Connect with us

Lampung Selatan

Ketua PAC dan Jajaran Partai Gerindra Kecamatan Katibung Membagikan Takjil

Published

on

 

Ketua PAC dan Jajaran Partai Gerindra Kecamatan Katibung Membagikan Takji

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan–Pengurus PAC Partai Gerindra Kecamatan Katibung Membagikan takjil kepada penguna jalan Raden awas, baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor dan mobil, di Desa tanjung agung Kecamatan Katibung di depan lapangan futsal sore tadi Jum’at ( 29/3/2024 )

Dalam menjalankan berpuasa di bulan suci Ramadhan di manfaatkan oleh ketua PAC Gerindra Kecamatan Katibung untuk berbagai di Jum’at berkah, yaitu berbagai takjil, kepada masyarakat Yang melintas .

Ketua PAC Abdul Haris beserta pengurus partai Gerindra Kecamatan Katibung akan membagikan takjil selama di bulan Ramadhan Jum’at berkah, dengan lokasi berpindah–pindah .

” Alhamdulillah hari ini kami bisa melaksanakan berbagai takjil, kami Mulai hari ini di Desa Tanjung Agung, Jum’at yang akan datang mudah-mudahan di desa sebelah,” Ujar Haris TAJIR

Di tempat terpisah Anggota DPRD Farizal Purba fraksi Gerindra dewan Terpilih periode 2024 – 2030, mengapresiasi langkah dan tindakan Ketua PAC Gerindra Kecamatan Katibung.

“Saya apresiasi pengurus partai Gerindra, dengan kita terus menerus berbuat untuk masyarakat, jelas kita akan selalu di cintai orang rakyat, apalagi partai Gerindra adalah partai nya Bapak presiden terpilih Prabowo Subianto, mudah-mudahan hal yang baik ini dapat di lakukan oleh seluruh pengurus partai Gerindra di mana saja Berada,” Ujar Farizal Purba

penulis : Rahmat

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif ‎

Published

on

By

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif

 

Ungkapselatan.com, ‎Lampung Selatan — Ketua Investigasi Ormas Gerakan Masyarakat Lokal (GML) Lampung, Indawan N.S., menanggapi dugaan kegiatan pembangunan fiktif di Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Ia menilai persoalan tersebut harus segera ditindaklanjuti karena berkaitan dengan penggunaan anggaran pembangunan desa tahun 2024 yang hingga kini diduga belum direalisasikan.

‎Indawan mengatakan, adanya temuan dari inspektorat seharusnya menjadi dasar untuk melakukan tindakan tegas terhadap pihak terkait. Menurutnya, jika kegiatan pembangunan telah dilaporkan dalam administrasi namun fisiknya belum ada hingga tahun 2026, maka kondisi itu patut dipertanyakan.

 

‎“Kalau memang sudah menjadi temuan inspektorat, seharusnya ada tindakan tegas. Karena anggaran pembangunan itu tahun 2024, tetapi sampai sekarang belum dilaksanakan. Ini diduga sudah menyimpang dan merugikan masyarakat,” ujar Indawan, Kamis (28/5/2026).

 

‎Ia juga menilai kepala desa memiliki tanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Menurutnya, pembangunan yang belum terealisasi berpotensi menghambat kepentingan masyarakat yang membutuhkan infrastruktur tersebut.

 

‎Dugaan proyek fiktif itu sebelumnya mencuat setelah tim media melakukan penelusuran di lapangan. Kepala Dusun 4 Blora, Desa sukamulya, Sudiman, mengaku hanya mengetahui adanya pembangunan gorong-gorong pada tahun 2024.

 

‎“Yang saya tahu cuma pembangunan gorong-gorong. Waktu itu TPK-nya Pak Susanto,” kata Sudiman.

 

‎Keterangan itu diperkuat oleh Susanto selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sekaligus Kasi Kesra Desa Sukamulya. Ia menyebut pembangunan rabat beton dan drainase yang direncanakan pada tahun 2024 hingga kini belum terlaksana dan menjadi temuan inspektorat.

 

‎Menurut Susanto, kepala desa telah berjanji akan merealisasikan pembangunan tersebut sebelum masa jabatannya berakhir. Ia juga mengaku selama menjadi TPK hanya menjalankan administrasi dan pengawasan pekerjaan, sementara pengelolaan anggaran dilakukan langsung oleh kepala desa.

 

‎Sementara itu, Sekretaris Desa Sukamulya, Ahmad Dederasim, membenarkan adanya kegiatan yang telah dilaporkan namun belum direalisasikan. Ia menjelaskan, rencana pembangunan awal berupa pengerasan jalan kemudian diubah menjadi rabat beton atas permintaan masyarakat, namun hingga kini fisiknya belum ada.

 

‎Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sukamulya belum memberikan klarifikasi. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi melalui kunjungan langsung maupun pesan WhatsApp tidak ada respon.(Tim)

Continue Reading

Trending