Connect with us

Lampung Selatan

Ketua BUMDes Gadai Sawah Rp80 Juta, Warga Bantah Tidak Perna Gadaikan Sawah ke BUMDes Sumber Sari

Published

on

Ketua BUMDes Gadai Sawah Rp80 Juta, Warga Bantah Tidak Perna Gadaikan Sawah ke BUMDes Sumber Sari

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan— Pengelolaan anggaran ketahanan pangan tahun 2025 oleh BUMDes Sari Abadi Desa Sumber Sari, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, menuai sorotan. BUMDes diduga tidak transparan dalam penggunaan dana ketahanan pangan 20 persen yang dikucurkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sumber Sari.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemdes Sumber Sari mengalokasikan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp167.000.000 kepada BUMDes Sari Abadi pada tahun 2025. Dana tersebut diperuntukkan bagi analisa sewa lahan sawah padi seluas setengah hektare dengan jangka waktu lima tahun, dengan nilai analisa sebesar Rp80 juta.

 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BUMDes Sumber Sari, Nanang Kosim, saat dikonfirmasi di Kantor Desa Sumber Sari, Selasa (27/1/2026).

 

“Analisanya sewa lahan sawah setengah hektar Rp85 juta. Tapi yang terealisasi Rp80 juta karena yang Rp5 juta itu untuk biaya pelatihan di Kalianda Hotel Negeri Baru Resort (NBR) yang sisanya Rp82 juta ditarik lagi oleh pemdes,” kata Nanang Kosim.

 

Namun, fakta di lapangan justru memunculkan persoalan serius. Nanang Kosim mengakui bahwa praktik yang dijalankan tidak sesuai dengan analisa, bahkan menyebut lahan tersebut bukan disewa, melainkan digadaikan.

 

“Ini saya sampaikan saja realitanya, sebenarnya bukan sewa tapi gadai. Ini saya ngomong apa adanya karena cerminan kita dari kawan-kawan yang lain sama gadai juga. Yang garap sawahnya kita pengurus,” ucapnya.

 

Nanang juga menyebutkan bahwa lahan sawah yang digarap merupakan milik warga Desa Sumber Sari Dusun 7.

 

“Lahan sawahnya milik warga dusun 7 punya pak Anwari,” cetusnya.

 

Namun pernyataan tersebut dibantah langsung oleh pemilik lahan, Anwari. Saat dikonfirmasi terpisah, Anwari menegaskan bahwa tidak pernah menggadaikan lahan sawahnya kepada BUMDes maupun Pemdes.

 

“Tidak di gadai itu pak, tapi dijual tahunan (sewa tahunan) pokoknya sewanya sampai 2030 baru selesainya. Itu lahan sawah dan ladang sebesar disewa sebesar Rp30 juta seluas setengah hektare di sewa oleh pak Musri,” tutur Anwari, didampingi anaknya, Anis.

 

Anis yang mewakili Anwari menjelaskan bahwa transaksi sewa tersebut sama sekali tidak melibatkan BUMDes maupun Pemdes.

 

“Gak ke bumdes, ke bapaknya Nanang pak Musri, gak urusan dengan desa, yang mengontrakannya saya dan bapak saya disuruh kakak saya mewakili karena kakak saya di Kalimantan,” jelas Anis.

 

Lebih jauh, Anis juga mengungkapkan kejanggalan dalam proses pembuatan surat perjanjian sewa lahan tersebut. Ia mengaku tidak pernah menandatangani dokumen apa pun, termasuk ayah dan suaminya.

 

“Disini dirumah ini, Nanang sendiri yang nulis tapi kami tidak di kasih suratnya, tapi kami ingatnya sama tetangga saling percaya, ada Nanang sama ibunya, bapak saya, saya dan suami saya. Nanang juga yang nulis tapi kami tidak dikasih tau, hanya tau tulisan mulai penggarapan sampai tahun 2030. Saya tidak bertanda tangan, suami juga tidak bertanda tangan, bapak saya juga disini dan bapak juga tidak tanda tangan,” pungkasnya.

 

Rangkaian pernyataan yang saling bertolak belakang ini menimbulkan pertanyaan besar terkait legalitas, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana ketahanan pangan oleh BUMDes Sari Abadi Desa Sumber Sari. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemerintah Desa Sumber Sari terkait dugaan penarikan dana, perubahan skema sewa menjadi gadai, serta keabsahan perjanjian lahan yang digunakan. (Tim).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

PD IWO Lamsel Menggelar Kegiatan Edukasi Jurnalistik di SMA Negeri 1 Palas

Published

on

By

PD IWO Lamsel Menggelar Kegiatan Edukasi Jurnalistik di SMA Negeri 1 Palas

 

Ungkapselatan.com, Palas –Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Lampung Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi media di kalangan pelajar. Melalui program unggulan Sekolah Jurnalis Ikatan Wartawan Online (SEJIWO), PD IWO Lamsel menggelar kegiatan edukasi jurnalistik di SMA Negeri 1 Palas, Desa Palas Aji, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (05/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti dengan antusias oleh puluhan siswa-siswi SMAN 1 Palas, mulai dari anggota OSIS, ekstrakurikuler jurnalistik, hingga perwakilan kelas.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua PD IWO Lampung Selatan Sior Aka Prayudi, Kepala SMAN 1 Palas Sudiman, S.Pd, pemateri Yoan Doni, serta Agus Nadi yang bertindak sebagai moderator.

Ketua PD IWO Lampung Selatan, Sior Aka Prayudi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa SEJIWO merupakan program resmi dari Pengurus Pusat IWO yang bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman dasar-dasar jurnalistik yang benar, beretika, dan bertanggung jawab.

“SEJIWO ini adalah Sekolah Jurnalis Ikatan Wartawan Online. Tujuannya bukan untuk menjadikan semua siswa menjadi wartawan, tetapi untuk menjadikan pelajar sebagai pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan tidak mudah termakan hoax. Di era digital ini, semua orang bisa menjadi penyebar informasi, maka harus dibekali dengan etika,” ujar Sior Aka Prayudi yang juga dikenal humanis.

Sior Aka Prayudi yang memiliki pengalaman panjang di dunia organisasi pers di Lampung Selatan menegaskan, kegiatan SEJIWO Goes To School ini adalah bentuk pengabdian IWO kepada masyarakat, khususnya dunia pendidikan. IWO ingin hadir sebagai mitra sekolah dalam menangkal berita bohong dan ujaran kebencian.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palas, Sudiman, S.Pd, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas dipilihnya SMAN 1 Palas sebagai lokasi pelaksanaan SEJIWO.

“Kami atas nama keluarga besar SMAN 1 Palas mengucapkan terima kasih banyak kepada PD IWO Lampung Selatan, khususnya kepada Ketua Sior Aka Prayudi yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu di sekolah kami. Ini adalah ilmu yang sangat mahal dan sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak di zaman sekarang,”ungkap Sudiman, S.Pd.

Menurut Sudiman, siswa saat ini hidup di tengah banjir informasi. Tanpa filter literasi yang kuat, mereka rentan menjadi korban maupun pelaku penyebaran hoax.

“Kami berharap setelah mengikuti SEJIWO ini, anak-anak kami lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tahu cara membedakan fakta dan opini, serta bisa menulis dengan baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik. Ini juga bisa menjadi bekal untuk keterampilan menulis mereka,”tambahnya.

Memasuki sesi inti, Yoan Doni selaku pemberi materi menyampaikan materi yang sangat menarik dan mudah dipahami oleh pelajar. Materi yang disampaikan meliputi:

1. Dasar-Dasar Jurnalistik: Apa itu berita, unsur 5W+1H, dan piramida terbalik.

2. Etika dan Hukum Pers: Pentingnya cek dan ricek, kode etik jurnalistik, dan UU ITE.

3. Teknik Menulis Kreatif dan Press Release: Bagaimana cara menulis berita yang menarik dan tidak membosankan.

4. Bijak Bermedia Sosial: Cara mengenali hoax, stop share sebelum cek kebenaran, dan menjadi netizen yang positif.

Yoan Doni yang juga merupakan wartawan senior di Lampung Selatan tersebut memberikan contoh-contoh nyata berita hoax yang sering beredar di kalangan pelajar dan bagaimana cara memverifikasinya.

“Menjadi wartawan itu keren, tapi menjadi pembaca yang cerdas itu jauh lebih keren. Sebelum kalian share informasi di grup WA, tanya dulu: ini benar tidak? Sumbernya siapa? Kalau tidak jelas, jangan di-share. Itu prinsip dasar jurnalistik yang harus kalian pegang,” ujar Yoan Doni di hadapan siswa.

Sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator Agus Nadi berlangsung sangat hidup. Banyak siswa yang bertanya tentang bagaimana cara menjadi wartawan, bagaimana cara menghadapi intimidasi saat meliput, hingga bagaimana cara mengelola media sosial agar bisa menghasilkan uang secara positif.

Agus Nadi selaku moderator berhasil mencairkan suasana dengan gaya komunikasinya yang santai namun edukatif, sehingga siswa tidak merasa bosan.

Kegiatan SEJIWO di SMAN 1 Palas ini ditutup dengan foto bersama.

Dengan adanya program SEJIWO ini, PD IWO Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Sior Aka Prayudi berharap dapat terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah di Lampung Selatan untuk menciptakan generasi yang melek media, kritis, kreatif, dan berakhlak dalam menggunakan platform digital.

Continue Reading

Trending