Connect with us

Lampung Selatan

DONI AFANDI, S.E : “Pilkada lampung selatan Harus Jadi Ajang Adu Visi misi dan gagasan, Bukan Sekadar Gimmick Popularitas dan janji palsu”

Published

on

DONI AFANDI, S.E : “Pilkada lampung selatan Harus Jadi Ajang Adu Visi misi dan gagasan, Bukan Sekadar Gimmick Popularitas dan janji palsu”

Ungkapselatan.com, Penengahan, 12 oktober 2024 – Dalam momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang sedang berlangsung, kita semua berharap proses demokrasi ini berjalan damai, kondusif, serta memberikan manfaat positif bagi masyarakat. Pilkada bukan hanya sekadar ajang memilih pemimpin, tetapi juga merupakan momentum penting untuk memperkuat demokrasi dan mempererat persatuan di tengah masyarakat.

Sehubungan dengan itu, kami berharap para kandidat calon kepala daerah untuk lebih memprioritaskan penyampaian visi, misi, serta program kerja yang jelas dan terarah, serta konkrit. Setiap calon diharapkan mampu menyampaikan gagasan-gagasan yang inovatif, solutif, dan realistis dalam menghadapi berbagai tantangan daerah, serta memberikan panduan bagaimana visi dan misi tersebut akan diwujudkan selama masa kepemimpinan mereka.

Kabupaten Lampung Selatan terus menghadapi berbagai tantangan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Meskipun telah terjadi sejumlah perkembangan di berbagai sektor, masih banyak persoalan yang belum terselesaikan. Kabupaten Lampung Selatan masih tertinggal dibandingkan beberapa kabupaten lain di Provinsi Lampung. Hal ini harusnya yang menjadi perhatian utama pada kontestasi pemilihan kepala daerah hari ini. Kami berharap siapa pun yang akan terpilih sebagai pemimpin Lampung Selatan, memiliki kapasitas dan komitmen untuk memajukan daerah ini.

Dengan segala potensi dan sumber daya yang dimiliki, Lampung Selatan diyakini mampu mengejar ketertinggalan jika dipimpin oleh individu yang memiliki visi yang jelas, serta mampu bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Persoalan-persoalan mendesak, seperti peningkatan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur yang merata, penciptaan lapangan kerja, dan memajukan sektor pariwisata, menjadi agenda utama yang harus segera diwujudkan oleh pemimpin berikutnya.

Harapan besar tertumpu pada pemimpin yang tidak hanya cakap dalam mengambil kebijakan, tetapi juga dekat dengan masyarakat dan memahami secara mendalam kebutuhan setiap lapisan. Kabupaten Lampung Selatan membutuhkan pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata dan signifikan demi mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

“Beberapa kali kami membaca perkembangan di pemberitaan media online, terjadi saling lapor antar pihak calon serta beredar isu-isu negatif di tengah masyarakat” Beberapa di antaranya menyangkut isu adanya intimidasi, isu politik identitas, dan isu terkait ketidaknetralan ASN maupun aparat pemerintahan desa. Hal-hal seperti ini sangat disayangkan dan tentu memprihatinkan. Seharusnya, kita semua menyadari bahwa Pilkada adalah proses demokrasi yang harus berjalan dengan sehat dan bermartabat, bukan menjadi ajang konflik dan kecurangan.

Meski begitu, kami paham bahwa semua tahapan Pilkada telah diatur oleh undang-undang, dan jika terjadi pelanggaran, sudah ada mekanisme pelaporan kepada Bawaslu dan Gakkumdu yang bisa menindaklanjuti permasalahan tersebut. Namun, alangkah lebih baiknya jika kita bisa menekan potensi pelanggaran ini sejak awal, dengan membangun kesadaran politik yang sehat di tengah masyarakat.

Kami sebagai masyarakat, sangat berharap momentum Pilkada ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Sebaiknya kita lebih fokus pada gagasan, visi, misi, dan program kerja yang diusung para calon kepala daerah, sampaikan secara detail supaya masyarakat bisa memahami akan dibawa kemana masa depan lampung selatan kedepan. Inilah yang seharusnya menjadi perhatian utama, sehingga masyarakat bisa lebih paham dan cerdas dalam menentukan pilihan, bukan karena terpengaruh isu negatif atau praktik-praktik yang tidak sehat.

