Connect with us

Lampung Selatan

Wakil Bupati Lampung Selatan Resmikan Jalan Bumi Daya, Bumi restu – Trimomukti

Published

on

Wakil Bupati Lampung Selatan Resmikan Jalan Bumi Daya, Bumi restu – Trimomukti

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan—Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, meresmikan jalan penghubung Desa Bumidaya–Bumirestu-Trimomukti yang dikerjakan CV. Adie Jaya Perkasa, di Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Peresmian jalan tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Bupati serta pemotongan tumpeng yang dilaksanakan tepat di tengah ruas jalan yang baru selesai dibangun, Selasa malam (6/1/2026).

Peresmian jalan berlangsung di sela-sela kegiatan Sholawat Bareng Bupati (Shobat) Desa dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lampung Selatan, jajaran Pemerintah Kecamatan Palas, aparatur desa, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang selama puluhan tahun merindukan akses jalan yang layak.

Jalan penghubung Bumidaya–Bumirestu-Trimomukti diketahui sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan dan puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan. Akses yang rusak parah kerap menyulitkan aktivitas warga, baik untuk pertanian, pendidikan, maupun mobilitas ekonomi. Kini, jalan tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan telah berhasil direalisasikan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar mengenang kondisi desa saat pertama kali ia berkunjung.

“Dulu, pertama kali saya masuk ke Desa Bumirestu ini, kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan rusak dan belum tersentuh pembangunan. Alhamdulillah, pada malam hari ini jalan yang kita dambakan bersama bisa kita resmikan,” ujar Syaiful.

Ia berharap, jalan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan meningkatkan perekonomian warga.

“Saya resmikan jalan ini semoga ke depannya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan seluruh pengguna jalan. Mari kita jaga bersama-sama agar jalan ini awet dan tidak cepat rusak. Saya juga mengimbau agar kendaraan bertonase besar tidak melintas di jalan ini,” tegasnya.

Sementara itu, ungkapan rasa syukur dan terima kasih disampaikan langsung Darlian warga Desa Bumirestu. Mereka mengaku sangat senang dan terharu atas perhatian pemerintah daerah terhadap desa mereka.

“Kami selaku warga Bumirestu sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Selama bertahun-tahun, kami belum pernah merasakan jalan yang semulus ini., ” ucapnya

Sekarang akses kami jauh lebih baik,” ungkap salah satu warga dengan penuh rasa syukur.

Warga berharap, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terus berlanjut dan merata, sehingga desa-desa yang sebelumnya terisolasi dapat berkembang dan sejajar dengan wilayah lainnya di Lampung Selatan. (**)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending