Connect with us

Lampung Selatan

No Urut 02 Evan Rastriandana Unggul Dalam Pilkades Desa Palas Pasemah

Published

on

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan– pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Lampung Selatan di ikuti oleh Salah satu Desa Palas Pasemah Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung , Di ikuti Dua Perseta Yaitu no Urut 01 Ahyar Efendi VS No urut 02 Evan Rastriandana dilaksanakan di balai desa setempat, kamis (31/08/2023).

Pemilihan dimulai pukul 8.30 WIB, selesai pukul 02.00 WIB, lalu Panitia istirahat di lanjutkan perhitungan suara, Selesai pada pukul 17:30 WIB.
Sesuai perubahan waktu , kesepakatan penghitungan bersama yang dituangkan dalam berita acara.

Hadir dalam acara tersebut, perwakilan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD), Lampung Selatan Gusfat Riansyah, Camat Palas
Ns Rosalina M.Kep, Pjs Kepala Desa Palas pasemah Rosliana,SE Anggota Mapolres Lampung Selatan (polsek palas), Personil kodim 0421/LS Koramil 08 palas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta para tamu undangan.

Dari dua calon kepala Desa Palas Pasemah hasil perhitungan suara, calon no urut 01 Ahyar Efendi memperoleh 652 suara.
Sementara Evan Rastiandana nomor urut 02 memperoleh 844 suara . Jadi no Urut 02 Lebih unggul dari no urut 01

Dari 1539 surat undangan yang tersebar sesuai DPT, yang hadir untuk menyalurkan hak suaranya sebanyak 1504 pemilih, sesuai dengan daftar hadir.

Suara sah 1496 suara, tidak sah 8. jumlah suara sah dan tidak sah 1504.

Dari pantauan di lapangan, pesta demokrasi di Pilkades Desa Palas Pasemah, patut diapresiasi. Pasalnya, jalannya pencoblosan aman, lancar dan benar disiplin. Dan dijaga satuan pengamanan gabungan Polsek Palas dan Polres Lampung Selatan sebanyak 21 personil, lalu Babinsa kodim 421/LS koramil 08/Palas sebanyak 4 personil, Satpol PP dan Linmas.

Ketua Panitia Pemungutan suara Kepala Desa ( P2KD ) menyampaikan dalam sambutannya setelah selesai penghitungan suara.

“Alhamdulillah pemilihan berjalan lancar, aman dan tertib , Kami P2KD Palas Pasemah mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi semua pihak atas dukungan dan partisifasinya pada Pilkades ini aman, lancar dan sukses,” Ucap Ketua P2KD Desa Palas Pasemah, Iman Harmain dalam sambutannya usai penetapan penghitungan suara.

Sementara itu,Dari Dinas Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Lampung Selatan, Gusfat Riansyah mewakili. Kadis DPMD Kabupaten Lampung Selatan, Erdiansyah, yang sejak pagi hadir memantau jalannya pilkades mengaku bersyukur jalannya pilkades aman, lancar dan sukses serta partisipasi pemilih tinggi.

“Alhamdulillah, pesta demokrasi pilkades Palas Pasemah, aman dan lancar berkat dukungan semua pihak. Kita percaya, kedua calon kades bisa menerima hasil Pilkades Palas Pasemah.” Pungkasnya

Penulis : Samsul

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Sapi Bantuan Di Duga Kuat dikuasai Oleh Oknum Anggota DPRD Lamsel

Published

on

By

Sapi Bantuan Di Duga Kuat dikuasai Oleh Oknum Anggota DPRD Lamsel

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan— Dugaan penggelapan sapi bantuan milik Kelompok Sahabat Tani di Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan ( Lamsel) kembali mencuat dan menyeret nama anggota Komisi IV DPRD Lam-Sel inisial TM.

Kasus ini sebelumnya sempat terungkap pada pertengahan tahun 2025 dan telah ditangani oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamsel . Saat itu, Ketua Kelompok Tani Sahabat Tani, Dedi Susanto, berkomitmen akan mengganti sapi yang telah dijual pada Agustus 2025.

Bantuan 20 ekor sapi tersebut diketahui merupakan program aspirasi anggota Komisi IV DPR RI, Sudin Kala itu, yang digulirkan sejak tahun 2021. Namun, meski bukan anggota kelompok Tani , sapi bantuan tersebut diduga dikuasai oleh anggota DPRD Lamsel TM.

Ketika Di Konfirmasi Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa keanggotaan Kelompok Sahabat Tani didominasi oleh keluarga TM. Ia menyebut, posisi dalam kelompok diisi oleh menantu, anak, istri, adik, hingga orang tua TM.

“Sebagian besar anggota kelompok itu keluarga beliau. Ketua kelompok merupakan menantunya, lalu istrinya adalah anak kandung TM, serta ada juga istri dan orang tuanya,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Salah satu pengurus kelompok, Marimun, menjelaskan bahwa dirinya ditugaskan merawat sapi dan menerima upah bulanan antara Rp1 juta hingga Rp2 juta dari TM.

“Kalau ada uang dikasih, kadang Rp1 juta, kadang Rp2 juta, tapi tidak tentu,” kata Marimun.

Selain itu, ia juga mengaku pernah menerima bagian sebesar Rp20 juta dari hasil penjualan lima ekor sapi. Namun, ia menyebut tidak pernah mengetahui harga jual sapi karena seluruh proses penjualan dikendalikan oleh TM, bukan oleh ketua kelompok.

Saat ini, dari total 20 ekor sapi bantuan, Hanya tersisa 14 ekor indukan yang masih dirawat.

Sementara itu, anggota kelompok lainnya, Agus Roni, mengaku tidak pernah dilibatkan dalam penjualan sapi maupun menerima bagian dari hasil penjualan.

“Saya pernah membantu mencari pakan, tapi tidak lama. Untuk penjualan, saya tidak pernah dilibatkan atau mendapat bagian,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, TM belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp tidak mendapatkan respons.

Kasus ini kembali menjadi sorotan masyarakat dan diharapkan dapat ditindaklanjuti secara transparan oleh pihak terkait guna memastikan kejelasan pengelolaan bantuan tersebut. ( Sam /tim).

Continue Reading

Trending