Connect with us

Lampung Selatan

Didi Herwanto Resmi Mengundurkan Diri, Dari Kepengurusan Ketua DPC PWDPI Lampung Selatan

Published

on

Ungkap selatan.com, Lampungselatan–Surat Terbuka
Asalamualakum WR WB .
Salam sejahtera buat kita semua, hom suastiastu.Salom kebajikan.Tabik’pun.

Dengan segala kerendahan hati saya ucapakan.

Yang terhormat Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI) Bapak M.Nurulloh RS.

Ketua DPW PWDPI provinsi Lampung.Hadie Riyandi.

Saya Didi Herwanto selaku ketua DPC PWDPI lampung selatan mohon undur diri dari kepengurusan DPC PWDPI Lamsel.

Bila mana ada Tutur kata baik bahasa yang selama ini saya ucapkan ada kiranya menyinggung atau kurang baik di dengar oleh saudaraku yang tergabung di organisasi press PWDPI saya minta maaf yang sebesar-besarnya.

Alahmdulilah walaupun sebentar saya mengemban amanat menjadi ketua DPC PWDPI Lamsel. Organisasi sudah mulai berjalan merambah dari bawah. Namun untuk sekarang ini saya masih belum bisa fokus di organisasi.

Sekali lagi dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada ketua umum DPP PWDPI. M Nurulloh Rs.dengan terbitnya surat ini maka saya selaku Ketua DPC PWDPI Lamsel resmi sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua.

Wassalamu’alaikum wb.

TDD Didi Herwanto

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending