Connect with us

Pringsewu

Dugaan Pungli dan Penyalahgunaan Dana Hibah LPTQ Senilai Ratusan Juta Pada Kegiatan Khotmil Qur’an 

Published

on

ungkapselatan.com, Pringsewu,Kabar dugaan penyalahgunaan anggaran dana hibah LPTQ Kabupaten Pringsewu  mencuat salah satunya anggaran pada kegiatan Khotmil Quran. Berdasar data yang diterima wartawan, dana hibah yang diterima LPTQ tahun 2022 sebanyak Rp3.28 miliar.

Dari total anggaran tersebut, dana yang dialokasikan untuk kegiatan Khotmil Quran mencapai Rp106 juta. Rinciannya, Rp25 juta untuk pembuatan piagam dan Rp81 juta untuk biaya makan dan minum peserta. Diduga dana tersebut tidak sesuai dalam peruntukkannya. 

Berdasarkan penuturan narasumber yang juga peserta kegiatan, Khotmil Quran tahun 2022 dilaksanakan di Masjid Darussalam yang berlokasi di pekantoran pemda. Dia menjelaskan, peserta kegiatan adalah perwakilan guru SD di 9 kecamatan. “Pesertanya perwakilan guru SD di tiap-tiap kecamatan. Tapi gak semuanya hadir,” kata narasumber yang juga pengurus K3SD kepada wartawan, Senin (30/10) siang.

Narasumber lainnya yang juga menjadi panitia Khotmil Quran Kecamatan menuturkan, kegiatan Khotmil Quran 2022 yang berpusat di masjid pemda berlangsung hanya beberapa jam saja. Saat ditanya apakah peserta diberi jatah makan siang, dirinya mengaku pembacaan alquran oleh peserta selesai sebelum waktu zuhur. “Hanya diberi snack. Acara selesai, peserta pulang,” ungkapnya. “Tidak ada makan siang,” imbuhnya.

Terkait adanya dugaan penyalahgunaan anggaran pada kegiatan Khotmil Quran membuat para guru yang terlibat sebagai penyelenggara di tingkat kecamatan merasa resah dan takut. Mereka khawatir terseret dalam persoalan hukum.

“Selain menjadi peserta, kami yang juga melaksanakan kegiatan itu (Khotmil Quran) jadi takut bakal terkena masalah (hukum),” ungkap salah seorang guru yang juga Ketua K3S di salah satu kecamatan yang enggan disebut namanya.

Dia mengaku kegiatan Khotmil Quran di kecamatannya sudah dilaksanakan beberapa minggu yang lalu. Menurutnya, kegiatan Khotmil Quran para guru mulai dari jenjang PAUD, TK, SD dan SMP di laksanakan atas dasar imbauan dari LPTQ Kabupaten. “Kami menjalankan kegiatan berdasarkan imbauan dari pimpinan,” kata dia.

Sebelumnya, dugaan pungli kegiatan Khotmil Quran Kabupaten Pringsewu 2023 muncul usai pihak sekolah  mengeluhkan adanya permintaan iuran disertai ancaman penundaan penyaluran bantuan sekolah jika menolak. Kini, persoalan baru muncul terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dana hibah pada kegiatan Khotmil Quran. 

Seolah, penarikan dana iuran ke sekolah-sekolah dengan dalih dana kebersamaan adalah wajib dan lazim dilakukan pada kegiatan Khotmil Quran di kecamatan. Termasuk keterlibatan pihak sekolah dan sejumlah OPD setiap kegiatan LPTQ terkesan untuk mensiasati untuk memperoleh dana bantuan tambahan. 

Mestinya, adanya transparansi penggunaan anggaran kegiatan yang menjadi program kerja LPTQ. Mengingat kegiatan Khotmil Quran menjadi bagian dari program kerja sekaligus tugas pokok Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten, selain persiapan dan peyelenggaraan MTQ/STQ secara berjenjang, maupun pembinaan tilawah dan tahfiz.

Diketahui kegiatan Khotmil Quran menjadi kegiatan rutin LPTQ Kabupaten Pringsewu tiap tahunnya. Pelaksanaan Khotmil Quran sempat mandek lantaran pagebluk Covid 2019 lalu. Informasi yang berhasil dimpun wartawan, kegiatan Khotmil Quran kembali dilaksanakan pada tahun 2021. Saat itu, LPTQ sempat menyediakan link bagi masyarakat umum untuk melakukan pendaftaran online sebagai peserta. Namun, pelaksanaan Khotmil Quran ditahun berikutnya hanya melalui instruksi LPTQ Kabupaten dan hanya diikuti oleh perwakilan guru saja yakni kepala sekolah dan guru PAI.

(*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pringsewu

*Polres Pringsewu Gencarkan Edukasi Narkoba, Kampung Tangguh Gadingrejo Timur Jadi Percontohan*

Published

on

By

*Polres Pringsewu Gencarkan Edukasi Narkoba, Kampung Tangguh Gadingrejo Timur Jadi Percontohan

 

Ungkapselatan.com, Pringsewu – Satuan Reserse Narkoba Polres Pringsewu terus menggencarkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan digelar di Pekon Gadingrejo Timur, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, pada Rabu (08/04/2026).

Kegiatan sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Pringsewu, Iptu Laksono Priyanto, SH, sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menciptakan wilayah yang bersih dari pengaruh dan peredaran narkotika.

Menariknya, sosialisasi ini sengaja dilaksanakan di posko Kampung Tangguh Anti Narkoba yang telah berdiri di pekon tersebut sejak beberapa tahun sebelumnya. Pemilihan lokasi ini menjadi simbol penguatan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkoba sekaligus menghidupkan kembali peran aktif kampung tangguh sebagai benteng pencegahan di tingkat masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala pekon dan aparatur pekon, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga warga setempat. Tak hanya itu, perwakilan pelajar dari SMK Telkom yang berada di pekon tersebut juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Dalam penyampaiannya, Iptu Laksono Priyanto menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum semata, tetapi juga harus diimbangi dengan langkah pencegahan melalui edukasi yang menyentuh langsung masyarakat.

“Kami tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan narkotika, tetapi juga berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, sehingga bisa bersama-sama mencegah peredarannya,” ujarnya.

Komitmen pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya disampaikan oleh Kepala SMK Telkom Lampung, Dedi Eko Cahyono.

Ia menyebut terpilihnya Pekon Gadingrejo Timur sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba diharapkan dapat menjadi cerminan bahwa wilayah tersebut, termasuk lingkungan sekolah, merupakan tempat yang aman dan ramah bagi anak-anak, pelajar, maupun masyarakat yang tinggal di dalamnya.

“Kami berharap Pekon Gadingrejo Timur, di mana SMK Telkom berada, benar-benar menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi generasi muda serta masyarakat,” ungkapnya.

Dedi juga berharap sinergi dan kerja sama yang baik antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin, sehingga memberikan manfaat positif secara luas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan ini juga menjadi wadah dialog antara kepolisian dan masyarakat, di mana peserta diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis narkoba, dampak negatif yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat, khususnya generasi muda, agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Upaya berkelanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, namun juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga generasi bangsa dari ancaman narkoba, demi terwujudnya Kabupaten Pringsewu yang aman dan bebas dari narkotika.

 

(Jo)

Continue Reading

Trending