Connect with us

Lampung Selatan

Buntut Aniaya Adik Tingkat, Empat Siswa SMA Kebangsaan di Kembalikan Hak Asuh ke Pihak Keluarga

Published

on

Buntut Aniaya Adik Tingkat, Empat Siswa SMA Kebangsaan di Kembalikan Hak Asuh ke Pihak Keluarg

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan- Setelah melewati beberapa proses tahapan, pihak SMA Kebangsaan Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, baik melalui rapat secara internal sekolah maupun rapat bersama orang tua siswa yang terlibat dalam dugaan perundungan yang terjadi di ruang lingkup sekolah akhirnya mendapatkan hasil keputusan. Senin (16/9/2024).

Saat dikonfirmasi di ruang aula, Kepala SMA Kebangsaan Wempy Prastomo Bhakti, S.Pd., Gr., M.M, menyatakan, telah mendapatkan hasil keputusan dengan memberikan sanksi terhadap anak didik yang diduga telah melakukan perundungan terhadap adik tingkatnya, berupa pengembalian hak asuh kepada pihak keluarga.

“Alhamdulillah, sudah menemui hasil, sanksi-sanksi yang diberikan kepada terduga pelaku kemarin ada 4 orang,

2 siswa EZ dan TP dikembalikan kepada keluarga dengan status tetap diakui dan 2 lainnya D dan IB dikembalikan ke keluarga namun status tidak diakui sebagai alumni SMA Kebangsaan,” ujarnya.

Wempy juga menerangkan, kepada ke 4 siswa yang di berikan sanksi dapat menyelesaikan pendidikannya di SMA tersebut, namun untuk D dan IB statusnya tidak diakui sebagai alumni dikarenakan sebelumnya pernah juga berbuat kesalahan.

“Kami selaku tenaga pendidikan tentunya menjamin pendidikan setiap hak warga negara, karena mereka kelas XII kita selesaikan pendidikannya sampai dengan ujian, tetapi tidak boleh lagi berkegiatan di SMA Kebangsaan sebagai sanksi dan belajarnya juga di fasilitasi jarak jauh, yang salah tetap salah kami tidak bisa membenarkan,” jelasnya.

Dilokasi yang sama, Erwin Salam, S.E, (43) ayah kandung dari BA (16) siswa kelas XI SMA Kebangsaan yang diduga menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh kakak tingkat itu menyatakan, apapun keputusan sanksi yang diberikan oleh sekolah itu sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah.

“Untuk puas atau tidaknya ini masih tahap proses, saya serahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah, jika sudah sesuai dengan aturan sekolah itu hak mereka, bukan ranah saya,” ujarnya.

Ditanya terkait yang mendasari dirinya melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib dalam hal ini ke Mapolres Lampung Selatan, Erwin Salam, S.E, menjawab agar menjadi sebuah pelajaran untuk semua, agar kedepan hal seperti itu tidak kembali terjadi, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun di lingkungan masyarakat.

“Yang jelas disini semua agar ada pembelajaran, saya melakukan upaya hukum agar anak-anak yang belum melakukan kesalahan supaya menjadi pembelajaran bagi mereka agar tidak melakukan hal serupa yang dapat merugikan orang lain,” tegasnya.

“Yang jelas pascakejadian anak saya mengalami trauma mendalam, masih agak susah untuk di ajak berkomunikasi sebagaimana mestinya, belum bisa di ajak bicara lebih jauh terkait masalah sekolah setelah kejadian-kejadian ini,” tutupnya. (Tim)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Puluhan Siswa SMA Negeri 1 Sragi Ikuti Sekolah Jurnalistik

Published

on

By

Puluhan Siswa SMA Negeri 1 Sragi Ikuti Sekolah Jurnalistik

Ungkapselatan.com, Sragi – Ikatan Wartawan Online (IWO) Pengurus Daerah (PD) Lampung Selatan (Lamsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan generasi muda di bidang literasi media. Melalui program IWO Go To School, IWO Lamsel menggelar Sekolah Jurnalis IWO bagi Peserta Didik di  SMA Negeri 1 Sragi, Rabu (07/10/2026).
‎
‎Kegiatan yang berlangsung di salah satu ruang kelas SMAN 1 Sragi, Jl. Lapangan Jati RT.01 RW.01, Desa Mandalasari, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan ini, diikuti puluhan siswa-siswi dengan penuh antusias.
‎
‎Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Daerah IWO Lampung Selatan, Sior Aka Prayudi, selaku penanggung jawab program. Bertindak sebagai pemateri utama, Yoan Doni.
‎
‎Sementara dari pihak sekolah, Kepala Sekolah SMAN 1 Sragi, Zaelani, S.Pd., M.Pd, yang berhalangan hadir, diwakili oleh Waka Kesiswaan, Puji Hartono, S.Pd.,Gr.yang sekaligus membuka acara secara resmi.
‎
‎Terlihat suasana kelas sudah di hadiri oleh puluhan siswa dengan seragam batik khas SMAN 1 Sragi duduk rapi menghadap ke depan. Di depan kelas terbentang spanduk besar bertuliskan “Sekolah Jurnalis IWO Bagi Peserta Didik SMA Negeri 1 Sragi, Rabu, 7 Oktober 2026″. Di meja pemateri, Ketua IWO Lamsel Sior Aka Prayudi dan pemateri Yoan Doni tampak memberikan materi di depan layar interaktif.
‎
‎Dalam sambutannya mewakili Kepala Sekolah, Wakabid Kesiswaan Puji Hartono, S.Pd.,Gr.menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ikatan Wartawan Online Lampung Selatan yang telah memilih SMAN 1 Sragi sebagai lokasi Sekolah Jurnalis.
‎
‎”Kami mewakili Kepala Sekolah Bapak Zaelani, S.Pd., M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada IWO Lampung Selatan. Di era digital seperti ini, siswa tidak hanya dituntut pintar secara akademik, tapi harus cerdas bermedia, cerdas menyaring informasi, dan tidak mudah termakan hoax. Sekolah Jurnalis IWO ini sangat penting untuk membekali mereka,” ujar Puji Hartono.
‎
‎Ia berharap, ilmu jurnalistik yang didapat bisa diterapkan siswa dalam kegiatan sekolah, seperti mengelola mading, media sosial OSIS, hingga menulis berita kegiatan sekolah.
‎
‎Sementara itu, Ketua PD IWO Lamsel, Sior Aka Prayudi, dalam sambutannya menjelaskan tujuan dari program Sekolah Jurnalis IWO.
‎
‎Menurutnya, IWO tidak hanya berfokus pada pemberitaan, tapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi jurnalistik kepada generasi muda.
‎
‎”IWO Go To School ini adalah program rutin kami. Kami ingin mencetak jurnalis-jurnalis muda dari tingkat SMA yang tidak hanya bisa menulis berita, tapi juga paham etika jurnalistik, paham UU ITE, dan paham bagaimana melawan berita bohong (hoax). SMAN 1 Sragi ini potensinya luar biasa,” tegas Sior Aka Prayudi.
‎
‎Pada sesi materi inti, pemateri Yoan Doni membekali siswa dengan materi dasar jurnalistik yang mudah dipahami. Mulai dari pengenalan apa itu berita, perbedaan berita dan opini, teknik menulis berita dengan rumus 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How), teknik wawancara, hingga etika dalam mengambil foto dan video untuk berita.
‎
‎Para siswa terlihat sangat antusias, aktif mencatat dan banyak yang bertanya saat sesi tanya jawab dibuka. Beberapa siswa bahkan langsung mencoba praktik menulis berita singkat tentang kegiatan tersebut.
‎
‎Kegiatan Sekolah Jurnalis IWO di SMAN 1 Sragi ini diakhiri dengan foto bersama antara pengurus IWO Lamsel, pihak sekolah, dan seluruh peserta didik.
‎
‎Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan SMAN 1 Sragi dapat memiliki kader-kader jurnalis muda yang mampu membawa nama baik sekolah melalui karya-karya jurnalistik yang positif, akurat, dan terpercaya.
(**)

Continue Reading

Trending