Connect with us

Lampung Selatan

Bambang Hartono Kembali Terpilih sebagai Ketua FKWKP Periode 2026–2029

Published

on

Bambang Hartono Kembali Terpilih sebagai Ketua FKWKP Periode 2026–2029

 

Ungkapselatan. com, Pringsewu – Bambang Hartono kembali dipercaya memimpin Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pringsewu (FKWKP) untuk periode 2026–2029. Ia terpilih secara musyawarah mufakat dalam Musyawarah Daerah (Musda) FKWKP yang digelar di Kabupaten Pringsewu, Selasa 5/2/2025

Proses Musda berlangsung demokratis, tertib, dan penuh suasana kebersamaan. Seluruh peserta Musda sepakat memberikan mandat kembali kepada Bambang Hartono setelah menilai kinerja, dedikasi, serta konsistensinya dalam menjaga soliditas dan harmonisasi organisasi wartawan di Kabupaten Pringsewu.

Dalam sambutannya usai terpilih, Bambang Hartono menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya oleh seluruh anggota FKWKP.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen dan keikhlasan. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan wartawan yang kembali memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin FKWKP,” ujar Bambang Hartono.

Ia menegaskan bahwa ke depan FKWKP akan terus berupaya meningkatkan profesionalisme wartawan serta memperkuat pemahaman dan penerapan kode etik jurnalistik. Menurutnya, tantangan dunia pers yang semakin kompleks menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kapasitas dan integritas.

“FKWKP harus menjadi rumah bersama bagi insan pers yang independen, berintegritas, dan mampu menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah serta seluruh unsur Forkopimda,” tegasnya.

Bambang juga mengajak seluruh anggota FKWKP untuk tetap solid dan saling menguatkan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Ia menilai kekompakan menjadi kunci utama dalam menjaga marwah pers di daerah.

“Tidak ada organisasi yang kuat tanpa kebersamaan. Mari kita rawat dan perkuat kekompakan ini demi marwah pers di Kabupaten Pringsewu,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta Musda, Nurul Hilal, menyatakan bahwa terpilihnya kembali Bambang Hartono merupakan bentuk kepercayaan penuh dari anggota terhadap kepemimpinan yang selama ini dinilai mampu merangkul seluruh elemen wartawan dan menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak.

Dengan terpilihnya kembali Bambang Hartono sebagai Ketua FKWKP periode 2026–2029, diharapkan FKWKP semakin berperan aktif dalam menciptakan iklim informasi yang sehat, berimbang, dan bertanggung jawab di Kabupaten Pringsewu. ( joe)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending