Connect with us

Lampung Selatan

Masyarakat Bumi Asih Ucapkan Terimakasih Kepada Pemerintah Provinsi Lampung 

Published

on

Masyarakat Bumi Asih Ucapkan Terimakasih Kepada Pemerintah Provinsi Lampung

 

Ungkapselatan, Lampung selatan — Pemerintah Desa Bumi Asih, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan atas terealisasinya program pengaspalan jalan lingkungan di Jalan Mad Saim 2 Dusun Sumber Makmur, Desa Bumi Asih.

Pengaspalan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Perumahan, Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp199.142.699,02. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Putra Gupit Mandiri dengan konsultan supervisi CV. Auzora Mandiri Konsultan, berdasarkan kontrak tanggal 13 Oktober 2025.

Kepala Desa Bumi Asih, Poniran, mengatakan bahwa pengaspalan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di desa.

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Bumi Asih mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Lampung dan Bupati Lampung Selatan, serta DPRD Provinsi dan Kabupaten yang telah mendukung terealisasinya pembangunan ini,” ujar Poniran, Rabu (5/11/2025).

Ia menjelaskan, panjang jalan yang diaspal sekitar 150 meter dengan lebar kurang lebih 2,5 meter, dan menjadi akses utama warga menuju lahan pertanian dan jalan utama desa.

“Sebelumnya jalan ini sulit dilalui terutama saat musim hujan. Sekarang, dengan pengaspalan, mobilitas warga menjadi lebih mudah dan tentu membantu peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Poniran berharap pembangunan infrastruktur di Desa Bumi Asih dapat terus berlanjut agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong percepatan pembangunan di desa kami,” pungkasnya.(Joe)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending