Connect with us

Lampung Selatan

Bella Jayanti Serap Aspirasi Warga Saat Reses di Desa Agom

Published

on

Bella Jayanti Serap Aspirasi Warga Saat Reses di Desa Agom

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan –

Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Bella Jayanti, S.I.Kom., M.B.A., menggelar reses pertama tahun 2025 yang berlangsung di Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Senin (21/4/2025).

 

Bella Jayanti menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan ajang silaturahmi sekaligus wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Lampung Selatan.

 

“Momentum ini penting bagi kami anggota DPRD untuk mengetahui apa yang diinginkan warga di daerah pemilihan kami,” ungkap Bella kepada media.

 

Dalam kesempatan tersebut, politisi berhijab yang dikenal memiliki kepedulian sosial tinggi ini menerima berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari perbaikan jalan, pembangunan drainase, hingga usulan terkait sektor pertanian.

 

“Aspirasi yang disampaikan akan kami teruskan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan agar dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung kinerja DPRD melalui dialog yang produktif demi mencari solusi terbaik bagi berbagai persoalan di daerah.

“Maka dari itu, kami siap menampung aspirasi masyarakat demi membangun Kabupaten Lampung Selatan menjadi lebih baik. Insyaallah akan kami perjuangkan secara optimal. Bismillah, bisa,” tutupnya.

 

(*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending