Connect with us

Lampung Selatan

Resmikan Rumah Dinas Kejaksaan Negeri, Kajati Lampung Apresiasi Bantuan Bupati Lampung Selatan

Published

on

Ungkapselatan.com, LAMPUNG SELATAN– Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto hadir pada acara Peresmian Rumah Dinas para Kasi dan Kasubbag Pembinaan Kejaksaan Negeri Lampung Selatan yang berlokasi di Desa Way Urang, Kecamatan Kalianda, pada Selasa (17/10/2023).

Kajari Lampung Selatan Dwi Astuti Beniyati menyampaikan, rumah dinas sebanyak 5 unit yang berdiri diatas luas tanah 1.260 m² tersebut telah dibangun dan diresmikan pada tahun 2007. Namun, sempat terbengkalai selama 16 tahun.

Hal ini dikarenakan faktor sulitnya air dan keamanan yang belum memadai. Sehingga, para Kasi dan Kasubbag memustuskan mengekos untuk sementara waktu.

“Pada saat dibangun sudah pernah ditempati. Saat saya lihat, airnya tidak mengalir dan belum ada pagar, jadi hanya besi dan semak blukar. Para Kasi memustuskan untuk ngekos, karena pada saat itu kemanan belum terjamin. Ada beberapa Kasi yang kehilangan laptop,” ujar Dwi Astuti Beniyati.

Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya Bupati Lampung Selatan yang telah memfasilitasi rehabilitasi rumah dinas tersebut. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pak Bupati yang telah memfasilitasi,” ungkapnya

Hal senada juga disampaikan oleh Kajati Lampung Nanang Sigit Yulianto. Dirinya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan yang telah memfasilitasi rehabilitasi rumah dinas.

“Terima kasih kepada pak Bupati yang telah memfasilitasi rehabilitasi rumah. Bagi kami ini sudah cukup megah, tinggal nanti yang menempati rumah menanam yang hijau-hijau, tanaman yang tidak merusak struktur tanah tapi rimbun, jadi teduh,” katanya.

Dirinya juga berpesan, agar rumah dinas tersebut bisa dirawat dan dijaga dengan sebaik mungkin oleh para Kasi dan Kasubbag Pembinaan Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, yang nantinya menempati rumah tersebut.

“Saya minta kepada seluruh jajaran yang menempati rumah ini bisa benar-benar dirawat dan dijaga seperti rumah sendiri. Mudah-mudahan dengan ditempatinya nanti rumah ini, ini menjadi berkah untuk kita semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto berharap, rumah dinas tersebut bisa menjadi berkah serta mampu meningkatkan kinerja dan pelayanan para Kasi dan Kasubbag Pembangunan di Kejaksaan Negeri Lampung Selatan.

“Mudah-mudahan dengan peresmian rumah ini bisa dimanfaatkan dan menambah semangat kerja. Capaian kerja dengan bonus kenyamanan itu memang layak didapatkan. Karena aktivitas pekerjaan begitu padat, ini sungguh luar biasa,” ujar Nanang.

Pada kesempatan tersebut, Nanang juga mengapresiasi kinerja Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan selama bertugas di Lampung Selatan. Dirinya menyebut, kinerjanya selama bertugas telah memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat.

“Kajari Lampung Selatan ini kolaborasi sangat bagus sekali terutama dalam hal pendampingan. Kami juga mengucapkam terimakasih, saya juga merasa kehilangan kalau bu Kajari pindah. Mudah-mudahan disana lebih baik dan berprestasi,” tuturnya. (Saman / Kominfo )

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Musim Panen Tiba Pahlawan Pangan Menjerit ! Jembatan Bambu Hanyut Di terjang Banjir 

Published

on

By

Musim Panen Tiba Pahlawan Pangan Menjerit ! Jembatan Bambu Hanyut Di terjang Banjir

 

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Sebuah potret perjuangan sekaligus tamparan bagi pembangunan infrastruktur terjadi di dusun 1 Sukaraja Desa Sukaraja, Kecamatan Palas. Di saat narasi “Ketahanan Pangan” digembor-gemborkan di tingkat nasional, para petani di desa ini justru harus berjuang demi menyambung akses ekonomi mereka.

Lelah karena jembatan bambu mereka selalu hanyut setiap musim hujan, para petani di Desa Sukaraja membuktikan kekuatan “The Power of Gotong Royong”. Tak tanggung-tanggung, mereka konsisten menyisihkan uang hasil panen selama tiga tahun terakhir hingga terkumpul dana sebesar Rp50 juta.

Bagi petani seperti Eko, musim hujan bukan hanya soal berkah bagi tanaman, tapi juga ancaman bagi akses jalan.

“Setiap musim hujan , kami harus perbaiki jembatan bambu. Kalau banjir, bisa sampai dua kali jembatan itu hanyut terbawa air,” ungkap Eko dengan nada miris.

Demi menyelamatkan 200 hektare lahan persawahan dan perkebunan, para petani akhirnya sepakat: “Kalau bukan kita, siapa lagi?”

Dana 50 Juta dari Keringat Petani

Meski sudah terkumpul Rp50 juta, pembangunan ini nyatanya masih membutuhkan dukungan lebih. Dana tersebut murni berasal dari kantong para petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Lahan seluas 200 hektare bukanlah jumlah yang kecil. Ini adalah salah satu lumbung pangan di Kecamatan Palas yang selama ini terhambat distribusinya hanya karena masalah akses jembatan yang tak kunjung mendapat sentuhan anggaran resmi.

Kisah di Desa Sukaraja ini kini menjadi perbincangan. Efisiensi pengangkutan komoditas pertanian bukan hanya soal mempermudah kerja petani, tapi soal harga pangan di meja makan masyarakat.

Kini, jembatan swadaya itu sedang berproses pembangunan. Para petani masih membuka pintu bagi siapa saja yang ingin membantu.

Selain itu Udin petani yang ke seharian nya menyeberangi sungai itu mengatakan Kami petani dah Bosan mengajukan kepada pemerintah Desa dan Dinas terkait.

” Sudah sering Betul pak di ajukan proposal permohonan melalui Desa dan Dinas pertanian, Selalu di janjikan terus tapi nyatanya Belum juga di Bangun, Dari Bupatinya Nanang sampai Egi , mudah mudahan dengan Di viralkan bisa membuka Mata dan telinga pemerintah sekarang ini, ” Pungkas Udin ( ** )

Continue Reading

Trending