Connect with us

Lampung Selatan

Jalan Mulus Warga Ucapakan Terimakasih Kepada Bupati Radityo Egi Pratama Dan PT. Rajabasa Bersemi

Published

on

Jalan Mulus Warga Ucapakan Terimakasih Kepada Bupati Radityo Egi Pratama Dan PT. Rajabasa Bersemi

Ungkapselatan.com, LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bangun jalan Satria 3, jalan Raden Imba dan jalan lingkar pasar pasuruhan Desa Pasuruhan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan.

Pembangunan jalan ini telah dinanti masyarakat setempat selama belasan tahun, di tahun 2025 ini impian warga terealisasi dengan baik.

Untuk itu, Masyarakat Desa Pasuruhan Kecamatan penengahan Lampung gelar syukuran atas dibangunnya jalan Satria 3, jalan Raden Imba dan jalan lingkar pasar pasuruhan oleh pemerintah daerah Lampung Selatan dengan motong nasi tumoeng dan bancakan bersama, Sabtu (25/10/2025).

Acara syukuran ini dihadiri juga Anggota DPRD Lamsel Fraksi Gerindra Ali Wardana, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat desa dan puluhan warga Dusun Pasuruhan Atas Desa Pasuruhan.

Kepala Desa Pasuruhan dalam sambutannya menyampaikan acara syukuran ini diadakan atas inisiasi warga dan merupakan wujud rasa syukur atas dibangunnya jalan ini.

Pembangunan jalan ini, kata Sumali, telah diusulkan berulang kali, berkat dorongan dari berbagai pihak pada tahun ini terlaksana.

“Alhamdulillah pembangunan jalan kita ini betul-betul terealisasi okeh karena itu kita patut bersyukur dan kita ucapkan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan bapak Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati bapak M. Syaiful Anwar. anggota DPRD Lamsel Fraksi Gerindra bapak Ali Wardana dan PT. Rajabasa Bersemi yang Telah Melaksanakan Pembangunan dengan Baik, Mari kita dukung program-program beliau,”kata Sumali.

Sumali mengajak warga setempat untuk menjaga jalan yang telah dibangun tersebut dan selama beberapa hari kedepan tidak boleh dilintasi kendaraan.

“Kita harus sama-sama jaga. Jalan ini jalan kita bersama. Karena jalan ini baru selesai di cor untuk beberapa hari kedepan kita tidak boleh dilintasi kendaraan roda maupun roda empat, jika ada yang mau melintas, halangi! Supaya jalan kita ini awet dan terpelihara.

Sekali lagi, Kami atas nama pemerintah desa dan warga ucapkan terima kasih pada bapak Bupati Radityo Egi Pratam, “ungkap Kades Pasuruhan.

Pada acara syukuran ini, secara kompak warga yang hadir ucapkan terima kasih pada Bupati Lampung Selatan.

“Kami masyarakat dusun pasuruhan atas desa pasuruhan mengucapkan terima kasih kepada bupati bapak egi radityo pratama, Wakil Bupati bapak Syiful Anwar dan Anggota DPRD Lamsel Fraksi Gerindra Ali Wardana. Semoga sehat sukses selalu, amin. Lampung Selatan Maju, Bismillah BISA. Kami juga ucapkan terima kasih kepada PT. Rajabasa Bersemi yang melaksanakan pembangunan jalan desa kami,”Ucap para warga.

Pada kesempatan ini dihadapan warga perwakilan pekerja dari PT. Rajabasa Resmi menghimbau warga untuk tidak melintasi jalan rabat beton untuk sementara waktu.

” Kami minta warga untuk sementara waktu tidak melintasi jalan ini dengan menggunakan kendaraan. Untuk kendaraan roda dua, bisa melintas setelah satu minggu setelah pengecoran. Kalau kendaraan roda empat itu dua puluh delapan hari baru bisa dilewati, “jelasnya.

Penulis : Anesmi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending