Connect with us

Lampung Selatan

Pembangunan Jamban Di SDN 1 Mekar Mulya Habiskan Anggaran Ratusan juta

Published

on

 

Pembangunan Jamban Di SDN 1 Mekar Mulya Habiskan Anggaran Ratusan jut

Ungkapselatan. com, Lampung selatan – Proyek Pembangunan Toilet (Jamban) di SDN 1 Mekar Mulya Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Diduga Sarat Kejanggalan, Kucuran Darimana Anggaran tersebut tidak tertuang dalam papan proyek Hanya Mencantumkan Dinas Pendidikan Lamsel Tahun Anggaran 2025 ini disinyalir tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) . Dan minim pengawasan dari pihak terkait.

Dugaan ini mencuat setelah tim Awak Media Memantau proyek menemukan berbagai ketidaksesuaian di lapangan. Salah satunya terkait bahan material bangunan Seperti yang ditemukan Besi Dan Paralon Tidak sesuai speak.

Sementara SUTONO salah satu Pekerja yang mengaku sebagai Tukang saat diwawancarai dilokasi, Mengatakan ,
” Kami bekerja sudah 20 hari Dimulai dari titik Nol pak, Diawal Jumlah pekerja 9 Orang hanya bekerja selama 15 Hari pak, itupun kebanyakan orang menurut saya malah ribet karena ini pekerjaan Finishing Jadi kita kerja hanya 3 orang, “ungkap sutono. Sabtu (25/10/2025).

Lanjut Sutono, “Karena kepala Tukang bukan saya melainkan Pak KOTIB dia orang Sukaraja pak, kami kerja diawal 9 orang Selama 15 hari waktu minggu kemarin dengan 4 Tukang lalu kulinya 5 orang , Untuk besaran gaji Tukang Rp. 150.000, sedang gaji Kuli Rp. 100.000″, ” beber sutono.

*Mengenai Ukuran Bangunan dan rincian Material*:

Dalam pengakuannya Sutono Menjelaskan , ” Bila ukuran bangunan tersebut 7 X 4 Meter, untuk cincin ukuran 6 (kes) dan untuk besi ukuran 10 (kes) bisa dipastikan dan dijamin pak, “ungkap sutono.

Dari hasil penelusuran dilapangan, Pekerja yang mengaku sebagai Tukang menyebut bahwa jumlah pekerja yang dilibatkan dalam proyek tersebut sebanyak 9 orang. Namun faktanya, dari tiga kali kunjungan ke lokasi, tim hanya menemukan tiga orang pekerja yang aktif bekerja. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kewajaran penggunaan anggaran untuk upah kerja dan dugaan adanya mark-up.

Dengan Hal Tersebut Salah Seorang Warga Mekar Mulya Yang Enggan Disebutkan Namanya Mengatakan pembangunan proyek tersebut tidak seimbang dibanding basaran nominal anggaran yang telah dikucurkan oleh pemerintah.

“Melihat progres hasil pekerjaan proyek itu saya rasa tidak sepadan dengan nominal anggaran yang telah dikucurkan pemerintah, kalau hanya membangun Toilet seperti itu, tidak harus 198 juta sudah cukup, “lanjutnya.

Padahal, Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.198.206.121,97 untuk pembangunan Sarana, Prasaan Dan Utilitas Sekolah Atau Pembangunan TOILET (Jamban) tersebut.

Mengenai hal tersebut, Proyek ini sebagai bentuk pembiaran yang disengaja.

Dirinya juga menyoroti sikap kontraktor pelaksana yang menurut dia hanya mengejar keuntungan tanpa sedikit pun menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan.

“Ini bukan hanya soal buruknya hasil kerja, tapi soal mental pemborong. Mereka enak mengantongi untung besar dari dana negara, dengan memakai Material Besi yang Tidak sesuai ukuran apalagi Paralon kelihatan Yang murahan,” unkapnya .

Ia juga menyebut pihak terkait bisa dikatakan gagal dalam melakukan pengawasan. Seolah tutup mata terhadap hasil kerja yang mencederai semangat reformasi Dalam pembangunan di daerah.

Lebih dari sekadar itu, dikatakannya kondisi ini mencerminkan praktik pembiaran sistemik, Dana ratusan juta dari Pemerintah seharusnya menjadi solusi.

“Kontraktor seperti ini tidak layak lagi diberi kepercayaan. Harus ada tindakan tegas. Audit pekerjaan, buka ke publik, dan jika terbukti ada penyelewengan, proses secara hukum,” tandasnya.

(tim)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Tiang Penyangga Listrik Patah di Sukaraja, Tim PLN Palas Bergerak Cepat Lakukan Perbaikan ‎

Published

on

By

Tiang Penyangga Listrik Patah di Sukaraja, Tim PLN Palas Bergerak Cepat Lakukan Perbaikan

 

‎Ungkapselatan.com, Palas – Tim Jaga PLN Palas dari ULP Kalianda bergerak cepat menangani tiang penyangga jaringan listrik yang patah di depan gardu dekat Balai Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (13/7/2026).

‎Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas segera mendatangi lokasi untuk mengamankan area dan melakukan penggantian tiang penyangga yang rusak. Untuk menjaga keselamatan selama proses perbaikan, aliran listrik di sekitar lokasi sempat dipadamkan sementara.

‎Agus, anggota Tim Jaga PLN Palas, mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan penanganan guna mencegah risiko yang lebih besar bagi masyarakat.

‎”Sebelum membahayakan masyarakat, kami langsung bergerak cepat mengganti tiang penyangga yang patah. Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami,” ujar Agus.

‎Ia menjelaskan bahwa tiang penyangga tersebut sebenarnya sudah masuk dalam jadwal penggantian. Namun, sebelum proses pergantian dilakukan, tiang tersebut lebih dahulu mengalami kerusakan hingga patah.

‎Menurut Agus, pemadaman listrik yang dilakukan hanya bersifat sementara dan merupakan bagian dari prosedur keselamatan kerja. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut diperlukan agar proses perbaikan dapat berlangsung dengan aman tanpa membahayakan petugas maupun warga sekitar.

‎Secara tidak langsung, Agus menyampaikan bahwa tindakan cepat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan tiang roboh dan menghindari gangguan yang dapat membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

‎PLN juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kerusakan pada jaringan listrik. Berkat respons cepat Tim Jaga PLN Palas, proses penggantian tiang penyangga berhasil diselesaikan dengan aman dan jaringan listrik kembali beroperasi normal. Langkah ini menjadi bukti komitmen PLN dalam menjaga keandalan pelayanan serta keselamatan masyarakat.(joe)

Continue Reading

Trending