Connect with us

Lampung Selatan

Pemdes Mekar mulya Ucapkan Terimakasih Atas Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) 

Published

on

Pemdes Mekar mulya Ucapkan Terimakasih Atas Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT)

Ungkapselatan. com, Lampung Selatan , Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan merealisasikan anggaran Dana Anggaran Khusus (DAK) sebesar Rp200.000.000 untuk pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Melalui Dinas pertanian, di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Palas. Pembangunan sepanjang 500 meter dan lebar 2,5 meter tersebut selesai dikerjakan dalam waktu 3 bulan.senin, ( 20/1/2025)

Ketika di konfirmasi Ketua kelompok tani Lebung jaya di Kediaman nya, Dia mengatakan sangat berterima kepada pemerintah yang telah membantu untuk pembangunan jalan usaha tani.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Lampung Selatan atas bantuan pembangunan JUT ini,. Jalan ini sangat membantu akses pertanian, perkebunan, dan menuju pemakaman umum,” Ujar Dedek Herlina, Ketua Kelompok Tani Lebung Jaya

Di tempat terpisah Cahyanto selaku Kepala Desa Mekar Mulya, Dia menambahkan, atas nama pemerintah Desa Dia mengucapkan Ribuan Terima kasih kepada pemerintah Daerah dan Dinas pertanian sudah memeberikan bantuan Berupa Dana untuk pembangunan JUT, yang mana pembangunan tersebut sudah di bangun dan di nikmati oleh masyarakat khususnya para petani.

“Masyarakat sangat terbantu dengan adanya jalan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Daerah dan Dinas Pertanian Lampung Selatan.” Pungkas nya. ( Sam).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending