Connect with us

Lampung Selatan

Pengelola Parkir Sekolah Keluhkan Pajak 10 Persen, UPT Pajak Ketapang-Sragi Tebang Pilih Selama 3 Tahun

Published

on

Pengelola Parkir Sekolah Keluhkan Pajak 10 Persen, UPT Pajak Ketapang-Sragi Tebang Pilih Selama 3 Tahun

 

Ungkapselatan. com, lampung Selatan — Sejumlah pengelola parkir motor di luar lingkungan sekolah di Kecamatan Sragi mengeluhkan kebijakan pemungutan pajak parkir sebesar 10 persen yang dinilai memberatkan dan tidak diterapkan secara merata.

 

Salah satunya disampaikan oleh pengelola parkir motor Kecamatan Sragi yang enggan disebutkan namanya, adapun halaman rumahnya yang digunakan siswa untuk parkir bermotor. Ia mengaku keberatan dengan kewajiban pajak tersebut karena jumlah kendaraan yang parkir tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima.

 

“Ya merasa keberatan dimintai pajak 10 persen, setornya sebulan sekali, kadang paling besar sekitar 60 ribu per bulan tergantung banyak dikitnya anak sekolah yang parkir. Petugas pajaknya pernah tanya, di mana aja sekolahan yang ada pengelola parkirnya, saya bilang banyak tapi nyatanya ada juga sekolah yang nggak dimintai wajib pajak parkir,” ujarnya.

 

Alex, pengelola parkir di salah satu sekolah di Kecamatan Sragi. Ia menyebut telah membuka lahan parkir selama tiga tahun, namun belum pernah didatangi petugas pajak.

 

“Udah tiga tahun bang buka lahan parkir untuk anak sekolah, tidak pernah ada petugas pajak yang datang ke sini. Selama ini belum pernah saya bayar pajak karena tidak ada petugas yang ke sini. Yang parkir ada 70 setiap harinya,” katanya.

 

Hal senada diungkapkan Arif, pengelola parkir motor di luar sekolah lainnya. Ia menyebut selama tiga tahun beroperasi belum pernah melakukan pembayaran pajak parkir karena tidak adanya sosialisasi langsung dari petugas pajak.

 

“Selama ini belum ada petugas yang datang ke sini, pernah dulu sekolah menyampaikan akan ada petugas pajak yang mau sosialisasi tapi sampai sekarang tidak ada. Merasa keberatan juga kalau ada pungutan pajak parkir,” ucap Arif, yang mengelola parkir sekitar 250 motor per hari.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT Pajak Ketapang–Sragi, Sri Eliyati, mengakui bahwa sosialisasi pajak parkir belum dilakukan secara menyeluruh akibat keterbatasan jumlah petugas.

 

“Ya memang belum semua kita sosialisasi ke sekolah, karena keterbatasan petugas. Untuk di Kecamatan Sragi sendiri baru sekolah di SMPN 2 Sragi dengan dua pengelola, untuk di Ketapang SMA Negeri 1 Ketapang dan SMP Negeri 1 Ketapang, tiga di SMA dan dua di SMP untuk pengelolanya,” jelasnya.

 

Saat disinggung soal kesan tebang pilih karena selama tiga tahun hanya sekolah tertentu yang dikenakan pajak parkir, Sri Eliyati membantah hal tersebut.

 

“Bukan pilih-pilih, tapi kami keterbatasan petugas, sekolah lain juga sudah menjadi target kami,” dalihnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa pihak UPT Pajak tidak menerima setoran tunai dari pengelola parkir.

 

“Pihak pengelola langsung setor ke Kasda, kami hanya menyampaikan SSPD-nya, bukan setor tunai ke kami, tapi pihak pengelola langsung setor ke Kasda. Konfirmasi langsung aja ke BPPRD,” katanya.

 

Namun demikian, muncul persoalan lain terkait mekanisme pembayaran. Dalam Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD), pengelola parkir hanya dapat melakukan pembayaran melalui pemindaian barcode QRIS. Sementara nomor rekening Bank Lampung yang tercantum dalam SSPD tidak dapat dilacak dan tidak bisa digunakan untuk transfer.

 

Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kurangnya keterbukaan publik, karena rekening yang tercantum diduga hanya menjadi pajangan tanpa fungsi transaksi yang jelas, sehingga pengelola tidak memiliki alternatif pembayaran selain melalui QRIS.

 

Situasi ini menambah daftar keluhan pengelola parkir, yang berharap adanya kejelasan, pemerataan kebijakan, serta sosialisasi yang adil dan transparan dari pemerintah daerah terkait kewajiban pajak parkir.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Heboh Final Piala Dunia FiFA 2026 Kapolsek Palas Gelar Nobar Dan Lomba Gaple 

Published

on

By

Heboh Final Piala Dunia FiFA 2026 Kapolsek Palas Gelar Nobar Dan Lomba Gaple

 

Ungkapselatan.com, Palas Lampung Selatan – Keseruan Ratusan Warga Nonton Bareng (Nobar) Final piala Dunia antara Argentina Versus Spanyol dan Lomba Domino di Halaman Polsek palas yang di Adakan oleh Kapolsek Suyitno minggu (19/7/2026)

Tepat di wilayah hukum Polsek Palas Kecamatan Palas Kabupaten Lampung , Sambil menunggu pertandingan Final Piala Dunia FiFA Tahun 2026 yang akan di berlangsung , dini hari, Kapolsek mengadakan Perlombaan Gaple dan kuis guna untuk menambah keseruan dan keakraban bersama Masyarakat, selain itu juga kapolsek menyajikan berbagai macam suguhan makanan ringan dan Minuman Hangat, yang memanjakan penonton yang Hadir.

Sebelum perlombaan gaple di mulai Zulkifli Zen selaku panitia menyampaikan peraturan dan mekanisme perlombaan gaple

” Jadi malam ini kita sebelum bola di mulai, perlombaan gaple

sudah mendapatkan sang Juara, jadi kita main nya gak pake lama, gerak cepat , karena selelah selesai gaple, Kapolsek masih Ada kuis,” Bang Fi Sapaan Akrabnya

Perlombaan Gaple Berlangsung yang di ikuti pemain – pemain Handal dari Berbagai desa yang ada di Kecamatan Palas untuk bertanding memperebutkan juara 1,2,3 dan 4 .

Yang menduduki juara ke empat Asrodi – Safri, juara ke tiga pasangan Samsul – Boy, juara ke Dua pasangan Muhyi -Sudungan, dan yang menduduki Juara ke satu pasangan Jauhari – Iyan .

Setelah perlombaan gaple selesai, Tidak kalah serunya kapolsek dan anggotanya membuka kuis berbagai pertanyaan seputar Piala Dunia dan tentang Tubuh Polri, setiap penonton yang bisa menjawab pertanyaan yang di sampaikan kapolsek langsung mendapatkan Hadiah yang sudah di siapkan Panitia.

Kapolsek Suyitno meminta 2 orang penonton pendukung Argentina dan 2 orang pendukung Spanyol untuk menebak score.

” Baik, Siapa pendukung Tim Argentina dan sepanyol, siapa yang tepat memprediksi babak pertama dan score akhir akan mendapatkan Hadiah Utama yang di siapkan panitia, ” Ungkap Suyitno

Setelah kuis selesai, tibalah Pertandingan yang di nanti -nantikan pertandingan Piala Dunia, panitia mulai menghidupkan proyektor untuk menyaksikan pertandingan antara Argentina VS Spanyol.

Di lihat nampak semringah wajah kapolsek setiap serangan Spanyol mengepung , Menembus jantung pertahanan Argentina. Sesekali kapolsek bangun dari tempat duduknya sambil mengepalkan tangan ke Atas ketika Bola di tendang ke arah gawang Argentina. ( Jo )

 

 

 

 

Continue Reading

Trending