Connect with us

Lampung Selatan

Jelang Hari Humas Polri Ke-72, Bidhumas Polda Lampung Tanam Mangrove Jaga Kelestarian

Published

on

ungkapselatan.com, Bandar Lampung – Bidang Hubungan Masyarakat (Bid humas) Polda Lampung bersama TNI, masyarakat sekitar dan tokoh masyarakat melakukan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai Keteguhan, Bandar Lampung. Jumat 13 Oktober 2023.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengatakan kegiatan penanaman mangrove ini dalam rangka menyambut hari jadi Humas Polri ke-72 bertujuan guna menjaga kelestarian pesisir pantai yang ada di Lampung.

“Jadi, kegiatan penghijauan ini supaya udaranya lebih baik dan bersih bagi lingkungan serta menjaga ekosistem ikan di laut dan juga menjaga supaya tidak terjadi abrasi di pantai-pantai”. Ujarmya

Kegiatan penanaman Mangrove ini dilakukan secara serentak oleh Humas Polda dan Polres di seluruh Indonesia, dalam rangka memperingati hari Humas Polri ke-72.

“Seluruh Humas Polda dan Polres melakukan penanaman mangrove di wilayah masing-masing,” Ungkapnya

Umi menambahkan, pihaknya menanam sebayak 1.000 bibit pohon mangrove pagi ini oleh Humas Polda Lampung, dengan jumlah 5.250 keseluruhan pohon beserta Polres/ta jajaran yang di tanam diwilayah masing-masing.

SUMBER : KABIDHUMAS POLDA LAMPUNG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending