Connect with us

Lampung Selatan

DPD PDI-P Lampung Memperingati Hari Kartini, Menggelar Penanaman Tanaman Pendamping Beras

Published

on

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia (DPD PDI- Perjuangan ) Provinsi Lampung Mengelar acara memperingati Hari Kartini Tahun 2026, bersama ratusan kelompok wanita tani (KWT) menggelar penanaman tanaman pendamping beras di Desa Palas jaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Selasa (21 April 2025.)

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri langsung Ketua dan Sekretaris DPD PDI-P Provinsi Lampung Winarti dan Palgunadi, Ketua dan Sekretaris  dan KWT se-Kecamatan Palas.

Kegiatan penanaman tanaman pendamping beras tersebut dilakukan diarea seluas 3.000 hektare yang tersebar di Provinsi Lampung dan melibatkan 100 KWT. Selain itu, DPD PDI-P Provinsi Lampung juga membagikan ratusan buku kepada anak sekolah yang di Provinsi Lampung.

Saat dikonfirmasi, Winarti Ketua DPD PDI-P Lampung mengatakan dalam penanaman tanaman pendamping beras ini, pihaknya melakukan penanaman jenis tanaman seperti ubi jalar, jagung manis dan sukun.

“Sesuai instruksi dari Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri bahwa seluruh kader dapat terus memberikan edukasi serta melaksanakan penanaman tanaman pendamping beras. Nah, kali ini kami laksanakan bertepatan dengan hari Kartini 2026,” Ucapnya

Winarti juga mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain untuk menggerakkan kembali dan Membakar semangat para kader dan KWT dalam menjaga Provinsi Lampung dengan memiliki kekayaan alam yang luar biasa.

“Bukan hanya itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk mengantisipasi dampak krisis global dan penguatan ketahanan pangan. Untuk itu, dengan semangat ini mudah-mudahan kekayaan alam yang kita miliki terus terjaga,” Ungkapnya.

Dia juga berharap kepada semua wanita hebat di Provinsi Lampung supaya dapat melakukan penanaman tanaman pendamping beras, baik dilingkungan rumah maupun kebun dan ladang. Sebab, ketahanan pangan merupakan benteng utama dan perempuan juga punya peranan penting.

“Saya minta suport kepada semua elemen agar tetap bisa menjaga Provinsi Lampung yang kita cintai ini agar sejahtera dan berlimpah kekayaan alam dan bisa kita nikmati bersama,” Pungkasnya. ( Sam)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending