Connect with us

Lampung Selatan

Razia Malam, Puluhan kendaraan Diamankan Diamankan Polisi

Published

on

Ungkapselatan.com. Pringsewu| Puluhan unit sepeda motor diamankan aparat kepolisian Polres Pringsewu saat mengejar razia malam akhir pekan disejumlah tempat diwilayahnya. Minggu (12/11/2023).

Kapolres Pringsewu AKBP Benny Prasetya melalui Kasat Samapta AKP Safri Lubis mengatakan, bahwa puluhan kendaraan berjenis sepeda motor yang diamankan dalam kegiatan razia tersebut telah diamankan di Mapolres Pringsewu.

Menurut kasat, razia yang digelar pada Sabtu malam mulai pukul 23.00 Wib, hingga Minggu dinihari sekira pukul 02.30 Wib dan melibatkan puluhan personel gabungan seluruh fungsi kepolisian ini berlangsung di sejumlah lokasi.

“Diantaranya Jalur dua menuju Pemda Pringsewu, Simpang tugu Gajah, Rest Area Gadingrejo dan sejumlah tempat lain yang dijadikan lokasi nongkrong oleh para pemuda,” ujar Kasat Sabhara Polres Pringsewu saat ditemui awak media pada Minggu dinihari (12/11/2023).

Kasat menjelaskan, bahwa tujuan razia itu untuk menciptakan pemeliharaan keamanan wilayah dari berbagai tindak kriminalitas dan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum, seperti pencurian, perkelahian, narkoba, senjata tajam, aksi balap liar dan tawuran.

Ia juga menyebut jika Upaya preventif ini menjadi salah satu tindakan Kepolisian
Dalam menciptakan kondusifitas wilayah jelang pemilu serentak 2024.

“Kegiatan ini bentuk nyata pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat menjelang gelaran pemilu serentak 2024,” tandasnya (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending