Connect with us

Lampung Selatan

Bupati Egi Hadir Mendadak, Buka Puasa PWI Lampung Selatan Berlangsung Hangat dan Penuh Kepedulian

Published

on

Bupati Egi Hadir Mendadak, Buka Puasa PWI Lampung Selatan Berlangsung Hangat dan Penuh Kepedulia

 

Ungkapselatan. com, Lampung Selatan – Suasana hangat menyelimuti Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan saat agenda buka puasa bersama digelar, Selasa (17/3/2026). Kegiatan yang semula berlangsung sederhana itu mendadak menjadi lebih semarak dengan hadirnya Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang datang tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kehadiran orang nomor satu di Lampung Selatan tersebut menjadi kejutan bagi para wartawan yang hadir, sekaligus mempertegas kedekatan pemerintah daerah dengan insan pers.

Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi, mengaku tidak menyangka Bupati Egi hadir langsung. Pasalnya, berdasarkan agenda resmi, kehadiran kepala daerah itu diwakilkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo, Hendry Kurniawan.

“Agenda ini murni inisiatif PWI Lampung Selatan sebagai ajang silaturahmi dan berbagi di bulan Ramadan. Kehadiran Pak Bupati menjadi kejutan sekaligus kehormatan bagi kami,” ujar Edwin.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat kebersamaan, tetapi juga diisi dengan aksi sosial berupa santunan kepada anak yatim.

“Kami mengapresiasi perhatian Pak Bupati. Ini menunjukkan kepedulian terhadap insan pers di Lampung Selatan,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menilai momentum ini mencerminkan kuatnya hubungan antara pemerintah daerah dan media.

“PWI merupakan mitra strategis pemerintah dalam publikasi dan penyebaran informasi. Sinergi ini harus terus dijaga dan diperkuat,” ujarnya.

Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Bupati Egi menegaskan kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk komitmen menjaga komunikasi dengan insan pers.

“Bagi saya, teman-teman PWI adalah keluarga. Media bukan hanya mitra publikasi, tetapi juga mitra diskusi, penyeimbang, sekaligus pengingat dengan kritik konstruktif,” kata Egi.

Ia juga mengajak insan pers untuk terus menjalankan peran secara bijak dan bertanggung jawab, dengan mengedepankan nilai-nilai positif dalam setiap pemberitaan.

“Mari kita gunakan peran, jari, pikiran, dan hati kita untuk hal-hal yang membawa dampak positif bagi Lampung Selatan,” pesannya.

Selain berbuka puasa bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran santunan kepada sekitar 20 anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Momentum ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers, sekaligus memperkuat peran media dalam mendukung pembangunan serta menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.***

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending