Connect with us

Lampung Selatan

Proyek Cor Beton Sukamulya Tahun 2024 Mangkrak 2 Tahun, Dikabarkan Baru Turun Pasir Dan Masih Hangat 

Published

on

Proyek Cor Beton Sukamulya Tahun 2024 Mangkrak 2 Tahun, Dikabarkan Baru Turun Pasir Dan Masih Hangat

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Dugaan proyek pembangunan desa yang tidak terealisasi meski telah dilaporkan dalam administrasi penggunaan anggaran kembali menjadi sorotan publik di Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.

Setelah sebelumnya diberitakan mengenai dugaan kegiatan pembangunan tahun anggaran 2024 yang belum terwujud di lapangan meski telah menjadi temuan Inspektorat, kini muncul informasi bahwa proyek cor rabat beton yang sempat mangkrak selama kurang lebih 2 tahun dikabarkan akan segera direalisasikan pada Juni 2026.

Sebelumnya, sejumlah aparatur Desa Sukamulya mengakui adanya kegiatan yang telah dilaporkan dalam administrasi desa namun belum dilaksanakan. Bahkan, kondisi tersebut disebut telah menjadi temuan Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan.

Menanggapi pemberitaan yang berkembang, Kepala Desa Sukamulya, Pujiadi, memberikan klarifikasi melalui salah satu media online. Ia membantah adanya unsur kesengajaan maupun penyalahgunaan anggaran desa dalam kegiatan yang dipersoalkan tersebut.

“Kegiatan itu bukan fiktif. Memang benar ada kegiatan yang belum terlaksana sepenuhnya, namun itu sudah menjadi temuan Inspektorat dan kami tidak menutupinya. Kami juga sudah menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut,” ujar Pujiadi sebagaimana dikutip dari pemberitaan media online pada 29 Mei 2026.

Menurutnya, pada awal perencanaan tahun 2024 kegiatan yang diusulkan berupa pengerasan jalan. Namun dalam perkembangannya masyarakat menginginkan peningkatan kualitas pembangunan menjadi rabat beton agar lebih kuat dan tahan lama. Selain itu, rencana pembangunan drainase disebut mengalami perubahan menjadi enam titik gorong-gorong.

“Karena ada perubahan permintaan dari masyarakat, akhirnya kegiatan tidak langsung dijalankan karena harus menyesuaikan kembali perencanaan dan kebutuhan anggaran. Jadi bukan sengaja tidak dibangun,” jelasnya.

Pujiadi juga membantah anggapan bahwa Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) hanya dijadikan formalitas administratif dalam pelaksanaan proyek desa.

“TPK tetap dilibatkan. Memang dalam pelaksanaannya kepala desa ikut turun langsung mengawasi pembelian material dan pelaksanaan kegiatan karena kami ingin memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Terkait temuan Inspektorat, ia mengaku siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan, termasuk menyelesaikan pekerjaan yang belum terlaksana.

“Kami menghormati proses pemeriksaan Inspektorat. Apa yang menjadi temuan akan kami tindak lanjuti. Rencananya kegiatan yang belum terealisasi akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat menggunakan dana pribadi saya sebagai bentuk tanggung jawab,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan dana pribadi dilakukan agar pembangunan tetap berjalan dan masyarakat tidak dirugikan.

“Saya tidak ingin masyarakat berpikir dana desa hilang atau disalahgunakan. Karena itu saya siap menyelesaikan pekerjaan tersebut sampai selesai,” ujarnya.

Namun demikian, klarifikasi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan baru di tengah publik. Pasalnya, pernyataan Kepala Desa mengenai keterlibatan TPK dinilai berbeda dengan keterangan yang sebelumnya disampaikan oleh Susanto selaku TPK sekaligus Kasi Kesra Desa Sukamulya.

Dalam wawancara sebelumnya, Susanto mengaku tidak pernah memegang anggaran kegiatan pembangunan selama menjabat sebagai TPK. Ia menyebut seluruh pengelolaan anggaran dilakukan langsung oleh kepala desa.

“Saya sebagai TPK itu cuma atas nama, tidak megang anggaran. Yang membelanjakan Pak Kades. TPK hanya administratif dan ngawasi kerjaan,” ujar Susanto.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu dasar munculnya dugaan bahwa fungsi TPK tidak berjalan secara maksimal sebagaimana mestinya dalam pelaksanaan kegiatan desa.

Selain itu, publik juga menyoroti pernyataan bahwa kegiatan tersebut bukan proyek fiktif. Sebab berdasarkan pengakuan sejumlah aparatur desa, kegiatan yang dipersoalkan memang belum direalisasikan hingga memasuki tahun 2026, meski telah tercatat dalam laporan kegiatan tahun anggaran 2024 dan menjadi temuan Inspektorat.

Secara administratif, persoalan ini tidak lagi sebatas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, melainkan menyangkut kegiatan yang telah dilaporkan dalam penggunaan anggaran namun fisiknya belum tersedia saat dilakukan pemeriksaan.

Dalam praktik jurnalistik yang profesional, setiap klarifikasi ataupun hak jawab idealnya tetap mengedepankan prinsip cover both sides sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik. Hak jawab pada dasarnya merupakan hak untuk menanggapi atau menyanggah pemberitaan yang dianggap merugikan, bukan untuk membangun opini baru tanpa menghadirkan fakta-fakta yang telah disampaikan pihak lain sebelumnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media kembali berupaya menghubungi Kepala Desa Sukamulya melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp guna meminta penjelasan lebih lanjut terkait perbedaan keterangan tersebut. Namun yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Masyarakat kini menunggu realisasi pembangunan yang dijanjikan sekaligus hasil tindak lanjut dari Inspektorat, Kecamatan Palas, maupun aparat penegak hukum untuk memastikan apakah persoalan tersebut murni merupakan keterlambatan pelaksanaan kegiatan atau terdapat unsur pelanggaran dalam pengelolaan anggaran desa. ( Tim )

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

PD IWO Lamsel Menggelar Kegiatan Edukasi Jurnalistik di SMA Negeri 1 Palas

Published

on

By

PD IWO Lamsel Menggelar Kegiatan Edukasi Jurnalistik di SMA Negeri 1 Palas

 

Ungkapselatan.com, Palas –Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Lampung Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi media di kalangan pelajar. Melalui program unggulan Sekolah Jurnalis Ikatan Wartawan Online (SEJIWO), PD IWO Lamsel menggelar kegiatan edukasi jurnalistik di SMA Negeri 1 Palas, Desa Palas Aji, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (05/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti dengan antusias oleh puluhan siswa-siswi SMAN 1 Palas, mulai dari anggota OSIS, ekstrakurikuler jurnalistik, hingga perwakilan kelas.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua PD IWO Lampung Selatan Sior Aka Prayudi, Kepala SMAN 1 Palas Sudiman, S.Pd, pemateri Yoan Doni, serta Agus Nadi yang bertindak sebagai moderator.

Ketua PD IWO Lampung Selatan, Sior Aka Prayudi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa SEJIWO merupakan program resmi dari Pengurus Pusat IWO yang bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman dasar-dasar jurnalistik yang benar, beretika, dan bertanggung jawab.

“SEJIWO ini adalah Sekolah Jurnalis Ikatan Wartawan Online. Tujuannya bukan untuk menjadikan semua siswa menjadi wartawan, tetapi untuk menjadikan pelajar sebagai pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan tidak mudah termakan hoax. Di era digital ini, semua orang bisa menjadi penyebar informasi, maka harus dibekali dengan etika,” ujar Sior Aka Prayudi yang juga dikenal humanis.

Sior Aka Prayudi yang memiliki pengalaman panjang di dunia organisasi pers di Lampung Selatan menegaskan, kegiatan SEJIWO Goes To School ini adalah bentuk pengabdian IWO kepada masyarakat, khususnya dunia pendidikan. IWO ingin hadir sebagai mitra sekolah dalam menangkal berita bohong dan ujaran kebencian.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palas, Sudiman, S.Pd, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas dipilihnya SMAN 1 Palas sebagai lokasi pelaksanaan SEJIWO.

“Kami atas nama keluarga besar SMAN 1 Palas mengucapkan terima kasih banyak kepada PD IWO Lampung Selatan, khususnya kepada Ketua Sior Aka Prayudi yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu di sekolah kami. Ini adalah ilmu yang sangat mahal dan sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak di zaman sekarang,”ungkap Sudiman, S.Pd.

Menurut Sudiman, siswa saat ini hidup di tengah banjir informasi. Tanpa filter literasi yang kuat, mereka rentan menjadi korban maupun pelaku penyebaran hoax.

“Kami berharap setelah mengikuti SEJIWO ini, anak-anak kami lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tahu cara membedakan fakta dan opini, serta bisa menulis dengan baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik. Ini juga bisa menjadi bekal untuk keterampilan menulis mereka,”tambahnya.

Memasuki sesi inti, Yoan Doni selaku pemberi materi menyampaikan materi yang sangat menarik dan mudah dipahami oleh pelajar. Materi yang disampaikan meliputi:

1. Dasar-Dasar Jurnalistik: Apa itu berita, unsur 5W+1H, dan piramida terbalik.

2. Etika dan Hukum Pers: Pentingnya cek dan ricek, kode etik jurnalistik, dan UU ITE.

3. Teknik Menulis Kreatif dan Press Release: Bagaimana cara menulis berita yang menarik dan tidak membosankan.

4. Bijak Bermedia Sosial: Cara mengenali hoax, stop share sebelum cek kebenaran, dan menjadi netizen yang positif.

Yoan Doni yang juga merupakan wartawan senior di Lampung Selatan tersebut memberikan contoh-contoh nyata berita hoax yang sering beredar di kalangan pelajar dan bagaimana cara memverifikasinya.

“Menjadi wartawan itu keren, tapi menjadi pembaca yang cerdas itu jauh lebih keren. Sebelum kalian share informasi di grup WA, tanya dulu: ini benar tidak? Sumbernya siapa? Kalau tidak jelas, jangan di-share. Itu prinsip dasar jurnalistik yang harus kalian pegang,” ujar Yoan Doni di hadapan siswa.

Sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator Agus Nadi berlangsung sangat hidup. Banyak siswa yang bertanya tentang bagaimana cara menjadi wartawan, bagaimana cara menghadapi intimidasi saat meliput, hingga bagaimana cara mengelola media sosial agar bisa menghasilkan uang secara positif.

Agus Nadi selaku moderator berhasil mencairkan suasana dengan gaya komunikasinya yang santai namun edukatif, sehingga siswa tidak merasa bosan.

Kegiatan SEJIWO di SMAN 1 Palas ini ditutup dengan foto bersama.

Dengan adanya program SEJIWO ini, PD IWO Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Sior Aka Prayudi berharap dapat terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah di Lampung Selatan untuk menciptakan generasi yang melek media, kritis, kreatif, dan berakhlak dalam menggunakan platform digital.

Continue Reading

Trending