Connect with us

Lampung Selatan

DPRD Lampung Selatan Tetapkan Radityo Egi Pratama dan M. Saipul Anwar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Published

on

DPRD Lampung Selatan Tetapkan Radityo Egi Pratama dan M. Saipul Anwar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpili

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan –
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan secara resmi menetapkan pasangan Radityo Egi Pratama dan M. Saipul Anwar sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025–2030. Penetapan dilakukan dalam rapat paripurna yang digelar pada Kamis (16/1/2025).

Penetapan tersebut didasarkan pada surat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Selatan tentang pengesahan dan pengangkatan calon terpilih hasil Pemilukada tahun 2024.

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih tersebut hadir langsung di kantor DPRD Lampung Selatan, didampingi para relawan dan pendukungnya.

Sekretaris Dewan DPRD Lampung Selatan, Thomas Amrico, membacakan surat penetapan berdasarkan ketentuan Pasal 107 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang. Regulasi ini telah mengalami beberapa perubahan, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020.

“Penetapan ini juga mengacu pada ketentuan Pasal 30 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 18 Tahun 2024 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan,” ujar Thomas dalam pembacaan naskah penetapan.

Setelah pembacaan surat keputusan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penetapan oleh Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, disaksikan oleh Wakil Ketua I Merik Havit, Wakil Ketua II Benny Raharjo, dan Wakil Ketua III Bela Jayanti.

Rapat Paripurna turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung, Intji Indriati, unsur Forkopimda, serta pejabat utama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Dengan ditetapkannya pasangan Radityo Egi Pratama dan M. Saipul Anwar, maka Kabupaten Lampung Selatan resmi memasuki babak baru kepemimpinan untuk lima tahun ke depan.(*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending