Connect with us

Lampung Selatan

Khenzi Gunawan Bocah Hanyut di Way Pisang Ditemukan Setelah 4 Hari Pencarian ‎

Published

on

Khenzi Bocah Hanyut di Way Pisang Ditemukan Setelah 4 Hari Pencarian

Ungkapselatan.com, ‎ Lampung Selatan ‎– Upaya pencarian terhadap Khenzi Gunawan (7), bocah yang hanyut terbawa arus Sungai Way Pisang di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dilakukan pencarian intensif selama empat hari oleh tim gabungan dan masyarakat, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 11.35 WIB.

 

‎Jenazah Khenzi ditemukan di antara tumpukan sampah dan rumpun bambu yang tersangkut pada jembatan beton roboh di Dusun 01, Desa Palas Aji. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari area pencarian yang selama ini menjadi fokus tim gabungan.

 

‎Fendi, warga Dusun Muara Badas, Desa Bangunan, yang turut terlibat dalam pencarian, mengaku sempat menyentuh bagian tubuh korban saat melakukan penyisiran di dasar sungai.

 

‎”Iya benar, saya sempat menyentuh bagian tubuhnya di antara tumpukan sampah di dalam air. Setelah itu saya sampaikan kepada warga yang lain agar titik tersebut dibersihkan dari tumpukan sampah,” ujar Fendi.

 

‎Warga kemudian bergotong royong membersihkan tumpukan sampah yang sudah cukup padat menggunakan peralatan seadanya. Setelah area tersebut terbuka, Amin Syahroni atau yang akrab disapa Alex mencoba menyelam untuk memastikan keberadaan korban.

 

‎Saat kembali ke permukaan, Alex membenarkan bahwa ia telah menemukan jasad korban. Namun proses evakuasi sempat mengalami kendala karena posisi tubuh korban terjepit di antara rumpun bambu yang tersangkut pada jembatan roboh.

 

‎”Saya sudah memegang bagian tubuhnya, namun sulit mengeluarkannya karena posisinya terjepit. Saya minta bantuan satu orang lagi untuk mengangkatnya,” kata Alex.

 

‎Dengan bantuan rekannya, Alex akhirnya berhasil mengevakuasi jasad Khenzi dari lokasi tersebut. Jenazah kemudian diterima oleh Iskandar dan dibawa ke tepi sungai sebelum selanjutnya diantar ke rumah duka menggunakan sepeda motor oleh Kepala Desa Palas Aji, Herri Susanto, bersama petugas pemadam kebakaran.

‎Kepala Desa Palas Aji, Herri Susanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian, mulai dari masyarakat, tim Basarnas, Damkar, anggota Polsek, Koramil, Satpol PP, hingga Banser NU.

 

‎”Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Desa Palas Aji kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu siang dan malam dalam pencarian anak kami. Alhamdulillah korban akhirnya berhasil ditemukan. Kami juga turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga,” ujar Herri Susanto.

 

‎Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur dan masyarakat setempat resmi berakhir. Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Desa Palas Aji yang sejak hari pertama terus mengikuti perkembangan pencarian.(Joe).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Reklame Di Kecamatan Palas Di Duga Banyak Tak Kantongi Izin

Published

on

By

Reklame Di Kecamatan Palas Di Duga Banyak Tak Kantongi Izin

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan– Pemandangan reklame liar yang berdiri di sepanjang badan jalan, bahu jalan, median jalan, bahkan menempel di tiang listrik dan pohon di wilayah Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan semakin menjamur dan meresahkan. Hasil investigasi tim media menemukan, puluhan reklame komersial tersebut diduga ILEGAL karena tidak memiliki Izin Penyelenggaraan Reklame dan tidak membayar Pajak Reklame.

Salah satu contoh temuan berada Di: Jalan Desa Bumi Restu , Kecamatan Palas. Reklame dengan ukuran
-+100 cmX50cm
dengan konstruksi besi permanen berdiri tepat di Ruang Milik Jalan (Rumija) tanpa dilengkapi stiker nomor ijin, QR Code perizinan, dan tanpa setoran pajak ke Bapenda.

Padahal aturannya sangat jelas dan tegas.

Pembangunan reklame di sepanjang jalan diatur tegas dalam:

a. Undang-Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Pasal 63
> Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam Ruang Manfaat Jalan (Rumaja) dan Ruang Milik Jalan (Rumija). Ancaman pidana kurungan.

b. Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan, Pasal 38
> Ruang Milik Jalan (Rumija) hanya diperuntukkan bagi median, bahu jalan, saluran tepi jalan. Pemanfaatan Rumija untuk reklame wajib mendapat Izin dari Penyelenggara Jalan (Dinas PU / BPJN) dan tidak boleh mengganggu fungsi jalan dan keselamatan pengguna jalan.

c. UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 28
> Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, APILL, dan Penerangan Jalan. Reklame yang silau, menutup rambu, dan berdiri di tikungan adalah pelanggaran LLAJ.

Reklame yang ditemukan di Palas ini berdiri di bahu jalan, menempel di tiang PJU, dan dekat dengan kabel listrik PLN. Ini sangat membahayakan dan jelas melanggar ketiga UU di atas.

Dari sisi perpajakan, reklame liar ini jelas merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lampung Selatan.

Dasarnya:

Undang-Undang No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), Pasal 48 – Pasal 58 tentang Pajak Reklame

> Objek Pajak Reklame adalah semua penyelenggaraan reklame. Subjek Pajak adalah orang pribadi atau Badan yang menyelenggarakan reklame. Wajib Pajak wajib membayar Pajak Reklame dengan Nilai Sewa Reklame (NSR) dihitung dari Luas x Lokasi x Sudut Pandang x Lama.

Perda Kabupaten Lampung Selatan No. 03 Tahun 2011 jo. Perda No. 08 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Di dalam Perda tersebut ditegaskan, setiap penyelenggaraan reklame komersial wajib memiliki Izin dari DPMPTSP dan SKPD Pajak dari Bapenda. Masa berlaku ijin 1 tahun dan wajib diperpanjang.

Jika tidak bayar, maka dikenakan denda administratif 2% per bulan dan penertiban paksa oleh Satpol PP.

Faktanya, berdasarkan konfirmasi ke DPMPTSP dan Bapenda Lampung Selatan (dalam proses permintaan informasi publik), reklame di titik tersebut tidak terdaftar sebagai Wajib Pajak Reklame. Artinya, sudah bertahun-tahun tidak bayar pajak dan PAD bocor.

Atas temuan ini, kami dari Tim Media meminta dengan tegas:

1. Kepada DPMPTSP Lampung Selatan: Buka secara transparan data reklame berizin di Kecamatan Palas. Berapa jumlah yang resmi dan berapa yang liar.

2. Kepada Bapenda Lampung Selatan: Lakukan pendataan ulang dan penagihan paksa pajak reklame. Jangan biarkan vendor nakal meraup untung tapi tidak bayar pajak.

3. Kepada Satpol PP Lampung Selatan: Sesuai Perda No. 3 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, Satpol PP berwenang membongkar reklame ilegal yang berdiri di Rumija dan tidak berizin. Segera lakukan operasi penertiban di jalur Palas – Sragi.

4. Kepada Dinas PU dan BPJN: Berikan sanksi kepada pemilik reklame yang memanfaatkan Rumija tanpa izin dan membahayakan pengguna jalan.

Hingga berita ini ditayangkan, pemilik reklame belum berhasil dikonfirmasi. Tim media masih berupaya menghubungi pihak DPMPTSP, Bapenda, dan Satpol PP Lampung Selatan untuk mendapatkan klarifikasi resmi.

Jika dalam 7×24 jam tidak ada tindakan penertiban, kami akan melaporkan temuan ini secara resmi ke Komisi Informasi, Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, dan Ombudsman RI Perwakilan Lampung terkait dugaan pembiaran reklame ilegal dan kebocoran PAD.
(Tim)

Continue Reading

Trending