Connect with us

Lampung Selatan

Komisi IV DPRD Lampung Selatan Sidak di RS Bob Bazar Kalianda 

Published

on

Komisi IV DPRD Lampung Selatan Sidak di RS Bob Bazar Kalianda

 

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Komisi IV DPRD Lampung Selatan lakukan inspeksi mendadak (sidak) di RS Bob Bazar Kalianda untuk memastikan pelayanan medis terhadap pasien, jum’at 21 juni 2024.

Ketua Komisi IV DPRD Lamsel, Syaiful Azumar bersama 3 anggota mengecek fasilitas kamar, dari kelas 1, 2 dan 3, hingga ruangan VIP. Menurut Syaiful, pelayanan dan pasilitas di RS ini cukup baik. Sidak ini, kata Syaiful, dilakukan karena mendapat info ada pasien tidak mendapatkan fasilitas kamar karena kekurangan ranjang pasien.

“Kalau kemarin itu ada pasien yang masuk, bukan karena kurang mendapat pelanyan tetapi karena lagi banyaknya (berlebih) pasien. Setelah kami cek, kondisi kamar semua baik-baik saja,”terang Ketua Komisi IV.

Untuk mengantisifasi kejadian kekurang kamar dan fasilitas, Komisi IV DPRD Lamsel menyarakan pihak rumah sakit untuk melakukan pembenahan dengan menambah jumlah ruang perawatan pasien.

“Di RS Bob Bazar ini ada 244 unit tempat tidur (ranjang pasien) yang memang pada waktu over load itu melebihi dari kapasitas. Pasien kemarin itu mencapai 360 lebih, ketersedian fasilitas kamar itu cuma 224 unit. Saran kita dari Komisi IV DPRD Lampung Selatan ditahun berikut nanti, rumah sakit agar berbenah, untuk adanya ruangan tambahan lagi. Sehingga ketika over load, fasien bisa tertampung,”ungkap Politisi Golkar Lamsel.

“Kita kunjungan (sidak_red) ini melakukan pengawasan langsung tentang fasilitas rumah sakit, juga tentang pelayanan tenaga medis RS Bob Bazar. Tetapi temuan kami pada hari ini, alhamdulilah temuan pada hari ini,alhamdulillah, pada hari ini pelayanan tenaga medis RS Bob Bazar dalam keadaan baik-baik saja, perlu dipertahankan dan perlu ditingkatkan,”pungkasnya. ( Saman)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending