Connect with us

Lampung Selatan

Didi Herwanto Resmi Mengundurkan Diri, Dari Kepengurusan Ketua DPC PWDPI Lampung Selatan

Published

on

Ungkap selatan.com, Lampungselatan–Surat Terbuka
Asalamualakum WR WB .
Salam sejahtera buat kita semua, hom suastiastu.Salom kebajikan.Tabik’pun.

Dengan segala kerendahan hati saya ucapakan.

Yang terhormat Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI) Bapak M.Nurulloh RS.

Ketua DPW PWDPI provinsi Lampung.Hadie Riyandi.

Saya Didi Herwanto selaku ketua DPC PWDPI lampung selatan mohon undur diri dari kepengurusan DPC PWDPI Lamsel.

Bila mana ada Tutur kata baik bahasa yang selama ini saya ucapkan ada kiranya menyinggung atau kurang baik di dengar oleh saudaraku yang tergabung di organisasi press PWDPI saya minta maaf yang sebesar-besarnya.

Alahmdulilah walaupun sebentar saya mengemban amanat menjadi ketua DPC PWDPI Lamsel. Organisasi sudah mulai berjalan merambah dari bawah. Namun untuk sekarang ini saya masih belum bisa fokus di organisasi.

Sekali lagi dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada ketua umum DPP PWDPI. M Nurulloh Rs.dengan terbitnya surat ini maka saya selaku Ketua DPC PWDPI Lamsel resmi sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua.

Wassalamu’alaikum wb.

TDD Didi Herwanto

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif ‎

Published

on

By

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif

 

Ungkapselatan.com, ‎Lampung Selatan — Ketua Investigasi Ormas Gerakan Masyarakat Lokal (GML) Lampung, Indawan N.S., menanggapi dugaan kegiatan pembangunan fiktif di Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Ia menilai persoalan tersebut harus segera ditindaklanjuti karena berkaitan dengan penggunaan anggaran pembangunan desa tahun 2024 yang hingga kini diduga belum direalisasikan.

‎Indawan mengatakan, adanya temuan dari inspektorat seharusnya menjadi dasar untuk melakukan tindakan tegas terhadap pihak terkait. Menurutnya, jika kegiatan pembangunan telah dilaporkan dalam administrasi namun fisiknya belum ada hingga tahun 2026, maka kondisi itu patut dipertanyakan.

 

‎“Kalau memang sudah menjadi temuan inspektorat, seharusnya ada tindakan tegas. Karena anggaran pembangunan itu tahun 2024, tetapi sampai sekarang belum dilaksanakan. Ini diduga sudah menyimpang dan merugikan masyarakat,” ujar Indawan, Kamis (28/5/2026).

 

‎Ia juga menilai kepala desa memiliki tanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Menurutnya, pembangunan yang belum terealisasi berpotensi menghambat kepentingan masyarakat yang membutuhkan infrastruktur tersebut.

 

‎Dugaan proyek fiktif itu sebelumnya mencuat setelah tim media melakukan penelusuran di lapangan. Kepala Dusun 4 Blora, Desa sukamulya, Sudiman, mengaku hanya mengetahui adanya pembangunan gorong-gorong pada tahun 2024.

 

‎“Yang saya tahu cuma pembangunan gorong-gorong. Waktu itu TPK-nya Pak Susanto,” kata Sudiman.

 

‎Keterangan itu diperkuat oleh Susanto selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sekaligus Kasi Kesra Desa Sukamulya. Ia menyebut pembangunan rabat beton dan drainase yang direncanakan pada tahun 2024 hingga kini belum terlaksana dan menjadi temuan inspektorat.

 

‎Menurut Susanto, kepala desa telah berjanji akan merealisasikan pembangunan tersebut sebelum masa jabatannya berakhir. Ia juga mengaku selama menjadi TPK hanya menjalankan administrasi dan pengawasan pekerjaan, sementara pengelolaan anggaran dilakukan langsung oleh kepala desa.

 

‎Sementara itu, Sekretaris Desa Sukamulya, Ahmad Dederasim, membenarkan adanya kegiatan yang telah dilaporkan namun belum direalisasikan. Ia menjelaskan, rencana pembangunan awal berupa pengerasan jalan kemudian diubah menjadi rabat beton atas permintaan masyarakat, namun hingga kini fisiknya belum ada.

 

‎Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sukamulya belum memberikan klarifikasi. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi melalui kunjungan langsung maupun pesan WhatsApp tidak ada respon.(Tim)

Continue Reading

Trending