Masyarakat perlu dihimbau untuk tidak terjebak dalam praktik politik uang maupun politik transaksional, yang hanya akan merugikan pembangunan daerah di masa depan. Pilihan harus didasarkan pada rasionalitas dengan integritas, kompetensi, dan kemampuan calon dalam memimpin, bukan pada iming-iming materi atau janji transaksional yang tidak jelas keberlanjutannya.

Sebagai bagian dari komitmen bersama, seluruh pihak – dari penyelenggara pemilu, peserta, hingga masyarakat umum, diharapkan dapat menjaga kondusifitas Pilkada, dengan tetap mengedepankan sikap toleransi, kebersamaan, dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah masyarakat. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa Pilkada ini akan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan seuruh masyarakat, bukan sebaliknya.

Mari jadikan Pilkada sebagai kesempatan untuk mencerahkan masyarakat, membekali mereka dengan pemahaman yang lebih baik tentang arti penting memilih pemimpin yang kompeten dan berintegritas, yang benar-benar mampu membawa kemajuan bagi kabupaten lampung selatan. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama menciptakan iklim Pilkada yang kondusif, damai, dan berintegritas, demi masa depan Lampung Selatan yang lebih baik. ( * )

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Sapi Bantuan Di Duga Kuat dikuasai Oleh Oknum Anggota DPRD Lamsel

Published

on

By

Sapi Bantuan Di Duga Kuat dikuasai Oleh Oknum Anggota DPRD Lamsel

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan— Dugaan penggelapan sapi bantuan milik Kelompok Sahabat Tani di Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan ( Lamsel) kembali mencuat dan menyeret nama anggota Komisi IV DPRD Lam-Sel inisial TM.

Kasus ini sebelumnya sempat terungkap pada pertengahan tahun 2025 dan telah ditangani oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamsel . Saat itu, Ketua Kelompok Tani Sahabat Tani, Dedi Susanto, berkomitmen akan mengganti sapi yang telah dijual pada Agustus 2025.

Bantuan 20 ekor sapi tersebut diketahui merupakan program aspirasi anggota Komisi IV DPR RI, Sudin Kala itu, yang digulirkan sejak tahun 2021. Namun, meski bukan anggota kelompok Tani , sapi bantuan tersebut diduga dikuasai oleh anggota DPRD Lamsel TM.

Ketika Di Konfirmasi Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa keanggotaan Kelompok Sahabat Tani didominasi oleh keluarga TM. Ia menyebut, posisi dalam kelompok diisi oleh menantu, anak, istri, adik, hingga orang tua TM.

“Sebagian besar anggota kelompok itu keluarga beliau. Ketua kelompok merupakan menantunya, lalu istrinya adalah anak kandung TM, serta ada juga istri dan orang tuanya,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Salah satu pengurus kelompok, Marimun, menjelaskan bahwa dirinya ditugaskan merawat sapi dan menerima upah bulanan antara Rp1 juta hingga Rp2 juta dari TM.

“Kalau ada uang dikasih, kadang Rp1 juta, kadang Rp2 juta, tapi tidak tentu,” kata Marimun.

Selain itu, ia juga mengaku pernah menerima bagian sebesar Rp20 juta dari hasil penjualan lima ekor sapi. Namun, ia menyebut tidak pernah mengetahui harga jual sapi karena seluruh proses penjualan dikendalikan oleh TM, bukan oleh ketua kelompok.

Saat ini, dari total 20 ekor sapi bantuan, Hanya tersisa 14 ekor indukan yang masih dirawat.

Sementara itu, anggota kelompok lainnya, Agus Roni, mengaku tidak pernah dilibatkan dalam penjualan sapi maupun menerima bagian dari hasil penjualan.

“Saya pernah membantu mencari pakan, tapi tidak lama. Untuk penjualan, saya tidak pernah dilibatkan atau mendapat bagian,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, TM belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp tidak mendapatkan respons.

Kasus ini kembali menjadi sorotan masyarakat dan diharapkan dapat ditindaklanjuti secara transparan oleh pihak terkait guna memastikan kejelasan pengelolaan bantuan tersebut. ( Sam /tim).

Continue Reading

Trending