Connect with us

Lampung Selatan

Anggota DPRD Ahmad Al-Akhran, Gelar Kegiatan IPWK, Bejo Sumbang 5 Juta Rupiah Untuk Pembangunan Jembatan

Published

on

Anggota DPRD Ahmad Al-Akhran, Gelar Kegiatan IPWK, Bejo Sumbang 5 Juta Rupiah Untuk Pembangunan Jembatan

Ungkapselatan.com, Palas – Ahmad Al-Akhran, Selaku Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) dari Fraksi Partai Golkar Komisi ll menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Desa Palas Aji Rt 001 Dusun 001 , Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, ketua BPD, aparatur desa, tokoh masyarakat, warga Desa Palas pasemah, Rejomulyo dan Desa Bangunan.

Di sela-sela kegiatan IPWK penguatan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan, kegiatan itu juga dimanfaatkan sebagai wadah penyampaian aspirasi masyarakat.

Kepala Desa Palas Aji, Herri Susanto, mengucapkan terima kasih atas kehadiran anggota DPRD Lamsel Ahmad Al-Akhran di desa yang ia pimpin. Ia berharap sinergi antara pemerintah desa dan DPRD dapat terus terjalin untuk mendukung pembangunan di Desa Palas Aji.

“Semoga dengan hadirnya Pak Ahmad Al-Akhran dapat terus mengawal proposal pembangunan Jembatan Way Pisang yang ambruk akibat banjir. Jembatan tersebut merupakan akses utama para petani menuju areal persawahan, sehingga kami berharap pembangunannya dapat segera terealisasi,” ujar Herri.

Ahmad Al-Akhran mengungkapkan bahwa dirinya telah di Ajak Bapak Tamzili selaku ketua panitia pembangunan untuk meninjau langsung kondisi Jembatan Way Pisang yang rusak akibat banjir.

“Saya sudah langsung turun ke lokasi. Memang jembatannya sudah tidak ada lagi, yang tersisa hanya bekas pondasinya,” kata Al-Akhran.

Ia menjelaskan bahwa usulan pembangunan jembatan tetap disampaikan kepada instansi terkait, baik Dinas Pertanian maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Namun, proses realisasinya diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Kita tetap mengajukan ke Dinas Pertanian dan juga ke Dinas PUPR. Namun, prosesnya bisa memakan waktu sekitar satu tahun. Karena itu, saya menawarkan solusi melalui pembangunan alternatif secara swadaya agar jembatan bisa lebih cepat dibangun. Insyaallah saya juga akan ikut membantu dalam proses pembangunannya,” ujarnya.

Al-Akhran juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong dalam mewujudkan pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kontribusi masyarakat melalui swadaya merupakan bentuk kepedulian yang bernilai ibadah.

“Swadaya itu termasuk sedekah. Insyaallah Allah akan menggantinya dengan rezeki yang lebih baik dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” katanya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili yang di tunjuk oleh masyarakat sebagai ketua pelaksanaan pembangunan jembatan alternatif, mengatakan petani penguna Manfaat jembatan telah berinisiatif membangun jembatan alternatif secara swadaya sebagai solusi sementara agar aktivitas menuju areal persawahan tetap dapat berjalan.

“Masyarakat sudah bergotong royong secara swadaya membangun jembatan Dari Bambu dan saat ini masih dalam tahap pengumpulan anggaran. Alhamdulillah, dengan kedatangan anggota dewan, ada tambahan dukungan anggaran untuk pembangunan jembatan alternatif tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, Tamzili menegaskan bahwa masyarakat tetap berharap pemerintah dapat merealisasikan pembangunan jembatan permanen melalui usulan yang telah diajukan kepada dinas terkait.

“Proposal tetap kami ajukan agar dibangun jembatan yang lebih besar dan permanen, sehingga nantinya alat-alat pertanian dapat melintas dengan mudah menuju area persawahan. Sementara pembangunan jembatan yang diajukan melalui proposal berada di Jalur 2, yang aksesnya jalan nya lebih Lebar dan badan jalan nya sudah siap ,” Ungkap nya

Masih di lokasi yang sama Bejo warga Desa Rejomulyo yang mempunyai garapan ,  sering bekerja di lokasi sawah areal palas aji langsung menyerahkan sumbangan nya sebesar Rp 5 juta di serahkan kepada Ketua panitia di saksikan istrinya

” Ini saya dan istri saya hari ini memberikan sumbangan sebesar lima juta rupiah, untuk pembangunan jembatan kita, ” Pungkas Bejo di dampingi Istri tercinta ( Sam).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Dua Anggota PWI Lampung Selatan Lulus UKW ke-38, Perkuat Barisan Wartawan Berkompetensi

Published

on

By

Dua Anggota PWI Lampung Selatan Lulus UKW ke-38, Perkuat Barisan Wartawan Berkompetensi

Ungkapselatan.com, Lampung – Komitmen meningkatkan profesionalisme wartawan terus ditunjukkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan. Dua anggotanya, Ahmad Dini Eka Saputra dan Angga Prayoga, berhasil dinyatakan berkompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-38 yang digelar PWI Lampung pada 9–10 Juli 2026.

Keduanya lulus pada jenjang Wartawan Muda setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pengujian yang dipimpin penguji bersertifikat dari Dewan Pers.

Dalam UKW tersebut sebanyak 36 wartawan mengikuti uji kompetensi. 31 diantaranya dinyatakan berkompeten baik dijenjang muda dan madya.

Keberhasilan tersebut disambut bangga Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di tubuh organisasi terus berjalan.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Ahmad Dini Eka Saputra dan Angga Prayoga atas keberhasilannya meraih sertifikat kompetensi. Semoga kompetensi yang telah diperoleh menjadi bekal untuk menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, beretika, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Edwin di Balai Solfian Akhmad, Kantor PWI Lampung, Bandarlampung, Jumat (10/7/2026).

Dengan bertambahnya dua wartawan yang dinyatakan kompeten, jumlah anggota PWI Lampung Selatan yang telah mengantongi sertifikat UKW kini mencapai 46 orang. Rinciannya terdiri atas 5 wartawan utama, 13 wartawan madya, dan 28 wartawan muda.

Edwin yang juga pemegang sertifikat Wartawan Utama mengatakan, pencapaian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas organisasi sekaligus menjaga marwah profesi wartawan.

“Alhamdulillah, setiap pelaksanaan UKW selalu ada anggota PWI Lampung Selatan yang berhasil lulus. Ini menunjukkan semangat belajar dan meningkatkan kapasitas profesi terus tumbuh di kalangan anggota,” katanya.

Ia menegaskan, peningkatan kompetensi wartawan merupakan amanah organisasi sekaligus kebutuhan profesi di tengah tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.

Karena itu, PWI Lampung Selatan berkomitmen mendorong seluruh anggotanya mengikuti UKW hingga seluruhnya memiliki sertifikat kompetensi.

“Saat ini masih ada belasan anggota yang belum mengikuti atau belum mengantongi sertifikat UKW. Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah, mitra, dan seluruh stakeholder agar target seluruh anggota PWI Lampung Selatan berkompetensi dapat segera terwujud,” ujarnya.

Edwin juga mengapresiasi konsistensi PWI Lampung yang terus menyelenggarakan UKW meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

“Pelaksanaan UKW memang tidak mudah, mulai dari kuota hingga pembiayaan. Namun PWI Lampung membuktikan komitmennya untuk terus menjaga kualitas wartawan. UKW tidak boleh berhenti dengan alasan apa pun karena ini menjadi fondasi profesionalisme pers,” tegasnya.

Sementara itu, raut bahagia terlihat dari Ahmad Dini Eka Saputra dan Angga Prayoga usai dinyatakan lulus. Selama dua hari pelaksanaan UKW, keduanya harus menuntaskan 11 mata uji yang mengukur kemampuan jurnalistik, mulai dari etika, teknik peliputan, penulisan berita, hingga pemahaman terhadap regulasi pers.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian ujian bisa kami selesaikan dengan baik. Terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak. Semoga ilmu dan sertifikat yang kami peroleh dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dalam menjalankan profesi wartawan,” ujar Angga, diamini Ahmad Dini Eka Saputra.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung, H. Wirahadikusumah, mengingatkan bahwa sertifikat kompetensi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan profesi jurnalistik.

 

Menurutnya, kompetensi harus tercermin dalam praktik jurnalistik sehari-hari melalui penerapan kode etik, disiplin melakukan verifikasi, serta menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

 

Ia menambahkan, di era digital saat ini proses distribusi informasi tidak lagi sepenuhnya berada di tangan wartawan. Karena itu, insan pers harus memperkuat fungsi sebagai clearing house dengan memastikan setiap informasi telah melalui proses verifikasi yang ketat.

 

“Berita itu harus fakta sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan jernih,” ujarnya.***

Continue Reading

Trending