Connect with us

Lampung Selatan

Jembatan Way Pisang Palas Aji Ambruk Di Terjang Tumpukan Sampah

Published

on

Jembatan Way Pisang Palas Aji Ambruk Di Terjang Tumpukan Sampah

 

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan — Jembatan penyeberangan Way Pisang yang terletak di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, ambruk pada Senin (23/2/2026). Jembatan tersebut tumbang akibat tidak kuat menahan tumpukan sampah yang terbawa arus banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi penumpukan sampah di sekitar jembatan Way Pisang. Hampir setiap kali banjir datang, sampah dari hulu sungai tersangkut di badan jembatan. Meski masyarakat setempat kerap melakukan pembersihan secara gotong royong, kali ini jembatan tak mampu bertahan. Terlebih, kejadian berlangsung di bulan Ramadan sehingga warga belum sempat melakukan kerja bakti.

Iskandar, selaku Ketua Gapoktan Sek Hasan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengaku menerima informasi sekitar pukul 10.30 WIB bahwa jembatan di Dusun 1 Desa Palas Aji ambruk akibat tumpukan sampah kiriman dari hulu sungai.

“Benar jembatan Way Pisang Palas Aji di Dusun 1 ambruk, akibat tumpukan sampah yang nyangkut. Beberapa minggu lalu di hulu ada pembersihan sampah di Dusun Muarabadas Desa Bangunan oleh alat berat,” ujarnya.

Menurutnya, tumpukan sampah tersebut diduga berasal dari pembersihan yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung di wilayah hulu sungai.

Sementara itu, Rohman, tokoh masyarakat Palas Aji, berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan tersebut. Pasalnya, jembatan Way Pisang merupakan akses vital bagi para petani untuk menuju lahan pertanian mereka.

“Jembatan itu adalah pasilitas yang sangat di butuhkan oleh petani Palas Aji dan sekitarnya, itulah pasilitas yg menghubungkan masarakat menuju lahan pertanian. Dengan hanyutnya jembatan itu maka pertanian Palas Aji lumpuh/ terganggu, kepada instansi yang berwenang tolong bangun lagi jembatan Palas Aji,” tulisnya melalui pesan WhatsApp di grup

Sekertaris Desa Ariyanto mewakili Kepada Desa Palas Aji memberikan keterangan resmi terkait ambruknya jembatan tersebut.

” Benar ada laporan dari Kadus 001 jembatan Di sana Ambruk dan Sudah kami laporkan ke KUPT PUPR dan Kecamatan, kami akan Buatkan Proposal Tanggap Bencana, ” Ungkap nya ( Joe)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif ‎

Published

on

By

Ormas GML Soroti Proyek Tahun 2024 di Desa Sukamulya Di Duga Fiktif

 

Ungkapselatan.com, ‎Lampung Selatan — Ketua Investigasi Ormas Gerakan Masyarakat Lokal (GML) Lampung, Indawan N.S., menanggapi dugaan kegiatan pembangunan fiktif di Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Ia menilai persoalan tersebut harus segera ditindaklanjuti karena berkaitan dengan penggunaan anggaran pembangunan desa tahun 2024 yang hingga kini diduga belum direalisasikan.

‎Indawan mengatakan, adanya temuan dari inspektorat seharusnya menjadi dasar untuk melakukan tindakan tegas terhadap pihak terkait. Menurutnya, jika kegiatan pembangunan telah dilaporkan dalam administrasi namun fisiknya belum ada hingga tahun 2026, maka kondisi itu patut dipertanyakan.

 

‎“Kalau memang sudah menjadi temuan inspektorat, seharusnya ada tindakan tegas. Karena anggaran pembangunan itu tahun 2024, tetapi sampai sekarang belum dilaksanakan. Ini diduga sudah menyimpang dan merugikan masyarakat,” ujar Indawan, Kamis (28/5/2026).

 

‎Ia juga menilai kepala desa memiliki tanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Menurutnya, pembangunan yang belum terealisasi berpotensi menghambat kepentingan masyarakat yang membutuhkan infrastruktur tersebut.

 

‎Dugaan proyek fiktif itu sebelumnya mencuat setelah tim media melakukan penelusuran di lapangan. Kepala Dusun 4 Blora, Desa sukamulya, Sudiman, mengaku hanya mengetahui adanya pembangunan gorong-gorong pada tahun 2024.

 

‎“Yang saya tahu cuma pembangunan gorong-gorong. Waktu itu TPK-nya Pak Susanto,” kata Sudiman.

 

‎Keterangan itu diperkuat oleh Susanto selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sekaligus Kasi Kesra Desa Sukamulya. Ia menyebut pembangunan rabat beton dan drainase yang direncanakan pada tahun 2024 hingga kini belum terlaksana dan menjadi temuan inspektorat.

 

‎Menurut Susanto, kepala desa telah berjanji akan merealisasikan pembangunan tersebut sebelum masa jabatannya berakhir. Ia juga mengaku selama menjadi TPK hanya menjalankan administrasi dan pengawasan pekerjaan, sementara pengelolaan anggaran dilakukan langsung oleh kepala desa.

 

‎Sementara itu, Sekretaris Desa Sukamulya, Ahmad Dederasim, membenarkan adanya kegiatan yang telah dilaporkan namun belum direalisasikan. Ia menjelaskan, rencana pembangunan awal berupa pengerasan jalan kemudian diubah menjadi rabat beton atas permintaan masyarakat, namun hingga kini fisiknya belum ada.

 

‎Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sukamulya belum memberikan klarifikasi. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi melalui kunjungan langsung maupun pesan WhatsApp tidak ada respon.(Tim)

Continue Reading

Trending