Connect with us

Lampung Selatan

Ali Wardana Gelar Sosialisasi IPWK di Penengahan, Ajak Warga Amalkan Nilai Pancasila

Published

on

Ali Wardana Gelar Sosialisasi IPWK di Penengahan, Ajak Warga Amalkan Nilai Pancasila

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan –Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan, Ali Wardana, SE., menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, pada Rabu (19/3/2025)

 

Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 warga dari Kecamatan Penengahan ini juga turut dihadiri oleh Staf Ahli DPRD Provinsi Lampung Wahyu Fauzi Silalahi (WFS) yang diwakili Yunizar Adha, perwakilan Pemerintah Desa Pasuruan Irawan, Kepala Dusun Jati Bening Dandi, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Irawan menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Desa Pasuruan yang berhalangan hadir. Ia juga menyampaikan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan tersebut

“Kami dari Pemerintah Desa Pasuruan tentu mendukung sepenuhnya kegiatan yang digagas oleh Bapak Ali Wardana. Mudah-mudahan materi yang disampaikan nanti bisa memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujar Irawan.

Sementara itu, Kadus Jati Bening, Dandi, mewakili warga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang selama ini diberikan oleh Ali Wardana.

“Kami masyarakat Dusun Jati Bening hanya bisa mendoakan agar Bapak Ali dan keluarga senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, dan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ucap Dandi penuh haru.

Dalam kesempatan tersebut, Yunizar Adha selaku perwakilan dari Staf Ahli DPRD Provinsi Lampung menyampaikan bahwa masyarakat Penengahan patut berbangga memiliki wakil rakyat seperti Ali Wardana.

“Kita harus bangga kepada beliau dan jangan segan untuk menyampaikan aspirasi. Semoga ke depan Bapak Ali Wardana terus menyerap dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat di dapilnya,” ujarnya.

 

Ali Wardana, SE., yang merupakan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) III meliputi Kecamatan Penengahan, Bakauheni, Ketapang, dan Sragi, menyatakan komitmennya untuk terus hadir dan berjuang demi kepentingan rakyat.

“Saya tidak banyak berjanji dan tidak akan memberikan harapan kosong. Yang penting apa pun yang saya lakukan harus bermanfaat bagi masyarakat,” tegas politisi dari Fraksi Partai Gerindra itu.

Ia juga menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita bisa mengamalkan norma-norma Pancasila, hidup kita akan lebih bermakna dan kerukunan akan terjalin dengan baik. Kita harus menjadi manusia yang adil dan beradab, menjaga kebersamaan dan saling menghormati,” katanya.

Menutup sambutannya, Ali Wardana yang juga dikenal sebagai pengusaha Tanjung Tani ini berharap dapat terus menjalin silaturahmi dengan masyarakat, khususnya di momen-momen keagamaan.

“InsyaAllah kita bisa dipertemukan di hari yang Fitri dan Ramadhan mendatang,” pungkasnya.(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending