Connect with us

Lampung Selatan

Anggota DPRD Lamsel, Sulistiono Besuk Agnes Arpani di Bob Bazar Kalianda

Published

on

Anggota DPRD Lamsel, Sulistiono Besuk Agnes Arpani di Bob Bazar Kaliand

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Anggota Fraksi Gerindra DRPD Lampung Selatan ( Lamsel ) Sulistiono besuk Agnes Arpani, anak dari pimpinan redaksi media Aspirasi Rakyat yang tengah di rawat di RS Bob Bazar Kalianda, Jum’at ( 21-6-2024).

Anggota Komisi IV DPRD Lamsel ini menyempatkan diri untuk membesuk warga Kecamatan Penengahan itu disela-sela kesibukan tugasnya yang sedang melakukan sidak di RS Bob Bazar Kalianda.

Pria yang akrab di sapa Bang Sulis ini menanyakan keadaan gadis kecil tersebut Kepada keluarganya. “Sakit apa adek ini, sudah berapa hari disini,”tanya Sulis kepada keluarga pasien.

Pihak Keluarga pasien menjelaskan kondisi pasien yang mengalami penurunan kesehatan akibat demam tinggi dan sejak berapa hari sebelum hari Raya Idul Adha. dan menurut keterangan dokter, trombosit pasien turun.

Setelah mendapat jawaban tentang kondisi Agnes yang telah dirawat sejak 18 juni 2024 karena demam , Mantan Kepala Desa Karangsari Kecamatan Ketapang tersebut menyarankan agar pasien diberi asupan tambahan supaya kondisi anak ini segera pulih. “Supaya trombosit nya naik, kasih asupan madu sari kurma aja mbak. Mudah-mudahan segera sembuh, sehat seperti sediakala dan cepat pulang kerumah,”kata Sulis seraya pamit.

Atas keperdulian perwakilan rakyat dapil 3 Lamsel tersebut, selaku orang tua pasien, Endri Gunawan mengucapkan terimakasih.

Dengan adanya keperdulian Bang Sulis ini, kata Endri, menunjukan hubungan baik yang tak bisa terlepas antara media dan Wakil Rakyat dalam keadaan suka atau duku.

” Saya ucapkan terimakasih atas bentuk perhatiannya kepada anak saya khususnya yang sudah menyalahkan waktu untuk menengok dan memberi doa untuk kesembuhan anak saya,”ucap Endri.(Anesmi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif ‎

Published

on

By

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif

 

Ungkapselatan.com, ‎Lampung Selatan — Ketua Investigasi Ormas Gerakan Masyarakat Lokal (GML) Lampung, Indawan N.S., menanggapi dugaan kegiatan pembangunan fiktif di Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Ia menilai persoalan tersebut harus segera ditindaklanjuti karena berkaitan dengan penggunaan anggaran pembangunan desa tahun 2024 yang hingga kini diduga belum direalisasikan.

‎Indawan mengatakan, adanya temuan dari inspektorat seharusnya menjadi dasar untuk melakukan tindakan tegas terhadap pihak terkait. Menurutnya, jika kegiatan pembangunan telah dilaporkan dalam administrasi namun fisiknya belum ada hingga tahun 2026, maka kondisi itu patut dipertanyakan.

 

‎“Kalau memang sudah menjadi temuan inspektorat, seharusnya ada tindakan tegas. Karena anggaran pembangunan itu tahun 2024, tetapi sampai sekarang belum dilaksanakan. Ini diduga sudah menyimpang dan merugikan masyarakat,” ujar Indawan, Kamis (28/5/2026).

 

‎Ia juga menilai kepala desa memiliki tanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Menurutnya, pembangunan yang belum terealisasi berpotensi menghambat kepentingan masyarakat yang membutuhkan infrastruktur tersebut.

 

‎Dugaan proyek fiktif itu sebelumnya mencuat setelah tim media melakukan penelusuran di lapangan. Kepala Dusun 4 Blora, Desa sukamulya, Sudiman, mengaku hanya mengetahui adanya pembangunan gorong-gorong pada tahun 2024.

 

‎“Yang saya tahu cuma pembangunan gorong-gorong. Waktu itu TPK-nya Pak Susanto,” kata Sudiman.

 

‎Keterangan itu diperkuat oleh Susanto selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sekaligus Kasi Kesra Desa Sukamulya. Ia menyebut pembangunan rabat beton dan drainase yang direncanakan pada tahun 2024 hingga kini belum terlaksana dan menjadi temuan inspektorat.

 

‎Menurut Susanto, kepala desa telah berjanji akan merealisasikan pembangunan tersebut sebelum masa jabatannya berakhir. Ia juga mengaku selama menjadi TPK hanya menjalankan administrasi dan pengawasan pekerjaan, sementara pengelolaan anggaran dilakukan langsung oleh kepala desa.

 

‎Sementara itu, Sekretaris Desa Sukamulya, Ahmad Dederasim, membenarkan adanya kegiatan yang telah dilaporkan namun belum direalisasikan. Ia menjelaskan, rencana pembangunan awal berupa pengerasan jalan kemudian diubah menjadi rabat beton atas permintaan masyarakat, namun hingga kini fisiknya belum ada.

 

‎Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sukamulya belum memberikan klarifikasi. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi melalui kunjungan langsung maupun pesan WhatsApp tidak ada respon.(Tim)

Continue Reading

Trending