Connect with us

Lampung Selatan

Anggota DPRD Ahmad Al Akhran Mengelar IPWK di Desa Sukaraja 

Published

on

Anggota DPRD Ahmad Al Akhran Mengelar IPWK di Desa Sukaraja

Ungkapselatan. com, Lampung Selatan – Anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Golkar H. Ahmad Al Akhran, S.S menggelar sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ( IPWK ) di Desa Sukaraja Kecamatan Palas , Senin (10/11/2025).

 

Kegiatan kali ini dihadiri Pemdes Sukaraja, Ketua Rt, Ketua Lingkungan , dan masyarakat setempat dengan menghadirkan narasumber Bapak Suhardi.

Dalam sambutannya yang di awali salam Pancasila, Ahmad Al Akhran mengajak masyarakat pentingnya menjaga Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita jaga Pancasila sebagai ideologi negara pemersatu bangsa. Tidak hanya dihapalkan tapi di amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” harap Anggota Komisi II DPRD Lampung Selatan.

“Hadir saya disini ingin memastikan bahwa keberagaman, toleransi dan semangat gotong royong masih tetap terjaga di tengah masyarakat, tidak boleh mengaku ‘paling’ benar. Pancasila sebagai ideologi negara mengkamodir apa yang menjadi hak masyarakat dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Al Akhran

 

Sementara narasumber Suhardi Menjelaskan, Ada 4 Pilar yang menjadi dasar negara dan wajib diketahui oleh para generasi muda serta seluruh warga Indonesia. Diantaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.

Lebih lanjut Suhardi Memaparkan, bahwa pentingnya pancasila sebagai ideologi negara serta pentingnya sikap toleransi antar masyarakat. Karena, di tengah – tengah masyarakat, dan lingkungan sekitar, tentu banyak suku, agama, ras dan perbedaan-perbedaan lainnya.

“Maka dengan mengamalkan nilai pancasila ini, kita bisa bersatu dalam kebhinekaan. Perbedaan itu bukan sebagai batasan kita dalam bermasyarakat, justru jadikan perbedaan ini sebagai kekayaan budaya kita. Tanamkan nilai pancasila dan sikap toleransi, maka insya Allah keutuhan bermasyarakat akan selalu terjaga,” tegasnya.

 

(*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending