Connect with us

Lampung Selatan

Petani Palas Harapkan Pemerintah Secepatnya Melakukan Penimbunan Tanggul Yang Jebol 

Published

on

Petani Palas Harapkan Pemerintah Secepatnya Melakukan Penimbunan Tanggul Yang Jebol

 

 

Ungkapselatan. com, Lampung Selatan — Tanggul penangkis yang jebol di wilayah Way Pisang, Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), hingga kini belum mendapat perhatian maupun penanganan dari pemerintah daerah.

Tanggul tersebut jebol akibat luapan air yang mencapai badan tanggul saat hujan deras. Padahal, tanggul itu sebelumnya sempat diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Namun, pada Sabtu (3/1/2026), tanggul kembali mengalami kerusakan. Hingga enam hari pascakejadian, belum terlihat adanya tindakan perbaikan dari pihak terkait.

Kondisi tersebut membuat para petani di sekitar lokasi merasa khawatir. Ramli, petani asal Desa Pematang Baru yang menggarap sawah di wilayah tersebut, mengungkapkan keresahannya.

“Petani merasa waswas dengan keadaan tanggul jebol yang belum dapat perhatian dari pemerintah sampai saat ini, karena cuaca sekarang hujan tiga jam saja bisa mengakibatkan banjir untuk area persawahan, apalagi jebolnya tanggul belum dibenahi,” kata Ramli, Kamis (8/1/2026).

Ia berharap pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama dinas terkait dapat segera melakukan perbaikan agar petani tidak terus dihantui kekhawatiran.

“Rasa waswas petani yang ada di jalur ini supaya bisa tenang dan tidak kebanjiran,” tambahnya.

Harapan serupa juga disampaikan Saidina Ali, petani Desa Palas Aji. Ia meminta agar perbaikan tanggul segera dilakukan demi melindungi area persawahan dari ancaman banjir susulan.

“Karena petani di areal persawahan Palas Aji masih dihantui ketakutan akan datangnya banjir susulan. Kami berharap kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan tanggul yang jebol beberapa minggu yang lalu,” ungkap Ali.

Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan terutama bagi petani yang akan kembali menyebar bibit dan melakukan penanaman ulang.

“Kami takut ketika kami nyebar bibit ulang dan tanam akan datang banjir susulan. Kalau tanggul belum diperbaiki, maka ketika air datang akan masuk ke areal persawahan kami,” lanjutnya.

Saat dikonfirmasi, Basuki selaku Kepala Bidang Sumber Daya Air (Perairan) Dinas PUPR Lampung Selatan menyampaikan bahwa laporan tersebut tengah ditindaklanjuti.

“Informasi dari pihak balai, dalam tahap persiapan,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp. ( ** )

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Camat Palas Rosalina Lakukan Monitoring Ke Sekolah Saat Sistem Daring

Published

on

By

Camat Palas Rosalina Lakukan Monitoring Ke Sekolah Saat Sistem Daring

 

Ungkapselatan.com, Lampung selatan– Mengingat dampak abu vulkanik akibat erupsi Anak Gunung Krakatau, seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk semua jenjang pendidikan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan ( Lamsel) resmi dialihkan menjadi pembelajaran sistem jarak jauh atau daring (online).

Hal ini Kebijakan Pemerintah Daerah, merujuk pada Surat Edaran Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Nomor 150 Tahun 2026 yang diterbitkan tertanggal 6 September 2026 demi menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Pemerintah Daerah lamsel memberikan intruksi ke Dinas Pendidikan untuk menjalankan proses Belajar mengajar secara Daring, Dampak Erupsi anak gunung Krakatau yang menyemburkan abu Vulkanik yang mengandung Silika.

Selanjutnya Pemerintah Kecamatan Palas, Rosalina Camat Palas di Dampingi Korwil dan K3s Kecamatan Palas Monitoring ke Sekolah – sekolah di wilayah Kerjanya untuk Memastikan kegiatan belajar mengajar terus berjalan dengan Sistem Daring, Hari ini Senin 7 September 2026

Dengan Himbauan Dari Bapak Bupati dampak debu Dari Anak Gunung krakatau untuk belajar daring di rumah,

Sekolah yang di kunjungi di antara nya, Sekolah Dasar Negeri ( SDN) 1 Bumi daya, Di sana Rosalina selaku Camat Langsung menanyakan kepada dewan guru yang ada di Kantor apakah kegiatan Daring di laksanakan .

” kami sengaja untuk turun monitor ke sekolah, memastikan Kegiatan Daring tetap di laksanakan, Bukan libur .

Apakah daring berjalan atau ada kendala, karena hal ini Dadakan, bukan di rencanakan dari jauh hari sebelumnya”, Ujar Rosalina

Dia juga langsung meng kroscek Grup whatsapp setiap guru kelas untuk memastikan pelajaran dan tugas apa yang sudah di Berikan oleh dewan Guru.

“Pada saat kita memeberikan tugas kepada anak-anak kita pastikan di kerjakan atau tidak, kita lebih aktif untuk menanyakan, Supaya tahu bahwa anak -anak tetap belajar, Tidak Keluyuran di luar rumah, ” Ungkap Rosalina

Selanjutnya Camat Palas Rosalina pun memberikan arahan kepada dewan guru Untuk

1. Memastikan anak -anak Tidak Libur, melainkan belajar Dengan cara Daring

2. Memastikan tugas sudah sampai dan di kerjakan oleh siswa/i Bukan malah keluyuran di luar rumah.

3.Selanjutnya jangan pernah membagikan informasi tentang Anak gunung Krakatau yang belum jelas informasi dari media sosial, informasi akan di berikan oleh dinas Kominfo yang resmi, sehingga masyarakat atau wali murid tidak ketakutan atau Panik.

Dan memastikan Hari Selasa Besok masih daring, walaupun debu nya tidak banyak seperti hari kemarin, tetapi debu nya masih Banyak yang nempel di Atap , daun dan di dinding, sehingga ketika tertiup angin akan kembali terbang terbawa angin.

“Cara membersihkan debu yang mengandung Silika Beda dengan debu elnino, harus di Basahi terlebih dahulu baru di sapu, atau di Lap basah, ” Pungkasnya

 

 

 

Continue Reading

Trending