Connect with us

Lampung Selatan

Jalan Palas jaya – Pulau Tengah Kecamatan Palas Sudah Mulus

Published

on

ungkapselatan.com, Palas – Penantian warga Dusun labuhan Desa Palas jaya Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan , untuk mendapatkan infrastruktur jalan yang Mulus, baik dan nyaman , kini sudah di bangun oleh pemerintah daerah mengunakan anggaran APBD tahun 2023, Sabtu, (16/09/2023). 

Pengecoran rabat beton dan Hotmix peningkatkan kualitas jalan yang menghubungkan jalan utama Desa Palas jaya menuju Desa Pulau Tengah  sepanjang 618 meter,  Melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan yang dikerjakan oleh CV.Angkasa Dewantara sudah rampung.

Peningkatan kualitas jalan yang merupakan wilayah Lingkungan  Dusun Labuhan Desa Palas jaya Kecamatan palas disambut gembira oleh masyarakat setempat dan pemerintah desa.

Herwanto. masyarakat Setempat Sangat senang jalan yang ada di depan rumah nya sekarang mulus, yang dulu sering dikeluhkan karena berlubang dan kondisinya rusak parah bahkan ada yang ambles. Kini, masyarakat menjadi lebih antusias, pergi ke mana-mana lebih lancar dan terasa nyaman, serta tidak lagi takut jatuh dari kendaraan karena jalan berlubang.

“Saya ucapkan trimakasih kepada bapak bupati Lampung Selatan H.Nanang Ermanto.yang suda pemerata’an pembangunan infrastruktur ke berbagai pelosok daerah, Pembangunan ini diharapkan akan memicu pertumbuhan ekonomi secara ke depannya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palas khususnya Lampung Selatan umum nya,” Ungkap nya

Jalan poros Lingkungan untuk pertanian yang semula rusak dan kurang nyaman dilalui itu,  kini dapat digunakan masyarakat  secara nyaman.

Mimpi masyarakat terbayar sudah walaupun belum semuanya, perbaikan yang dilakukan Pemerintah Daerah Terealisasi. harapan mereka untuk bisa menggunakan akses jalan yang mulus.ucapnya

Lanjut Herwanto.dirinya mengaku, jika sudah puluhan tahun lamanya jalan poros Desa Palas  jaya ini kondisinya sangat memprihatinkan banyak lubang. baru sekarang terwujud pembangunan di tahun 2023 ini pembangunan jalan seperti sekarang ini.

Sementara Kepala Desa palas jaya Sugiarto saat di konfirmasi Media ini, mengatakan sangat  senang, mendukung Dan menyambut baik dengan adanya perbaikan jalan Cor beton dan Hotmix ini mempermudah akses pertanian maupun ekonomi masyarakat. Sehingga ia sangat berharap program diteruskan dan dilaksanakan di jalan-jalan yang belum di bangun.

Banyak masyarakat Desa Palas jaya yang menyambut dengan suka cita  juga mengapresiasi program Bupati Lampung Selatan , Bpk H.Nanang Ermanto 

“Mereka mengapresiasi program Bupati yang luar biasa, berharap pembangunan dilanjutkan,” Ujar Tutur sapaan akrab nya

Lebih lanjut Sugiarto bersama masyarakat berharap kepada pihak-pihak pengusaha pengilangan padi bila memuat mobil ingin melintasi jalan yang baru di bangun muatan jangan melebihi tonase.

” Mari sama sama kita jaga dan awasi bila ada mobil yang melintas bermuatan tonase nya lebih, kita sama sama tegur,” pungkasnya ( Samsul )

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Diduga Cemari Sungai 3 Tahun Tidak Ada Izin dan IPAL, Pabrik Tahu di Sukamulya Terancam di Tutup Tim GARDA

Published

on

By

Diduga Cemari Sungai 3 Tahun Tidak Ada Izin dan IPAL, Pabrik Tahu di Sukamulya Terancam di Tutup Tim GARDA

Ungkapselatan.com, Palas – Pasca viral di media sosial dan menjadi sorotan pemberitaan media, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan, Yespi Cory, SH., M.M., turun langsung meninjau pabrik tahu di Dusun Jogja, Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, yang diduga mencemari aliran sungai akibat pembuangan limbah tanpa pengelolaan yang memadai, Jumat (19/6/2026).

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh, usaha pengolahan tahu tersebut diduga telah beroperasi selama tiga tahun tanpa mengantongi perizinan yang lengkap. Selain itu, limbah cair hasil produksi disebut-sebut dialirkan langsung ke sungai tanpa melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga menyebabkan air sungai menghitam dan menimbulkan bau tidak sedap yang dikeluhkan warga.

 

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lampung Selatan, Yespi Cory, menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas. Dalam waktu dekat, seluruh pengusaha tahu dan tempe di Kecamatan Palas akan dipanggil untuk diberikan pembinaan sekaligus mencari solusi terkait pengelolaan limbah dan kelengkapan perizinan usaha.

 

“Selasa akan kita kumpulkan semua pengusaha tahu dan tempe termasuk tim GARDA, perizinan, lingkungan, kesehatan. Kita akan mencari solusi,” katanya saat meninjau lokasi, Jumat (19/6/2026).

 

Yespi menegaskan, pemerintah daerah masih memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha untuk memperbaiki pengelolaan lingkungan. Namun, apabila tetap mengabaikan kewajiban yang telah ditetapkan, sanksi tegas hingga penutupan usaha akan diberlakukan.

 

“Nanti kita tutup jika masih membandel, kita ini masih ada toleransi. Nanti IPAL itu seperti Dapur MBG supaya nanti air yang keluar itu jernih dan tidak berbau. Mereka wajib membuat IPAL, kalau tidak diindahkan jelas nanti Tim GARDA yang menutup,” tegasnya.

 

Selain pengelolaan limbah, para pelaku usaha juga diwajibkan menyampaikan laporan secara berkala setiap enam bulan sekali kepada instansi terkait.

 

Sementara itu, Camat Palas, Ns. Rosalina, S.Kep., M.Kep., menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memanggil para pengusaha tahu dan tempe.

 

“Pemdes nanti memanggil semuanya pengrajin tahu tempe di Kecamatan Palas. Semuanya akan diberikan arahan oleh Tim GARDA. Usahanya nyaman, lingkungan juga aman,” ujar Rosalina.

 

Di sisi lain, pemilik usaha tahu, Suroto, mengakui bahwa usahanya telah berjalan selama tiga tahun dan belum memiliki pengelolaan limbah maupun izin resmi dari instansi terkait.

 

“Sudah 3 tahun berjalan. Lahan milik sendiri, untuk izin kita melihat dari hasil usaha kalau sudah mapan baru mengurus izin. Kalau dari lingkungan ini banyak keluarga jadi izin lingkungan belum ada, izin ke desa juga belum ada, dari lingkungan hidup belum,” ungkapnya.

 

Suroto juga menyebut kapasitas produksi usahanya mencapai dua kuintal dalam sekali produksi.

 

“Seharinya 2 kintal,” pungkasnya.

 

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap seluruh usaha pengolahan tahu dan tempe agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek lingkungan hidup. (Tim)

Continue Reading

Trending