Connect with us

Lampung Selatan

Pembangunan Drainase Selesai Di Kerjakan Oleh TPK Dan Masyarakat

Published

on

Pembangunan Drainase Selesai Di Kerjakan Oleh TPK Dan Masyarakat

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – ‎Pembangunan saluran drainase di Dusun 1, Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan ( lamsel) Provinsi Lampung, telah rampung dilaksanakan pada tahun anggaran 2026. Proyek Drainase dengan nilai anggaran sebesar Rp63.373.000 dari Pengembalian Badan Usaha milik Desa ( Desa) yang tidak di Laksanakan .

Pembangunan drainase tersebut memiliki panjang sekitar 150 meter dengan lebar 0,5 meter. Kegiatan ini dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur pendukung sektor pertanian.

‎Penjabat (Pj) Kepala Desa Bangunan, Supendi, menyampaikan bahwa sumber anggaran pembangunan drainase tersebut berasal dari pengembalian dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kemudian dimasukkan ke dalam APBDes tahun 2026. Ia menegaskan bahwa penggunaan anggaran tersebut telah melalui mekanisme perencanaan yang sesuai.

‎“Kami memanfaatkan dana pengembalian BUMDes untuk pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya petani,” ujar Supendi. Ia juga menambahkan bahwa keberadaan drainase ini diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mencegah genangan yang dapat mengganggu aktivitas pertanian.

Secara tidak langsung, Supendi menjelaskan bahwa pembangunan drainase ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung program pemerintah pusat terkait ketahanan pangan. Menurutnya, infrastruktur yang memadai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

‎Selain itu, masyarakat setempat menyambut baik rampungnya pembangunan tersebut. Mereka menilai bahwa saluran drainase ini akan memberikan dampak positif, terutama dalam menjaga kondisi lahan pertanian tetap optimal.

‎Dengan selesainya proyek ini, pemerintah desa berharap akses pertanian di Dusun 1 semakin baik dan mampu menunjang kesejahteraan petani. Ke depan, pembangunan serupa akan terus diupayakan guna memperkuat infrastruktur desa secara berkelanjutan.(Joe)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending