Connect with us

Lampung Selatan

Anggota DPRD dari Fraksi PAN Sentil Pihak Rumah Sakit Bob Bazar

Published

on

Anggota DPRD dari Fraksi PAN Sentil Pihak Rumah Sakit Bob Bazar

Ungkapselatan. com, Lampung Selatan – DPRD Kabupaten Lampung Selatan menyoroti ‘semerawut’ nya kondisi parkiran di Rumah Sakit Bob Bazar (RSBB) Kalianda. Hal ini terungkap dalam rapat pembahasan LKPj tahun 2023 di gedung DPRD Lampung Selatan, Kamis 18 April 2024.

Menurut Bayu Presetyo anggota DPRD dari Fraksi PAN mengatakan, semestinya pihak rumah sakit harus mengatur untuk kendaraan motor, mobil dan mobil ambulance.

“Parkirnya itu semerawut, tolong diperbaiki,” kata Dia.

Hal senada yang disampaikan oleh anggota DPRD Lampung Selatan dari PKS Akyas. Menurur Akyas kondisi mesin parkir sudah rusak, sehingga masyarakat harus membayar secara tunai.

“Tolong benahi pak sekda (Thamrin),” kata Akyas.

Menurutnya, kalau pihak ketiga tidak sanggup memperbaiki sistem parkir di RSBB, Akyas meminta agar pihak ketiganya diganti dengan yang lain.

“Kalau pihak ketiga tidak sanggup, cari yang lain. Seperti di karang mudah, tidak perlu ada petugas. Belum lagi lahannya yang sempit. Ya cari solusinya,” kata Dia. ( Sam).

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Musim Panen Tiba Pahlawan Pangan Menjerit ! Jembatan Bambu Hanyut Di terjang Banjir 

Published

on

By

Musim Panen Tiba Pahlawan Pangan Menjerit ! Jembatan Bambu Hanyut Di terjang Banjir

 

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Sebuah potret perjuangan sekaligus tamparan bagi pembangunan infrastruktur terjadi di dusun 1 Sukaraja Desa Sukaraja, Kecamatan Palas. Di saat narasi “Ketahanan Pangan” digembor-gemborkan di tingkat nasional, para petani di desa ini justru harus berjuang demi menyambung akses ekonomi mereka.

Lelah karena jembatan bambu mereka selalu hanyut setiap musim hujan, para petani di Desa Sukaraja membuktikan kekuatan “The Power of Gotong Royong”. Tak tanggung-tanggung, mereka konsisten menyisihkan uang hasil panen selama tiga tahun terakhir hingga terkumpul dana sebesar Rp50 juta.

Bagi petani seperti Eko, musim hujan bukan hanya soal berkah bagi tanaman, tapi juga ancaman bagi akses jalan.

“Setiap musim hujan , kami harus perbaiki jembatan bambu. Kalau banjir, bisa sampai dua kali jembatan itu hanyut terbawa air,” ungkap Eko dengan nada miris.

Demi menyelamatkan 200 hektare lahan persawahan dan perkebunan, para petani akhirnya sepakat: “Kalau bukan kita, siapa lagi?”

Dana 50 Juta dari Keringat Petani

Meski sudah terkumpul Rp50 juta, pembangunan ini nyatanya masih membutuhkan dukungan lebih. Dana tersebut murni berasal dari kantong para petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Lahan seluas 200 hektare bukanlah jumlah yang kecil. Ini adalah salah satu lumbung pangan di Kecamatan Palas yang selama ini terhambat distribusinya hanya karena masalah akses jembatan yang tak kunjung mendapat sentuhan anggaran resmi.

Kisah di Desa Sukaraja ini kini menjadi perbincangan. Efisiensi pengangkutan komoditas pertanian bukan hanya soal mempermudah kerja petani, tapi soal harga pangan di meja makan masyarakat.

Kini, jembatan swadaya itu sedang berproses pembangunan. Para petani masih membuka pintu bagi siapa saja yang ingin membantu.

Selain itu Udin petani yang ke seharian nya menyeberangi sungai itu mengatakan Kami petani dah Bosan mengajukan kepada pemerintah Desa dan Dinas terkait.

” Sudah sering Betul pak di ajukan proposal permohonan melalui Desa dan Dinas pertanian, Selalu di janjikan terus tapi nyatanya Belum juga di Bangun, Dari Bupatinya Nanang sampai Egi , mudah mudahan dengan Di viralkan bisa membuka Mata dan telinga pemerintah sekarang ini, ” Pungkas Udin ( ** )

Continue Reading

Trending