Connect with us

Lampung Selatan

Lapas Kalianda Gandeng Kodim 0421/LS Geledah Blok Hunian dan Tes Urine Warga Binaan

Published

on

Lapas Kalianda Gandeng Kodim 0421/LS Geledah Blok Hunian dan Tes Urine Warga Binaan

Ungkapselatan.com, KALIANDA – Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Kalianda melakukan Razia/Penggeledahan bersama dengan Kodim 0421/LS di seluruh Blok Hunian Warga Binaan Pemasyarakatan dalam rangka Deteksi Dini Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban, Kamis Malam (12/9)

Pelaksanaan Kegiatan Razia/Penggeledahan Gabungan bersama Aparat Penegak Hukum dilaksanakan di seluruh Kamar Hunian Blok A dan D Lapas Kalianda.

Pada saat Penggeledahan, Petugas menggunakan pendekatan persuasif yang humanis serta menjunjung tinggi hak-hak warga binaan pemasyarakatan. Sehingga kegiatan berlangsung aman dan kondusif sampai dengan selesainya kegiatan.

Petugas tidak menghilangkan unsur ketegasan terhadap Warga Binaan dalam berlangsungnya Penggeledahan dalam upaya demi mencegah adanya Gangguan Kamtib.

Setelah penggeledahan tim melanjutkan dengan melakukan tes urin Napza 10 Warga Binaan dari seluruh blok hunian secara acak dan seluruhnya menunjukan hasil negatif.

Sedangkan dalam penggeledahan, Petugas tidak menemukan barang-barang yang dapat menimbulkan Gangguan Keamanan dan Ketertiban seperti Narkoba dan Alat Komunikasi Ilegal. (HumasPaskal)

 

 

#PastiKeren

#PastiWBBM

#LapasKalianda2024

#HumasLapasKalianda

#kumhampasti

#kumhamlampung

#BanggaMelayaniBangsa

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending