Connect with us

Lampung Selatan

Polsek Palas dan Bhayangkari Rutin Setiap Jum’at Berbagi Takjil di Bulan Ramadan ‎

Published

on

Polsek Palas dan Bhayangkari Rutin Setiap Jum’at Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

Ungkapselatan.com, ‎Lampung Selatan ‎— Jajaran Polsek Palas bersama Ibu-ibu Bhayangkari kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat dengan menggelar kegiatan sosial berbagi takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Mapolsek Palas, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (6/3/2026) sore.

Kegiatan yang dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa tersebut berlangsung penuh kehangatan dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejumlah anggota Polsek Palas bersama Bhayangkari tampak berdiri di tepi jalan membagikan paket takjil kepada para pengendara sepeda motor, mobil, serta warga yang melintas di sekitar lokasi.

Para pengguna jalan yang menerima takjil terlihat senang dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh jajaran kepolisian. Kegiatan ini dinilai sangat membantu, khususnya bagi masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

Kapolsek Palas, IPTU Suyitno, S.H., mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, terutama bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

“Kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan kami dengan masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita yang masih berada di perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu,” ujar IPTU Suyitno.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga sebagai upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polsek Palas. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan tercipta hubungan yang lebih harmonis serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dengan baik.

Selain itu, IPTU Suyitno menambahkan bahwa kegiatan berbagi takjil menjadi salah satu agenda rutin yang dilakukan pihaknya selama bulan Ramadan. Hal ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.

‎Menurutnya, selain menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat melalui

‎berbagai kegiatan yang bermanfaat.

‎Kegiatan pembagian takjil berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai. Setelah kegiatan berakhir, seluruh anggota Polsek Palas dan Bhayangkari kemudian melaksanakan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut.(/HMS)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending