Connect with us

Lampung Selatan

Pemdes Bangunan Tarik Dana Ketahanan Pangan BUMDes, Dikembalikan ke Rekening Resmi ‎

Published

on

Pemdes Bangunan Tarik Dana Ketahanan Pangan BUMDes, Dikembalikan ke Rekening Resmi

 

Ungkap selatan.com, ‎Lampung Selatan ‎— Pemerintah Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, memberikan klarifikasi terkait pengelolaan dana ketahanan pangan sebesar 20 persen yang dialokasikan kepada Badan Usaha Milik Desa

‎(BUMDes) pada tahun anggaran 2025.

‎Pejabat (Pj) Kepala Desa Bangunan, Supendi, menjelaskan bahwa dana yang sebelumnya digunakan dalam unit usaha gadai atau sewa lahan sawah telah ditarik dan dikembalikan ke rekening resmi BUMDes. Penarikan tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama hasil musyawarah audiensi.

“Kemarin, Senin 19 Januari 2026, telah dilaksanakan musyawarah audiensi antara BPD, BUMDes, dan Pemerintah Desa Bangunan terkait tata kelola anggaran ketahanan pangan 20 persen yang dikucurkan ke BUMDes. Dalam musyawarah itu disepakati penarikan dana sewa lahan dan dikembalikan ke rekening BUMDes,” ujar Supendi, Selasa (20/1/2026) sore.

Supendi menambahkan, musyawarah audiensi tersebut difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Palas dan berlangsung di Kantor Camat Palas. Kegiatan itu dihadiri oleh unsur pimpinan kecamatan serta pendamping desa.

“Musyawarah dihadiri Ibu Camat Palas Ns. Rosalina, Pak Sekcam Suyadi, Pak Kasi Ekobang Muslim, serta pendamping desa,” katanya.

‎Lebih lanjut, Supendi berharap ke depan pengelolaan dana BUMDes dapat dilakukan secara lebih aman, transparan, dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa setiap rencana usaha baru harus melalui mekanisme musyawarah desa dan disertai proposal serta analisis usaha yang jelas.

“Harapan kami, setelah dana dikembalikan ke rekening BUMDes, ke depan setiap rencana usaha harus dibahas melalui musyawarah, dilengkapi proposal dan analisis, serta dituangkan dalam berita acara sebagai bentuk kesepakatan bersama,” pungkasnya.(sam/Joe)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

M. Fikry Suryapasya Nahkodai Apindo Lam-Sel Periode 2026–2031  ‎

Published

on

By

M. Fikry Suryapasya Nahkodai Apindo Lam-Sel Periode 2026–2031

‎Lampung Selatan,Jejakkasus.info Musyawarah Kabupaten (Muskab) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, resmi digelar di Grand Elty, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, pada Rabu (29 April 2026).

‎Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha dalam menentukan arah kepengurusan Apindo untuk periode 2026–2031.

‎Pelaksana Tugas (Plt) DPK Apindo Lampung Selatan, Hermando, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai, Muskab kali ini dapat berjalan dengan lancar berkat kerja sama semua pihak.

‎“Terima kasih kepada panitia yang telah bersusah payah menyelenggarakan kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Hermando.

‎Ia juga berharap, hasil Muskab ini mampu melahirkan kepengurusan yang solid serta mampu membawa Apindo Lampung Selatan semakin berkontribusi dalam pembangunan daerah.

‎Sementara itu, perwakilan Pengurus Apindo Provinsi Lampung, Junaidi, menegaskan bahwa keberadaan Apindo di tengah masyarakat harus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

‎Dalam penyampaiannya, Junaidi menekankan pentingnya kebersamaan dalam organisasi. Ia menyebut bahwa siapa pun yang terpilih sebagai ketua merupakan pilihan terbaik dari anggota.

‎“Siapa pun yang terpilih adalah yang terbaik. Yang belum terpilih bukan berarti tidak baik, karena semuanya memiliki kapasitas. Kami dari pengurus provinsi mendukung penuh hasil Muskab ini,” kata Junaidi.

‎Ia juga mengapresiasi pengurus sebelumnya yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi demi kemajuan organisasi. Menurutnya, kepemimpinan dalam organisasi pengusaha memang membutuhkan dedikasi tinggi.

‎Lebih lanjut, Junaidi berpesan agar ketua terpilih nantinya dapat lebih aktif dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah serta pelaku usaha di Lampung Selatan. Sinergi yang kuat dinilai menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

‎“Apindo harus bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk bupati, serta seluruh pelaku usaha. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun Lampung Selatan Bisa,” Tegasnya.

‎Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, proses pemilihan ketua dilakukan secara aklamasi. Dalam Muskab tersebut, M. Fikry Suryapasya terpilih sebagai Ketua Apindo Lampung Selatan periode 2026–2031, didampingi Muhammad Juandri Hasan sebagai sekretaris.

‎Sejumlah perwakilan perusahaan turut hadir dan berpartisipasi dalam Muskab ini, di antaranya PT Natura Pariza Aromah, PT Jaga Kongkrit Indonesia, PT Domus, PT Terong Fafa Indonesia, PT Coca-Cola, PT Samudra Intan Tapioka, serta PT Cahaya Murni Indo Lampung.

‎Usai terpilih, M. Fikry Suryapasya menyampaikan komitmennya untuk membawa Apindo Lampung Selatan menjadi organisasi yang lebih aktif dan berperan dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia juga menegaskan pentingnya peran Apindo dalam mengawal kebijakan ketenagakerjaan, termasuk terkait upah minimum.

‎Fikry menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama Apindo adalah turut serta dalam proses pengesahan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Regional (UMR) agar tetap berpihak pada keseimbangan antara kepentingan pengusaha dan kesejahteraan pekerja.

‎Selain itu, ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

‎“Kami akan mendukung program-program pemerintah daerah dan siap bersinergi untuk memajukan Lampung Selatan,” ujar Fikry.

‎Dengan terpilihnya kepengurusan baru, diharapkan Apindo Lampung Selatan dapat semakin solid, inovatif, serta mampu menjadi wadah yang efektif bagi para pengusaha dalam berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di daerah.(Joe)

Continue Reading

Trending