Connect with us

Lampung Selatan

Muhklis Basri Komisi V Menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Di Desa Bumi, Warga Ucapkan Terimakasih Atas Pembangunan Pisew

Published

on

H.Muhklis Basri Komisi V Menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Di Desa Bumi, Warga Ucapkan Terimakasih Atas Pembangunan Pisew

Ungkapselatan.com, LAMPUNG SELATAN – Anggota DPR RI, Dari Partai Demokerasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) Drs. H.Muhklis Basri Komisi V kembali menggelar sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang kali ini bertempat di dusun Mulyo Rejo Desa Bumi Asih Kecamatan Palas, Sekaligus Meresmikan Jalan Rabat Beton yang selama sekitar 15 tahun tidak tersentuh perbaikan, akhirnya dibangun melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Kementerian PUPR. Pembangunan tersebut dinilai menjadi titik balik bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan ini diikuti sebanyak 165 peserta terdiri dari, tokoh masyarakat, tokoh Agama guru dan unsur lainnya.
Adapun dalam buku tanda hadir di antaranya :
– Anggota Komisi V DPR RI Bapak Drs. Muhklis Basri, F – PDI Perjuangan.
– Kementrian BBWS RI dr. Elroy Koyari, ST. MT.
– Wakil Ketua 1 DPRD Kab. Lamsel Merik Havit, SH,MH, F – PDI Perjuangan.
– Anggota DPRD Kab. Lamsel Suhar Pujianto, F – PDI Perjuangan.
– Anggota DPRD Kab. Lamsel Samsul Arifin. F – PDI Perjuangan.
– Kementerian PU PR Ibu Ir. Martenida,SP.MP.
– Kementerian PU PR Andika.
– Para Kementerian PU PR
– Kapolsek Palas Iptu Suyitno, SH.
– Babinsa Serda. Mezi Daroni.
– Bhabinkamtibmas Aiptu Ilaludin.
– Kades Bumi Asih Poniran.
– Kades Bumi Asri Marsono.
– Kades Bali Agung Made Suwisno Ngabdi.

Dalam Sambutannya Drs H. Muhklis Basri menjelaskan, keempat pilar MPR RI yang disosialisasikan adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. “Itu perlu terus disosialisasikan agar masyarakat selalu ingat arti pentingnya empat Pilar MPR RI bagi kehidupan bangsa dan negara,” ujarnya.

Melalui sosialisasi, setidaknya dapat memberi pemahaman bagi masyarakat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Lebih dari itu berbagai konflik yang sedang maupun yang akan terjadi di negeri ini agar dapat diredam atau diselesaikan dengan baik.

“Ini juga merupakan suatu upaya untuk mencegah berbagai konflik yang cenderung terjadi di daerah-daerah di Indonesia yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya.

Lebih lanjut menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) itu, pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar negara harus selalu ditumbuhkembangkan dalam mewujudkan cita-cita masa depan Indonesia yang lebih baik menuju masyarakat yang sejahtera, adil, makmur serta menjadi negara yang berdaulat dan bermartabat, “tutupnya.

Sementara Pengurus Kelompok Kerja Antar Desa (KKAD) pekerjaan Jalan rabat beton sepanjang 701 meter Lebar 3,5 Meter, Tebal 15 Cm. dari Program Pengembangan Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) usai dikerjakan walau belum sepenuhnya 100%.

Ketua KKAD Kijok didampingi sekretaris Erina Lestari Bendahara Mugi Santoso, mengatakan, proyek Pisew Tahun 2025 sudah dikerjakan dan saat ini tinggal masa perawatan dan atau tahap Finishing.

Lantaran itu, KKAD berharap kepada pengguna agar dapat bersama sama untuk merawatnya demi keberlangsungan pembangunan.

“Agar nantinya coran rabat beton tidak terganggu untuk dilalui para pengguna jalan,” jelas ketua KKAD Kijok, Sabtu (20/12/2025).

Sementara Kepala Desa Bumi Asih PONIRAN Menjelaskan Dalam Pengerjaan proyek PISEW ini sendiri adalah program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktoral Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Lampung.

Adapun, jenis pekerjaan pembangunan jalan Rabat Beton sepanjang 701 meter dengan lebar 3,5 meter dan ketebalan sekitar 15 cm yang berlokasi di desa Bumi Asih menuju Desa Bumi Asri dengan no kontrak HK 02.01/PKS/CB10-SPW/PISEW.T2.04/2025.

Proyek ini kata PONIRAN , bersumber dari APBN senilai Rp. 500. 000.000 dan aturannya sudah ditetapkan untuk biaya operasional para pengurus KKAD sebesar 4 persen atau Rp 20.,000,00.

“Sisanya 96 persen atau setara RP 480.000,000 untuk biaya penggunaan pada fisik seperti tahap awal pengerjaan pembersihan lahan lokasi jalan hingga belanja material pasir, batu semen dan beberapa material kebutuhan lainnya,” jelas Kepala Desa.

Lebih lanjut PONIRAN juga membeberkan pelaksanaan pengerjaan yang dilaksanakan tim KKAD ini sudah rampung dikerjakan dan masih dalam pemeliharaan.

PONIRAN mengimbau kepada pengendara kendaraan tidak terlalu tergesa gesa dalam memanfaatkan jalan rabat beton ini dengan berat kapasitas wajar,” harap PONIRAN.

Program PISEW merupakan program strategis Kementerian PUPR yang menyasar pembangunan infrastruktur dasar perdesaan, seperti jalan, jembatan, saluran air, dan fasilitas ekonomi desa, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. ( Samsul/kim )

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif ‎

Published

on

By

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif

 

Ungkapselatan.com, ‎Lampung Selatan — Ketua Investigasi Ormas Gerakan Masyarakat Lokal (GML) Lampung, Indawan N.S., menanggapi dugaan kegiatan pembangunan fiktif di Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Ia menilai persoalan tersebut harus segera ditindaklanjuti karena berkaitan dengan penggunaan anggaran pembangunan desa tahun 2024 yang hingga kini diduga belum direalisasikan.

‎Indawan mengatakan, adanya temuan dari inspektorat seharusnya menjadi dasar untuk melakukan tindakan tegas terhadap pihak terkait. Menurutnya, jika kegiatan pembangunan telah dilaporkan dalam administrasi namun fisiknya belum ada hingga tahun 2026, maka kondisi itu patut dipertanyakan.

 

‎“Kalau memang sudah menjadi temuan inspektorat, seharusnya ada tindakan tegas. Karena anggaran pembangunan itu tahun 2024, tetapi sampai sekarang belum dilaksanakan. Ini diduga sudah menyimpang dan merugikan masyarakat,” ujar Indawan, Kamis (28/5/2026).

 

‎Ia juga menilai kepala desa memiliki tanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Menurutnya, pembangunan yang belum terealisasi berpotensi menghambat kepentingan masyarakat yang membutuhkan infrastruktur tersebut.

 

‎Dugaan proyek fiktif itu sebelumnya mencuat setelah tim media melakukan penelusuran di lapangan. Kepala Dusun 4 Blora, Desa sukamulya, Sudiman, mengaku hanya mengetahui adanya pembangunan gorong-gorong pada tahun 2024.

 

‎“Yang saya tahu cuma pembangunan gorong-gorong. Waktu itu TPK-nya Pak Susanto,” kata Sudiman.

 

‎Keterangan itu diperkuat oleh Susanto selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sekaligus Kasi Kesra Desa Sukamulya. Ia menyebut pembangunan rabat beton dan drainase yang direncanakan pada tahun 2024 hingga kini belum terlaksana dan menjadi temuan inspektorat.

 

‎Menurut Susanto, kepala desa telah berjanji akan merealisasikan pembangunan tersebut sebelum masa jabatannya berakhir. Ia juga mengaku selama menjadi TPK hanya menjalankan administrasi dan pengawasan pekerjaan, sementara pengelolaan anggaran dilakukan langsung oleh kepala desa.

 

‎Sementara itu, Sekretaris Desa Sukamulya, Ahmad Dederasim, membenarkan adanya kegiatan yang telah dilaporkan namun belum direalisasikan. Ia menjelaskan, rencana pembangunan awal berupa pengerasan jalan kemudian diubah menjadi rabat beton atas permintaan masyarakat, namun hingga kini fisiknya belum ada.

 

‎Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sukamulya belum memberikan klarifikasi. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi melalui kunjungan langsung maupun pesan WhatsApp tidak ada respon.(Tim)

Continue Reading

Trending