. Harapan kita, siapapun yang terpilih nanti, harus bisa mewujudkan janji-janji yang telah disampaikan,” ungkapnya.

kita berharap di debat selanjutnya juga akan dibahas terkait tema Adat Budaya dan kearifan lokal di lampung selatan yang seharusnya ini menjadi salah satu identitas Kabupaten lampung selatan yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang cukup kental. Bagaimana Konsep sinergisitas yang akan di bangun antara pemerintah dengan Masyarakat adat Sai Batin yang ada di lampung selatan, yang selama ini suara masyarakat adat mungkin kurang di dengar bahkan cenderung hanya jadi ajang manfaat saat momentum tertentu, dan hanya menjadi agenda ceremonial.

“saya rasa ini juga perlu menjadi perhatian, mengingat diera globalisasi yang terus berkembang, jangan sampai adat dan budaya kita tergerus karna tidak adanya sinergisitas antara masyarakat adat dengan pemerintah daerah. Ujar Doni Afandi Gelar/Adok Kekhiya Pukhba Makuta salah satu paksi di marga ratu keratuan ratu menangsi”.

Secara umum, debat calon Bupati Lampung Selatan 2024 ini dipandang sebagai langkah positif dalam memperkuat demokrasi lokal. Masyarakat kini dihadapkan pada pilihan yang lebih jelas dan terarah dalam menentukan siapa pemimpin terbaik yang akan memajukan daerah ke depan. ( * )

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending